M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

2023 Jadi Tahun Roller Coaster, Robert Kiyosaki Beri Saran Investasi di 3 Aset Ini

Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Investor Robert Kiyosaki mengungkapkan, tahun 2023 akan menjadi tahun roller coaster. Ia pun menyarankan untuk investasi di 3 aset berikut ini.

"Tahun 2023 akan menjadi tahun yang menyenangkan sekaligus menantang. Berhati-hatilah dan bersiaplah untuk tahun roller coaster," kata Kiyosaki di akun Twitter-nya, 1 Januari lalu.

Dia pun menyarankan untuk investasi di 3 aset berikut:

Baca Juga: Simak, Ini Alasan Robert Kiyosaki Investasi dalam Bitcoin

Bitcoin

Kiyosaki berinvestasi dalam Bitcoin. "Saya sangat senang dengan Bitcoin," sebut Kiyosaki di akun Twitter-nya, 31 Desember lalu.

"Mengapa? Karena Bitcoin diklasifikasikan sebagai komoditas seperti emas, perak, dan minyak," ungkapnya.

Menurut Kiyosaki, sebagian besar mata uang kripto diklasifikasikan sebagai security.

Tapi, peraturan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) akan menghancurkan sebagian besar dari mata uang kripto. 

"Saya membeli lebih banyak Bitcoin," ujar penulis buku populer Rich Dad Poor Dad ini.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Sarankan untuk Beli 2 Aset Ini Sekarang, Ini Alasannya

Emas dan Perak

Kiyosaki menyebutkan, inflasi naik, suku bunga bergerak naik, dan pasar saham ambruk.

"(Ketiganya) mengirimkan emas dan perak lebih tinggi. Mungkin kesempatan terakhir untuk membeli emas dan perak dengan harga rendah ini," kata Kiyosaki di akun Twitter-nya, 27 Desember lalu.

"Saya memperkirakan perak akan mencapai US$ 75 dan emas menjadi US$ 3.800 per ons troi pada tahun 2023," ujar Kiyosaki di akun Twitter-nya, 30 Desember lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.