M O M S M O N E Y I D
Hemat

Promo Tiket.com To Do Domestik sampai 4 Desember 2022, Nikmati Diskon Rp 500.000

Promo Tiket.com To Do Domestik sampai 4 Desember 2022, Nikmati Diskon Rp 500.000
Reporter: Rizka Noveliana  |  Editor: Rizka Noveliana


MOMSMONEY.ID - Liburan semakin seru dan hemat dengan promo tiket.com to do. Banyak hal yang bisa Anda lakukan dengan lebih hemat karena ada Diskon Tanggal Muda hingga Rp 500.000 untuk To Do domestik mulai dari 25 November-4 Desember 2022.

Bisa makin murah lagi karena ada fitur Jaminan Harga Termurah dari tiket.com. Jika Anda menemukan harga yang lebih murah, maka tiket.com bisa diganti selisih harganya 2x lipat dalam bentuk tiket Points. 

Melansir dari tiket.com, baca syarat dan ketentuan di bawah ini: 

Periode Promo: 25 November-4 Desember 2022

Periode Pemakaian: Kapanpun

Platform: IOS, Android

Transaksi Minimum: Rp 100.000

Baca Juga: Promo Traveloka 12.12 Sale Ada Diskon Tambahan Hotel & Holiday Stay Desember ini

Syarat dan Ketentuan :

  • Promo berlaku untuk To Do pilihan di Indonesia bertanda "DTM Promo", kecuali Tes COVID-19, Trans Group, ERHA Group, Ancol Group dan Taman Safari Indonesia Bogor.
  • Promo berlaku untuk pembelian melalui: Apps (Android & iOS)
  • Untuk mendapatkan promo, pelanggan harus log-in di tiket.com.
  • Potongan harga yang didapatkan diluar harga asuransi.
  • Program cicilan mengacu pada syarat dan ketentuan di halaman ini.
  • Promo tidak dapat digabung dengan promo lain dan/atau tiket Points.
  • Pembatalan voucher mengacu pada syarat dan ketentuan masing-masing partner dan setiap pengembalian dana pembatalan akan dikurangi dengan potongan harga promo.

Disclaimer:

  • tiket.com berhak mengubah syarat dan ketentuan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
  • tiket.com berhak membatalkan pesanan secara sepihak apabila ditemukan ketidaksesuaian syarat dan ketentuan yang berlaku atau ditemukan adanya indikasi kecurangan yang merugikan tiket.com.
  • Dengan mengikuti promo ini, pelanggan dianggap mengerti dan menyetujui semua syarat dan ketentuan yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​