M O M S M O N E Y I D
Santai

Pernah Mendengar Suara Diri Sendiri? Bisa Jadi Itu Internal Monolog Loh

Reporter: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Apakah Anda adalah salah satu orang yang suka berbicara sendiri dan ngobrol dengan diri sendiri?

Jika iya, mungkin Anda adalah salah satu pribadi yang bisa mengenali internal monologue.

Istilah inner atau internal monologue merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan obrolan yang terjadi dalam pikiran sendiri.

Internal monologue merupakan suara yang berasal dari dalam kepala sendiri. Fenomena ini merupakan fenomena normal yang kerap dirasakan oleh banyak orang normal.

Baca Juga: 4 Dampak Buruk Kebanyakan Main Hp Bagi Orang Dewasa Bisa Bikin Depresi

Namun, tak semua orang menyadari fenomena yang terjadi dalam diri mereka ini.

Melansir dari laman Health Line, fenomena internal monologue ini adalah fenomena yang berkembang dari kebiasaan masa kecil yang disebut dengan private speech.

Internal monologue memiliki manfaat yang baik dalam membantu mengatur segala kegiatan sehari-hari. Terutama membantu dalam mengatur pikiran dalam otak.

Biasanya internal monologue yang terjadi dalam otak merupakan obrolan yang digunakan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri.

Sehingga obrolan atau suara yang terdengar memiliki kecenderungan permasalahan pribadi atau pemikiran tentang sesuatu yang mengganggu pikiran.

Baca Juga: 6 Ide Self Care buat Orang-Orang Sibuk, Tak Perlu Keluar Biaya Juga lo

Hal lain yang patut diperhatikan tentang internal monologue adalah adanya kemungkinan untuk mendengarkan atau mendapatkan suara-suara negatif.

Tak semua inner monologue yang terjadi dalam otak merupakan hal yang positif. Terkadang seseorang juga dapat mendengarkan suara-suara dalam otak yang negatif.

Ketika sudah mendapatkan suara negatif yang merugikan diri sendiri dan membuat adanya kemungkinan untuk melakukan hal-hal negatif, maka sebaiknya mulai memeriksakan diri pada psikiater.

Demikianlah tadi penjelasan singkat tentang apa itu internal atau inner monologue yang mungkin pernah Anda alami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​