MOMSMONEY.ID - Aktifkan beberapa pengaturan berikut untuk mengamankan akun WhatsApp. Pengguna kini bisa menetapkan kata sandi sepanjang 6 hingga 20 karakter untuk menjaga keamanan akun.
Filip Truta, pengamat media sosial dari Bitdefender.com, mengungkapkan, kata sandi tersebut nantinya akan diminta setiap kali Anda mencoba masuk melalui perangkat baru. Fitur ini dirilis untuk publik pada kuartal pertama 2026.
Yuk, langsung saja simak berbagai pengaturan untuk mengamankan akun WhatsApp:
Baca Juga: Riwayat Notifikasi Ponsel Berikan Cara Mudah Baca Chat WhatsApp yang Hilang!
1. Aktifkan verifikasi dua langkah
Verifikasi dua langkah tetap menjadi bentuk perlindungan paling krusial di WhatsApp. Bahkan, jika peretas berhasil mencuri kode SMS mereka tidak akan bisa mengakses akun tanpa PIN tersebut.
Cara mengaktifkannya, cukup buka WhatsApp, klik Pengaturan dan pilih Verifikasi dua langkah. Jika sudah diaktifkan, buat PIN 6 digit dan tambahkan alamat email pemulihan.
2. Aktifkan kata sandi akun WhatsApp
WhatsApp tengah menguji fitur kata sandi akun opsional yang berfungsi sebagai penghalang ketiga saat proses login. Kata sandi baru ini ditempatkan setelah kode SMS dan PIN verifikasi dua langkah.
Meski kedua pengamanan tersebut berhasil ditembus, akun akan tetap terkunci oleh kata sandi alfanumerik yang tersimpan di perangkat. Cukup buka Pengaturan, klik Akun dan buat kata sandi sepanjang 6-20 karakter yang terdiri dari setidaknya satu huruf dan satu angka.
Saat masuk, WhatsApp akan meminta kode SMS dan PIN verifikasi dua langkah.
3. Gunakan Passkey untuk cadangan terenkripsi
WhatsApp kini memungkinkan cadangan terenkripsi yang dilindungi oleh passkey yang terhubung dengan sidik jari, Face ID, atau kunci perangkat. Hal ini melindungi riwayat pesan yang tersimpan agar tidak dapat diakses tanpa izin.
Cara mengaktifkan cadangan terenkripsi dengan passkey yakni dengan membuka Pengaturan, klik Obrolan dan Cadangan Obrolan. Selanjutnya, ketuk Cadangan Terenkripsi End-to-end Encrypted Backup.
Jika Anda tidak dapat mengamankan cadangan dengan baik, menonaktifkan cadangan cloud jauh lebih aman daripada membiarkannya terekspos.
4. Lindungi alamat IP saat melakukan panggilan
Biasanya, panggilan WhatsApp menggunakan koneksi peer to peer untuk kualitas yang lebih baik. Koneksi langsung ini dapat mengekspos alamat IP Anda kepada pihak lain dalam panggilan tersebut.
Fitur “Lindungi Alamat IP dalam Panggilan” akan mengalihkan panggilan melalui server WhatsApp, sehingga lokasi Anda tetap tersembunyi. Cara mengaktifkannya cukup dengan membuka Pengaturan, klik Privasi dan aktifkan opsi Lindungi alamat IP dalam panggilan.
Kualitas panggilan akan sedikit menurun, tetapi lokasi akan tetap terlindungi.
Baca Juga: Dua Nomor WhatsApp Bisa Aktif di Satu HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Cek Caranya!
5. Aktifkan kunci perangkat
Fitur kunci aplikasi mencegah akses tanpa sidik jari atau Face ID. Cukup buka Pengaturan, pilih opsi Privasi, klik Kunci Aplikasi atau Kunci Sidik Jari.
Aktifkan fitur tersebut dan atur waktu penguncian otomatis untuk memberikan perlindungan terhadap akses yang tidak direncanakan.
6. Periksa perangkat yang tertaut secara berkala
Memeriksa daftar perangkat akan membantu menutup akses yang tidak disadari. Cara memeriksanya adalah dengan membuka Pengaturan, klik Perangkat Tertaut dan tinjau sesi yang sedang aktif.
Segera keluar dari perangkat yang tidak dikenali. Perlu diketahui juga bahwa fitur Account Protect dari WhatsApp memberikan lapisan keamanan tambahan saat pemindahan akun ke perangkat baru.
Jika seseorang mencoba memindahkan akun Anda ke ponsel lain, WhatsApp akan meminta konfirmasi dari perangkat yang sedang Anda gunakan saat ini sebelum proses pemindahan dapat diselesaikan. Hal ini mengurangi risiko pengambilalihan akun secara diam-diam.
Meski demikian, fitur ini sebaiknya dianggap sebagai lapisan perlindungan cadangan. Verifikasi dua langkah dan kata sandi akun tetap menjadi pertahanan yang jauh lebih kuat terhadap serangan seperti pencurian kode verifikasi.
Demikian beberapa pengaturan untuk mengamankan akun WhatsApp.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News