M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Resep Tumis Daging Mongolia, Hidangan Daging Tipis yang Bukan dari Mongolia

Penulis: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Mongolian Beef atau yang lebih dikenal sebagai Tumis Daging ala Mongolia merupakan sebuah hidangan daging yang dimasak dengan cara ditumis dan dihidangkan di restoran Chinese.

Faktanya, dilansir dari The Woks of Life, Tumis Daging ala Mongolia ini bukan benar-benar berasal dari Mongolia.

Masakan yang berasal dari Mongolia rata-rata dimasak secara simpel, yakni hanya merebus daging, setelah itu hanya tinggal mencelupkannya ke dalam saus.

Nama “Mongolian Beef” atau “Daging ala Mongolia” diambil dari gaya memasak barbekyu Mongolia yang dimasak secara cepat dalam suhu yang tinggi.

Baca Juga: Resep Rujak Serut Asam Pedas, Cocok Dikonsumsi Saat Kumpul Bareng Teman!

Karena Tumis Daging ala Mongolia dibuat dengan mengiris daging secara tipis, maka daging yang dihasilkan sangat lembut dan lumer dimulut. Daging tersebut menyatu dengan berbagai bumbu yang sudah ditambahkan.

Tumis Daging ala Mongolia yang super lembut ini bisa dimasak hanya dalam waktu 25 menit saja. Langsung intip resepnya yang dilansir dari Kewpie berikut ini, yuk!

Baca Juga: Resep Kering Tempe Teri, Masakan Praktis untuk Bekal ke Kantor

Bahan:

  • 400 gram daging sapi, iris tipis
  • 100 gram wortel, iris serong tipis
  • 1 sdm mentega tawar
  • ½ buah bawang Bombay, iris tipis
  • 2 siung bawang putih, memarkan
  • 2 ruas jahe, iris tipis
  • 1 batang daun bawang
  • 2 sdm gula merah
  • 1 sdt lada hitam
  • Air kaldu secukupnya
  • Salad dressing kecap ala Jepang secukupnya

Baca Juga: Cara Masak ala Meksiko, Bikin Masakan Anda Kian Pedas!

Cara Membuat Tumis Daging Ala Mongolia:

  • Panaskan mentega, tumis bawang bombay, bawang putih, dan jahe hingga harum
  • Masukkan daging, masak hingga berubah warna.
  • Tambahkan air kaldu, Salad dressing kecap ala Jepang, gula merah, dan lada hitam. Masak hingga daging matang.
  • Masukkan wortel, masak hingga matang, aduk rata.
  • Sesaat sebelum diangkat, tambahkan daun bawang, aduk hingga rata.
  • Angkat dan sajikan Tumis Daging ala Mongolia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Shio Besok Kamis 15 Oktober 2026, Kelinci Cemerlang, Naga Waspada

Cek ramalan shio besok Kamis 15 Oktober 2026 untuk 12 shio. Simak prediksi karier, keuangan, asmara, dan kesehatan selengkapnya.

Promo Alfamidi Ngartis 14-15 Oktober 2026, Clay Mask-Hair Serum Beli 1 Gratis 1

Cek promo Alfamidi Ngartis periode 1-15 Oktober 2026 untuk belanja Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1.

IHSG Rabu (14/10) Berbalik Naik 0,29% ke level 5.943, Asing Net Sell Jumbo

Setelah turun beberapa hari, IHSG pada Rabu (14/10) berbalik naik tipis. Asing mendominasi aksi jual saham hari ini.

Mulai Hujan Ringan, Simak Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Besok Kamis (15/10)

BMKG memprakirakan cuaca besok di wilayah Sulawesi Selatan akan mulai diguyur hujan dengan intensitas ringan. 

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok (15/10) Dominan Berawan, Suhu Bojonegoro Tembus 37°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur 15-16 Oktober didominasi berawan dan udara kabur, dengan suhu tertinggi 37°C.

Harga Buyback Emas Terkini: Pegadaian Naik Lagi Rp 7.000, Antam Stagnan

Harga buyback emas Pegadaian menjadi satu-satunya yang naik hari ini, sedangkan harga buyback Antam stagnan.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa Diprediksi Cerah, Suhu Tembus 37°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah didominasi cerah pada Kamis-Jumat (15-16/10), dengan suhu maksimum mencapai 37°C.

Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 14-15 Okt 2026, Quaker 3in1 Beli 2 Gratis 1

Selama 9-15 Oktober 2026, Hypermart mengadakan promo Beli Banyak Lebih Hemat. Cek agar tidak ketinggalan promonya.

Mayoritas Cuaca di Jawa Barat Besok (15/10) Berawan, Ini Daerah dengan Suhu Tertinggi

BMKG memprakirakan cuaca wilayah Jabar mulai Kamis-Jumat didominasi kondisi berawan, dengan suhu maksimum mencapai 38°C.

Harga Emas Dunia Turun Tiga Hari, Pasar Menanti Sinyal Inflasi AS

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember masih membayangi emas, sementara  permintaan fisik yang kuat menahan penurunan tajam.