M O M S M O N E Y I D
Santai

Sinopsis Sinden Gaib, Film Horor Indonesia Baru Tayang di Bioskop

Sinopsis Sinden Gaib, Film Horor Indonesia Baru Tayang di Bioskop
Reporter: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Bisa ditonton di bioskop, simak sinopsis film horor terbaru Indonesia berjudul Sinden Gaib di sini.

Film horor Indonesia kembali merilis sebuah film menegangkan yang penuh cerita seram berjudul Sinden Gaib di bioskop.

Sinden Gaib sendiri akan mulai tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 22 Februari 2024.

Menariknya, jalan cerita dari film Sinden Gaib yang dibintangi oleh Sara Fajira, Riza Syah, Dimas Aditya ini diangkat dari kisah nyata.

Sebelum mulai nonton filmnya, simak sinopsis film Sinden Gaib di sini.

Baca Juga: Ada Pee Mak, Coba Tonton 6 Rekomendasi Film Horor Romantis Ini Yuk

Seorang wanita bernama Ayu (Sara Fajira) jiwanya menyatu dengan roh sinden pada tahun 2010.

Hal ini bermula saat Ayu dan temannya sedang syuting sebuah tarian di Watu Kandang, Kabupaten Trenggalek.

Secara diam-diam ada salah satu dari mereka yang mengambil batu keramat dari sekitar lokasi syuting.

Yang kemudian membuat Ayu dihantui oleh hantu sinden bernama Sarinten.

Konon Sarinten adalah arwah sinden dari Banyuwangi yang kemudian tinggal di Trenggalek setelah diusir dari kampunya.

Baca Juga: Catat Tanggalnya, 5 Film Horor Indonesia bakal Tayang di Bioskop Sepanjang Februari

Kisah hidup Ayu pun berubah sejak dihantui Sarinten. Bahkan kesehariannya dipenuhi berbagai hal mistis.

Berbagai cara dilakukan untuk membebaskan Ayu dari gangguan sosok Sarinten, sang hantu sinden.

Mulai dari meminta bantuan banyak paranormal hingga harus melibatkan pembuat konten supranatural.

Namun gangguannya tidak berkurang dan bertambah parah. Kini jiwanya justru makin menyatu dengan sosok Sinden dari alam gaib tersebut.

Cara apa yang akhirnya diambil untuk membebaskan Ayu dari sinden gaib, Sarinten? Simak kelanjutan ceritanya di bioskop.

Berikut ada juga trailer film horor Sinden Gaib yang bisa ditonton sebelum nonton film ini si seluruh bioskop Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​