M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Resep Tradisional Nasi Bakar Kalasan yang Mudah Ditiru

Resep Tradisional Nasi Bakar Kalasan yang Mudah Ditiru
Reporter: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Apabila Moms sedang ingin menyantap makan siang lezat, Nasi Bakar Kalasan adalah jawaban yang pas.

Bumbu Kalasan sendiri berasal dari Yogyakarta. Jika biasanya bumbu Kalasan digunakan untuk sajian ayam bakar, maka kali ini sajian utamanya berupa nasi bakar.

Sensasi masakan tradisionalnya kuat terasa saat menyantap sajian Nasi Bakar Kalasan ini. Nasi Bakar Kalasan bisa dibuat untuk makan siang Moms hari ini.

Baca Juga: Resep Gurih Pedas Nasi Goreng Teri yang Istimewa, Simpel Banget!

Memasak Nasi Bakar Kalasan tergolong ke dalam masakan yang mudah dibuat. Ini karena Moms hanya perlu membeli bumbu Kalasan siap saji di swalayan terdekat dan memasaknya bersama berbagai isian seperti dada ayam, kemangi, dan jamur merang.

Melansir dari Dapur Kobe, simak resep tradisional Nasi Bakar Kalasan untuk makan siang hari ini, yuk!

Baca Juga: Resep Sedapnya Cumi Asin Bumbu Kalasan untuk Sarapan Pagimu

Bahan:

  • 500 gram nasi pulen
  • 25 gram bumbu komplit kalasan
  • 100 gram jamur merang, dipotong kasar
  • 150 gram dada ayam, dipotong kotak-kotak kecil

Baca Juga: Bikin Camilan Simpel Stik Otak-otak Goreng Kremes Sambal Kacang Yuk, Ini Resepnya!

  • 3 tangkai kemangi, ambil daunnya
  • 2 sdm minyak goreng
  • 75 ml santan kental
  • Daun pisang secukupnya

Baca Juga: 4 Tips Memasak Daging yang Matang, Lezat, dan Empuk Ala Restoran Bintang Lima

Cara Membuat Nasi Bakar Kalasan:

  1. Tumis daging ayam hingga berubah warna.
  2. Tambahkan jamur, santan, dan bumbu komplit kalasan. Aduk hingga rata dan matang.
  3. Tambahkan nasi, lalu aduk-aduk hingga rata.
  4. Angkat dan tambahkan daun kemangi. Aduk kembali hingga rata.
  5. Ambil 4-5 sdm nasi ke atas daun pisang. Gulung dan sematkan dengan lidi di kedua ujungnya.
  6. Kukus selama 15 menit. Angkat dan panggang di atas teflon.
  7. Angkat kembali setelah daun berwarna kecoklatan.
  8. Nasi Bakar Kalasan siap disajikan selagi hangat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​