M O M S M O N E Y I D
AturUang

Sebelum Pinjam di Fintech. Pahami Dua Jenis Pinjaman di Fintech Berikut ini

Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY.ID – Di era serba digital ini, aktivitas pinjam meminjam bisa dilakukan hanya dengan memanfaatkan smartphone. Saat ini terdapat beberapa layanan produk pinjaman online salah satunya adalah fintech p2p lending.

Layanan pinjam meminjam uang dari fintech p2p lending ini adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman (lender) dengan penerima pinjaman (borrower) dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang Rupiah secara langsung melalui sistem elektronik.

Nah, kehadiran fintech p2p lending ini, Anda dapat mengajukan pinjaman untuk berbagai kebutuhan secara praktis. Pinjaman dari fintech p2p lending ini relatif lebih praktis karena semua prosedur dapat dilakukan melalui situs atau aplikasi, dan dokumen yang dibutuhkan umumnya hanya KTP.

Baca Juga: 2 Resep Siomay, Dumpling Terlezat Nomor 1 di Dunia Versi Taste Atlas

Selain praktis, pendanaan melalui fintech p2p lending juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Saat ini terdapat dua layanan pendanaan yaitu pendanaan produktif dan konsumtif. Apa saja sih definisinya? Yuk simak catatannya dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah ini :

  1. Pendanaan produktif adalah pendanaan untuk usaha yang menghasilkan barang/ jasa, termasuk usaha yang memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan bagi penerima dana.

Layanan ini dapat menjadi alternatif sumber pendanaan bagi pengusaha UMKM yang membutuhkan pinjaman untuk modal usaha atau membantu cash flow perusahaan. 

  1. Layanan yang kedua adalah pendanaan konsumtif yaitu pendanaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh Penerima Dana untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha atau aktivitas produktif dalam jangka waktu yang diperjanjikan.

Berbeda dengan pendanaan produktif, pendanaan konsumtif relatif lebih bebas pengunaannya. Oleh karena itu, pendanaan ini cocok untuk membantu konsumen dalam memenuhi kebutuhan pribadi.

Baca Juga: 5 Jenis Parfum Sesuai Tingkat Ketahanannya, Jangan Sampai Salah Pakai

Nah, selain mengenali perbedaan tujuan penggunaan dana, Anda juga perlu mengenali beberapa perbedaan fitur pendanaan produktif dan konsumtif sebagai berikut:

  • Jumlah pinjaman: jumlah pinjaman yang dapat diajukan dalam pendanaan produktif biasanya lebih besar dibandingkan pendanaan konsumtif.
  • Tenor pinjaman: tenor pinjaman dalam pendanaan produktif biasanya lebih panjang dibandingkan pendanaan konsumtif, hal ini juga sejalan dengan jumlah pinjaman yang diajukan.
  • Analisis risiko: dalam pendanaan produktif bermanfaat untuk menghindari gagal bayar. Analisis ini berupa verifikasi dan pengecekan perusahaan yang mengajukan pendanaan. Sedangkan pada pendanaan konsumtif umumnya tidak ada analisis risiko, sehingga konsumen harus bijak dalam mengajukan pinjaman agar terhindar dari gagal bayar.
  • Dokumen pendukung: dalam pendanaan produktif umumnya perlu melampirkan dokumen penggunaan dana (profil usaha, legalitas perusahaan, laporan keuangan, invoice, dll) untuk dianalisis. Sedangkan pada pendanaan konsumtif umumnya hanya membutuhkan KTP dan NPWP yang perlu dilampirkan.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan layanan pendanaan produktif dan konsumtif dalam fintech pendanaan bersama. Bagi Anda yang ingin mengajukan pinjaman atau pendanaan dari fintech jangan lupa pilih layanan sesuai dengan tujuan keuangan, jumlah pendanaan/pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayar, serta pastikan memilih layanan dari Fintech yang diawasi dan berizin OJK. Yuk jadi konsumen cerdas dan bijak dalam memanfaatkan produk keuangan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jangan Cuma Rajin Sikat Gigi, Ini Pentingnya Menjaga Microbiome Mulut

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 mengangkat pentingnya menjaga keseimbangan microbiome mulut.​    

4 dari 10 Anak Sekolah Alami Gigi Berlubang, Ini Imbauan Wamenkes

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono ungkap sekitar 4 dari 10 anak Indonesia yang bersekolah mengalami gigi berlubang.​  

Model Rumah Ukuran 6 × 12 Meter 1 Lantai Modern Tropical yang Hemat Biaya

Model rumah 6 × 12 meter 1 lantai modern tropical dengan denah 2 sampai 3 kamar dan estimasi biaya bangun hemat pada tahun 2026.

Bayar Pakai QRIS, ShopeePay Pastikan Pengguna Dapat Cashback Tiap Transaksi

ShopeePay menggelar kampanye Bayar QRIS Pasti Cashback hingga Rp 100.000. Tiap transaksi dipastikan dapat cashback.

Mau Kulit Glowing Tanpa Skincare? Minum 5 Infused Water Ini Secara Teratur

Kali ini MomsMoney akan membagikan resep 5 infused water untuk kulit glowing dari dalam. Yuk, simak dan catat!

Ide Rumah Minimalis Ukuran 7 × 9 Meter yang Nyaman dan Ramah Anak

Denah rumah minimalis 7 × 9 meter dengan tata ruang terbuka, ventilasi baik, dan desain nyaman untuk keluarga serta anak.

Berapa Persen Gaji Suami untuk Dana Pendidikan Anak? Ini Patokan yang Bisa Dipakai

Berapa persen gaji suami untuk dana pendidikan anak? Simak patokan 5–20% dan cara menentukan nominal yang sesuai kondisi keluarga.​

Pasar Modal Bisa Menjadi Salah Satu Alternatif Usaha Menengah Mencari Dana

Kementerian UMKM tengah mengadakan pendampingan bagi usaha kalangan menengah untuk bisa melantai di bursa lewat Rise to IPO. 

Cara Lindungi Keuangan Rumah Tangga dari Penipuan Digital saat HP Hilang

Ponsel hilang bisa membuka risiko keuangan. Simak cara amankan rekening, akun digital, dan anggaran rumah tangga dengan cepat.

Cinta Laura Baca 3 Buku Ini yang Bisa Bantu Membuka Perspektif

Cinta Laura membagikan tiga buku yang dia baca yang bantu melihat pengaruh lingkungan, memahami perilaku manusia, dan memperluas cara pandang.