MOMSMONEY.ID - Ini 9 cara aman bertransaksi digital untuk menghindari phishing dan social engineering, serta menjaga data pribadi tetap aman.
Transaksi digital kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat, mulai dari membayar tagihan hingga mengirim uang lewat ponsel.
Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko penipuan yang perlu diwaspadai. Phishing dan social engineering menjadi dua modus yang kerap memanfaatkan kelengahan pengguna untuk mencuri data atau mengelabui korban.
Melansir dari laman website btn.co.id, keamanan transaksi digital juga bergantung pada kebiasaan pengguna dalam melindungi informasi pribadi.
“PIN, kata sandi, dan kode OTP harus dijaga kerahasiaannya serta tidak dibagikan kepada pihak lain,” dikutip dari laman website btn.co.id.
Lantas, bagaimana cara menjaga akun dan dana agar tetap aman saat bertransaksi secara online?
Baca Juga: Stres Finansial Bikin Pikiran Kacau? Ini 6 Cara Sederhana Mengatasinya
Mengapa phishing dan social engineering perlu diwaspadai?
Phishing merupakan penipuan melalui tautan, email, atau pesan palsu yang menyerupai layanan resmi. Sementara itu, social engineering adalah teknik manipulasi yang membuat korban percaya kepada pelaku hingga bersedia memberikan informasi rahasia atau mengikuti instruksi tertentu.
Modusnya beragam, mulai dari telepon palsu yang mengatasnamakan petugas hingga aplikasi mencurigakan. Pelaku biasanya menciptakan situasi mendesak agar korban bertindak tanpa memeriksa kebenaran informasi.
9 cara menjaga keamanan transaksi digital
Gunakan kata sandi yang kuat
Buat kata sandi panjang dan sulit ditebak. Hindari menggunakan tanggal lahir atau kata sandi yang sama untuk berbagai akun, terutama layanan keuangan.
Aktifkan autentikasi dua faktor
Fitur autentikasi dua faktor (2FA) menambah perlindungan akun dari akses tidak sah. Meski begitu, kode OTP tetap rahasia dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun.
Perbarui kata sandi jika diperlukan
Segera ganti kata sandi ketika menemukan aktivitas mencurigakan atau menduga akun telah bocor. Utamakan akun perbankan dan email yang terhubung dengan layanan keuangan.
Hindari Wi-Fi publik saat bertransaksi
Gunakan jaringan pribadi atau data seluler ketika mengakses layanan keuangan. Hindari memasukkan informasi sensitif melalui jaringan yang tidak dikenal.
Pantau riwayat transaksi
Periksa saldo, mutasi rekening, dan notifikasi pembayaran secara rutin. Jika menemukan transaksi yang tidak dikenal, segera hubungi penyedia layanan melalui kanal resmi.
Unduh aplikasi dari sumber resmi
Jangan memasang aplikasi dari tautan yang dikirim orang tidak dikenal. File APK mencurigakan dapat mengandung malware yang berpotensi mencuri data.
Baca Juga: Ada 5 Pola Pikir yang Bikin Anda Kebebasan Finansial Secara Mandiri
Jaga kerahasiaan data pribadi
Jangan memberikan PIN, kata sandi, atau OTP kepada pihak yang mengaku sebagai petugas. Periksa identitas pihak yang meminta informasi melalui saluran resmi.
Lindungi ponsel dengan fitur keamanan
Aktifkan kunci layar, gunakan biometrik jika tersedia, dan perbarui sistem operasi secara berkala. Hindari menyimpan informasi perbankan dalam catatan yang mudah diakses.
Periksa transaksi sebelum menyetujuinya
Pastikan nama penerima, nominal, dan tujuan pembayaran sudah benar. Jangan terburu-buru memindai kode QR atau mengikuti instruksi dari pihak yang belum terverifikasi.
Apa yang harus dilakukan jika menjadi korban penipuan digital?
Jika terlanjur mengeklik tautan phishing atau menemukan transaksi mencurigakan, jangan panik. Segera lakukan langkah berikut:
- Hubungi bank atau penyedia pembayaran melalui kanal resmi untuk mengamankan akun.
- Ganti kata sandi akun yang terdampak, termasuk email jika berisiko disusupi.
- Hentikan penggunaan perangkat untuk transaksi jika dicurigai terinfeksi malware.
- Simpan bukti berupa tangkapan layar, pesan, nomor telepon, dan detail transaksi.
- Laporkan kejadian kepada pihak berwenang melalui saluran resmi yang tersedia.
Hindari memberikan OTP atau membayar biaya tambahan kepada pihak yang menjanjikan pengembalian dana. Penanganan cepat dapat membantu membatasi risiko kerugian lebih lanjut.
Phishing dan social engineering dapat menyasar siapa saja, sehingga kewaspadaan menjadi bagian penting dalam transaksi digital. Gunakan kata sandi unik, aktifkan autentikasi dua faktor, pantau transaksi, dan lindungi informasi pribadi.
Sebelum mengeklik tautan atau menyetujui pembayaran, periksa kembali informasi dan identitas pihak yang menghubungi. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga keamanan akun dan dana saat beraktivitas di dunia digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News