M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Baca Tips Ini Sebelum Beli Produk Investasi Lewat Aplikasi Online

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID -  Kemajuan teknologi menyajikan banyak kemudahan. Termasuk juga menawarkan kemudahan dalam berinvestasi.

Hal ini tercermin dari banyaknya produk investasi lewat aplikasi atau plaform sejenis marketplace maupun dompet digital.

 Sebut saja ada Tokopedia yang menawarkan emas dan reksadana. Lantas, ada Bukalapak yang juga menawarkan reksadana.

Bahkan, Gojek yang dikenal sebagai aplikasi transportasi justru kini ikut menawarkan investasi jual beli emas. Tak hanya itu, kredit digital seperti Akulaku ikut menawarkan produk investasi berupa peer to peer lending (P2P) yang bekerjasama dengan perusahaan Asetku.

Agustina Fitria, perencana keuangan Oneshildt Financial Planner, mengatakan bahwa platform digital sebenarnyan hanya sebagai agen. Ada product owner yang memiliki produk tersebut.

Nah, investor juga perlu tahu siapa yang membuat produk tersebut. Lantas, mengamati sejarah perusahaanya serta melihat laporan keuangannya apakah positif atau justru kerap mengalami kerugian.

Menurut Widya Yuliarti, perencana keuangan Komunitas Menyala, dengan model tersebut sebenarnya memudahkan konsumen untuk berinvestasi meski dari rumah saja.

Akan tetapi, dengan keterbatsan indormasi pada platform tersebut, calon investor harus mencari tahu lebih dalam produk yang ditawarkan.

"Sebelum memutuskan investasi, baiknya mengkroscek dengan siapa platform itu bekerjasama Hanya saja, investor harus mengkroscek, platform tersebut bekerja sama. Dan caru tau pula apakah sudah terdaftar di OJK," kata Widya.

Contohnya P2P dari Akulaku bekerjasama dengan Asetku yang mana perusahaan tersebht memang sudah bergelut di jenis investasi tersebut. Widya bilang aman saja jika memang tertarik untuk memanfaatkannya lantaran perusahaan sudah terdaftar.

Setelah mengetahui siapa yang membuat produk tersebut, Agustina menyarankan inevstor untuk memahami produknya. Jangan sampai, ketika akan menjual atau mencairkan hasil investasi tersebut terjadi kesalahpahaman. Makanya, inevstor harus mencari tahu langsung dari pemilik produk.

 "Ya memang jadi ada effort lebih yang dikeluarkan agar lebih paham," kata Agustina

Menurunya, produk investasi di platform digital cocok bagi pemula yang masih terbatas pengetahuannya soal investasi. Dengan kemudahan yang ditawarkan diharapkan sejak dini sudah memulai investasi meski dengan setoran yang kecil.

Info saja, memang investasi lewat platform digital menawarkan setoran yang terbilang murah. Sebut saja reksadana mulai dari Rp 10.000. Lantas, pembelian emas bisa hanya dari pembulatan belanja di marketplace seperti Tokopedia. Lalu, untuk P2P bisa dimulai dari Rp 50.000 saja.

Namun, Agustina menegaskan untuk produk P2P tidak cocok dimanfaatkan untuk pemula. Produk tersebut memang menawarkan bunga yang tinggi, akan tetapi risikonya pun juga tinggi. "Kalau hanya Rp 50.000 ya tidak apa-apa. Untuk coba-coba. Tapi, jika masih pemula dan dananya besar, harus hati-hati terjadi gagal bayar," pesan Agustina.

 Sementara Widya berpendapat siapapun bisa memanfaatkan aplikasi tersebut untuk berinvestasi. Tidak hanya diperuntukan bagi pemula. Dan jika menang tertarik untuk .enginvestasikan semua dana lewat platform tersebut tidak masalah dan aman-aman saja. Lagipula, platform yang diumpamakan oleh Widya sebagai sebuah Mal dengan beragam produk itu sudah berizin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

7 Hobi yang Buat Pintar, Senjata Rahasia untuk Jaga Ketajaman Berpikir Anda

Temukan ragam hobi yang buat pintar dan mampu mengasah ketajaman otak. Aktivitas ini menjadi investasi terbaik untuk meningkatkan kecerdasan.

Dari Checkout hingga Terpasang, Begini Cara Pakai Fitur Baru Lazada

​Proses belanja furnitur di Lazada kini lebih praktis karena pelanggan dapat memilih layanan instalasi saat checkout.

Tren Berbelanja Berubah, Live Shopping dan PayLater Makin Diminati

Cara masyarakat Indonesia berbelanja terus berubah seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.  

Futurepreneur Lab 2026, Bantu Startup Tahap Awal Lewat Program Akselerasi

WU Hub Coworking Space meluncurkan Futurepreneur Lab 2026 untuk membantu startup tahap awal mendapat validasi pasar dan gaet investor.

Imbas Efisiensi Anggaran, Damkar Yogyakarta Seleksi Ketat Pengaduan Warga

Damkar Yogyakarta memberlakukan filter laporan yang lebih ketat terhadap setiap pengaduan yang masuk dari masyarakat akibat efisiensi anggaran.

Redmi Note 15: Layar AMOLED 3.200 Nits, Skor AnTuTu 800 Ribuan

Layar AMOLED 6,77 inci Redmi Note 15 tembus 3.200 nits, menjanjikan visual tajam di luar ruangan. Cek detail performa gaming dan kamera 50MP! 

Produsen Nestle dan Makarizo (ADES) Siap Tantang Yupi di Bisnis Permen Gummy

PT Akasha Wira International Tbk (ADES) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juni 2026.

Tren Self-Care, Mandi Jadi Momen Me Time yang Digemari

Self-care tidak selalu membutuhkan waktu atau biaya besar. Aktivitas sederhana seperti mandi bisa menjadi cara untuk melepas penat.

IHSG Naik 2,83%, Saham Keluarga Kalla Masuk Top Gainer Pagi Ini (15/6)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertenaga. Indeks melaju 2,83% ke level 6.177,5 pada pukul 09:02 WIB. 

Harga Emas Antam Hari Ini Senin (15/6) Melonjak Rp 18.000 Jadi Rp 2.729.000

Harga emas batangan bersertifikat Antam hari ini keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak pada Senin (15/6).