M O M S M O N E Y I D
Bugar

7 Gejala dan Tanda Menyeramkan Akibat Kekurangan Magnesium

Penulis: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Kekurangan magnesium bisa menyebabkan banyak hal dalam tubuh. Tak heran, jika magnesium dikatakan sebagai mineral penting yang mengendalikan beberapa fungsi penting dalam tubuh.

Melansir Holland and Barrett.com, tubuh manusia menggunakan zat magnesium pada lebih dari 300 reaksi biokimia dalam berbagai fungsi mulai dari tulang, energi, saraf, gula darah, jantung, hingga otak.

Bagaimana jika mengalami defisiensi magnesium? Untuk selengkapnya, simak tanda kekurangan magnesium berikut ini.

Sering kram, tremor, dan kedutan

Tangan kram
Tangan kram

Sering kedutan, tremor, dan kram otot merupakan deretan tanda kekurangan magnesium. Skenario terburuk jangka panjang kekurangan magnesium bisa menyebabkan kejang-kejang.

Baca Juga: Bikin Massa Otot Bertambah, Konsumsi 4 Makanan Pembentuk Otot Ini Setiap Pagi

Melansir dari Healthline, para ilmuwan percaya bahwa gejala-gejala ini disebabkan aliran kalsium yang lebih besar ke dalam sel-sel saraf. Ini membuat hiperstimulasi yang berlebihan ke saraf otot.

Tak nafsu makan

Salah satu tanda hypomagnesemia atau kekurangan magnesium menurut ro.co ialah hilangnya nafsu makan. Gejala ini tidak spesifik dan sulit dijabarkan.

Namun hampir semua orang yang terkena defisiensi magnesium akan mengalami hal ini.

Osteoporosis

Orang-orang yang mengalami kekurangan magnesium rentan terhadap osteoporosis. Sebab magnesium merupakan mineral penting untuk pertumbuhan dan sekaligus mempertahankan kekuatan tulang dalam tubuh.

Melansir Biosphere Nutrition, kekurangan magnesium dapat melemahkan tulang dan menurunkan kadar kalsium yang biasanya digunakan tulang untuk tumbuh kembang.

Baca Juga: Sering Kesemutan? Ketahui 5 Gejala Aneh Pada Tubuh Saat Kekurangan Zat Besi

Masalah mental

Seseorang mengalami depresi
Seseorang mengalami depresi

Kurangnya kadar magnesium berkaitan dengan kesehatan mental.

Faktanya, melalui Holland and Barrett.com, sebuah tinjauan ilmiah di tahun 2015 terhadap lebih dari 19.000 pasien menemukan keterkaitan antara depresi dengan kekurangan magnesium.

Para ilmuwan juga menyoroti gejala kecemasan ringan yang menjadi tanda kekurangan magnesium.

Baca Juga: 5 Makanan Ini Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah

Debaran jantung tak teratur

Magnesium diketahui merupakan zat yang dapat mendukung kesehatan jantung. Akibat kekurangan magnesium, maka tak heran apabila terjadi ketidakseimbangan kalium pada otot jantung.

Ketidakseimbangan kalium membuat debaran jantung jadi tak teratur. Adapun beberapa orang yang mengalami gejala sakit kepala ringan.

Tekanan darah naik

Meski belum teruji pada manusia, namun uji penelitian langsung pada hewan membuktikan bahwa kekurangan magnesium menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Ini tentu saja memperkuat risiko penyakit jantung.

Namun bukti lain yang mendukung penelitian ini ialah ada banyaknya ulasan terhadap konsumsi suplemen magnesium yang dapat menurunkan tekanan darah, terutama pada orang dewasa.

Baca Juga: 5 Jenis Makanan Penambah Tinggi Badan Anak di Masa Pertumbuhan

Kelelahan luar biasa

Kelelahan akut
Kelelahan akut

Kelelahan, baik mental dan fisik, biasanya menjadi gejala umum ciri dari kekurangan magnesium. Rasa parah ini dialami secara terus menerus dan semakin parah.

Kelemahan akut terjadi ketika Anda kekurangan mineral. Kekurangan magnesium membuat jumlah potasium dalam sel otot berkurang. Akibatnya, elektrolit dalam tubuh jadi tidak seimbang dan mengakibatkan dehidrasi, kelelahan, dan kelemahan.

Itulah berbagai gejala kekurangan magnesium. Mari cegah gejalanya dengan rutin mengonsumsi aneka makanan sehat dan suplemen tubuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.