MOMSMONEY.ID - Wanita menikah perlu punya perlindungan keuangan sendiri. Simak 5 langkah ini untuk menjaga tabungan, aset, dan masa depan keluarga.
Menikah memang tentang berbagi kehidupan, termasuk urusan keuangan. Namun, bukan berarti setiap keputusan finansial harus bergantung pada pasangan.
Perubahan hidup seperti kehilangan pekerjaan, perceraian, atau pasangan meninggal dunia bisa berdampak besar pada kondisi ekonomi keluarga.
Melansir dari Forbes, kemandirian finansial menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan perempuan untuk menghadapi berbagai kemungkinan tersebut.
“Memiliki perlindungan keuangan sendiri bukan berarti tidak percaya pasangan, tetapi menjadi langkah bijak untuk menghadapi risiko yang tidak terduga,” dikutip dari Forbes.
Baca Juga: 7 Aset Kelas Atas yang Jarang Dipahami Kelas Menengah, Bisa Jadi Peluang Finansial
Memiliki rekening pribadi
Rekening bersama memang praktis untuk membayar kebutuhan rumah tangga. Meski begitu, rekening pribadi bisa membantu perempuan tetap memiliki akses terhadap uang ketika terjadi keadaan darurat.
Sisihkan dana secara rutin sesuai kemampuan. Jika memungkinkan, kumpulkan dana darurat untuk memenuhi kebutuhan pokok selama tiga hingga enam bulan.
Membangun riwayat kredit sendiri
Jangan hanya mengandalkan kartu kredit tambahan milik pasangan. Memahami riwayat kredit atas nama sendiri dapat membantu ketika suatu saat kamu membutuhkan pembiayaan.
Jika menggunakan kartu kredit, sesuaikan pemakaian dengan kemampuan dan bayar tagihan tepat waktu. Di Indonesia, informasi kredit juga dapat diperiksa melalui layanan SLIK OJK.
Memahami status kepemilikan aset
Rumah, kendaraan, dan aset lainnya perlu memiliki dokumen yang jelas. Jangan berasumsi bahwa nama dalam dokumen pinjaman otomatis tercantum sebagai pemilik aset.
Periksa sertifikat dan dokumen kepemilikan bersama pasangan. Jika ada persoalan mengenai harta perkawinan atau warisan, konsultasikan dengan notaris atau ahli hukum yang memahami aturan di Indonesia.
Mengetahui kondisi keuangan keluarga
Kedua pasangan sebaiknya memahami kondisi keuangan rumah tangga secara menyeluruh. Bukan hanya tabungan, tetapi juga cicilan, utang, investasi, dan perlindungan asuransi.
Buat catatan sederhana mengenai rekening, kewajiban bulanan, serta penerima manfaat asuransi. Periksa kembali secara berkala agar tidak ada informasi penting yang terlewat.
Baca Juga: Stres Finansial Bikin Pikiran Kacau? Ini 6 Cara Sederhana Mengatasinya
Menyiapkan akses dokumen penting
Memiliki tabungan saja belum cukup jika kamu tidak mengetahui cara mengaksesnya saat keadaan darurat. Karena itu, simpan dokumen keuangan di tempat aman dan pastikan pasangan mengetahui prosedur yang diperlukan.
Gunakan pengelola kata sandi tepercaya, aktifkan pengamanan tambahan, dan pelajari pilihan surat kuasa sesuai hukum Indonesia. Ingat, mengetahui kata sandi pasangan tidak otomatis memberikan kewenangan hukum untuk mengelola seluruh asetnya.
Menjaga kemandirian finansial tanpa mengurangi kepercayaan
Perlindungan keuangan bukan berarti harus mencurigai pasangan atau memisahkan semua penghasilan. Justru, keterbukaan soal uang bisa membantu rumah tangga lebih siap menghadapi situasi yang tidak direncanakan.
Mulailah dari hal sederhana, seperti menyiapkan dana darurat, memahami kepemilikan aset, dan membicarakan rencana keuangan bersama. Langkah yang konsisten, perempuan dapat menjaga kemandirian finansial sekaligus membantu keluarga memiliki masa depan yang lebih terencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News