M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Tak Perlu Panik, Ini Penyebab Anak Balita Berbicara Gagap dan Cara Menghadapinya

Tak Perlu Panik, Ini Penyebab Anak Balita Berbicara Gagap dan Cara Menghadapinya
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Ketika seorang anak mengalami kesulitan berbicara dan cenderung mengulangi suku kata, suara, atau kata-kata, maka dapat dicurigai bahwa mereka menderita gagap.

Meski kegagapan yang anak alami bisa dengan mudah membuat orang tua khawatir, faktanya gagap pada kebanyakan anak merupakan bagian dari proses belajar merangkai kata menjadi kalimat.

Mengapa anak balita cenderung gagap saat berbicara?

Gagap pada anak balita dapat terjadi karena berbagai alasan. Biasanya, kegagapan dapat dialami oleh anak-anak ketika mereka kesulitan untuk mempelajari waktu dan ritme bicara yang normal atau berpikir lebih cepat daripada berbicara. Dalam kasus seperti itu, anak cenderung mengulangi kata-katanya secara berkesinambungan.

Baca Juga: Mengenal Elemen Taman Bergaya Mediterania yang Cantik dan Eksotik

Adapun kondisi gagap dapat meningkat ketika anak jatuh sakit, cemas, atau bersemangat.

Apakah anak balita yang berbicara gagap itu normal?

Gagap adalah suatu hal yang normal terjadi pada anak balita berusia 2-3 tahun. Kendati begitu, sebagian besar balita bisa mengatasi masalah tersebut tanpa bantuan orang lain.

Jika anak balita Anda terus berbicara gagap selama lebih dari 3 bulan dan itu memengaruhi kualitas komunikasinya, maka itulah waktu yang tepat bagi Anda untuk mencari bantuan medis.

Seberapa umum gagap terjadi pada anak balita?

Menurut American Academy of Pediatrics, 1 dari 20 anak balita berbicara dengan gagap.

Sebagian besar kegagapan terjadi pada anak berusia 2 dan 3 tahun. Dan, dibandingkan dengan anak perempuan, anak laki-laki lah yang cenderung berbicara dengan gagap.

Cara menghadapi anak balita yang berbicara gagap dengan tepat

1. Jangan dijadikan sebagai masalah besar

Hal pertama yang harus Anda lakukan saat menjumpai anak balita Anda berbicara gagap yaitu dengan tidak menjadikannya sebagai masalah besar.

Jika Anda membesar-besarkannya, itu hanya akan meningkatkan frustasi dan kecemasan pada anak Anda sekaligus memperburuk situasi.

2. Cukup dengarkan

Cobalah untuk mendengarkan dengan sabar apapun yang dikatakan oleh anak balita Anda.

Dengarkan secara saksama segala perkataan anak Anda tanpa perlu memperbaiki kegagapannya.

3. Jangan menginterupsi

Jangan menginterupsi atau menyela anak balita Anda saat mereka sedang berbicara. Alih-alih melakukannya, dengarkanlah anak dengan penuh minat dan tunggulah sampai mereka menyelesaikan perkataannya sebelum Anda merespons.

Jika kegagapan telah menghalangi anak untuk menyelesaikan kalimatnya, maka Anda bisa menyelesaikan kalimat tersebut untuk mereka.

4. Bicaralah kepada anak dengan nada lambat

Tatkala mengobrol bersama anak balita Anda, berusahalah untuk berbicara kepada mereka secara lambat.

Hal ini dilakukan untuk mendorong anak meniru gaya bicara Anda yang melambat. Ini juga berguna untuk mengurangi kecemasan yang mungkin anak Anda alami akibat kegagapannya.

5. Bantu anak membangun kepercayaan diri

Pujilah anak balita Anda untuk semua aktivitas yang telah mereka lakukan dengan baik. Kebiasaan ini bertujuan untuk membantu anak membangun kepercayaan diri dan harga dirinya.

Pastikan pujian yang Anda berikan kepada anak tulus dan bersikaplah se-spesifik mungkin.

6. Jangan menunjukkan kepada anak bahwa Anda kesal

Jangan menunjukkan tanda-tanda bahwa Anda merasa kesal atau frustasi karena kegagapan anak. Jangan juga mempermalukan anak dengan mengatakan “Kenapa kamu gagap?”, “Bukankah aku sudah memintamu untuk berbicara pelan-pelan?”, atau “Katakan lagi perkataanmu dengan jelas!”.

Ingatlah untuk tidak mengatakan hal seperti itu kepada anak balita Anda terutama di depan orang lain.

Moms, Anda sangat dianjurkan untuk berbicara kepada dokter anak jika anak balita Anda cenderung sering mengulangi suara atau bagian kata tertentu.

Ketika kegagapan pada anak berlanjut dan mulai menjadi parah, terapi wicara mungkin diperlukan untuk memperbaiki masalah kegagapan yang mereka alami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

6 Makanan yang Bikin Risiko Kanker Meningkat jika Dikonsumsi

Hati-hati! Rupanya ini, lho, makanan yang bikin risiko kanker meningkat jika dikonsumsi. Apa saja?    

Promo A&W Sharing Meal Januari 2026, Paket Aroma Chicken Hemat untuk Rame-Rame

A&W hadirkan promo Sharing Meal selama Januari 2026. Ada paket Aroma Chicken favorit yang hemat untuk santap nikmat bersama keluarga tercinta. 

Bukan Cuma Skincare, Ini 7 Buah Anti Penuaan Dini yang Kaya Antioksidan

Sederet buah-buahan ini memiliki kandungan bermanfaat bagi kulit, salah satunya antioksidan. Dapatkan kulit sehat dengan rutin mengonsumsinya.

Samsung A16 HP untuk Jangka Panjang, Ada Update OS 6 kali & Keamanan 6 Tahun

Samsung A16 adalah penerus Samsung A15. HP untuk jangka panjang ini tawarkan update OS selama 6 kali & update keamanan hingga 6 tahun lamanya.

Awal Tahun Hemat Pakai Promo HokBen & SeaBank, Beli Menu Favorit Free Hoka Hemat

HokBen hadirkan promo Exclusive Deals dengan SeaBank selama Januari 2026. Tiap beli menu apa saja, bisa dapat Hoka Hemat gratis.

Waspada! Akun WhatsApp Bisa Diretas Tanpa Perlu OTP, Ini Solusi yang Bisa Dicoba

Akun WhatsApp bisa diretas tanpa perlu OTP. Modus penipuan bernama GhostPairing memungkinkan peretas untuk memata-matai obrolan tanpa OTP. 

Promo JSM Alfamidi Periode 2-4 Januari 2026, Bimoli 5 Liter Harga Spesial!

Cek dan manfaatkan promo JSM Alfamidi periode 2-4 Januari 2026 untuk belanja hemat selama akhir pekan ini.  

Jadwal KRL Jogja–Solo untuk 3-4 Januari 2026, Cek Akhir Jam Tambahannya

Bagi kamu yang ingin bepergian dari Yogyakarta ke Solo, ini jadwal KRL Jogja–Solo untuk 3-4 Januari 2026, cek akhir jam tambahannya.  

7 Cara Menjaga Kesehatan Otak saat Usia Lanjut

Ada beberapa cara menjaga kesehatan otak saat usia lanjut, lho. Mari intip beberapa caranya di sini!​

Fenomena Flamingo Era: Saat Bunda Kehilangan Jati Diri demi Keluarga

Menjalani peran besar dalam sebuah keluarga, rupanya bunda merindukan kegiatan me time dalam keseharian