M O M S M O N E Y I D
HOME, AturUang

Perlukah Ikut Program Dana Pensiun di Luar Kantor? Ini Jawabannya

Perlukah Ikut Program Dana Pensiun di Luar Kantor? Ini Jawabannya
Reporter: Dikky Setiawan  |  Editor: Dikky Setiawan


MOMSMONEY.ID -Sudah beberapa bulan terakhir ini, kesibukan Muhammad Latif semakin bertambah. Waktu libur bekerjanya pada hari Sabtu dan Minggu ia gunakan untuk mencari penghasilan tambahan sebagai pengemudi taksi online. Sedianya, pria berusia 53 tahun itu akan memanfaatkan uang dari penghasilan tambahan itu untuk tabungan di hari tua.

Maklum, kurang dari dua tahun dari sekarang, karyawan di salah satu perusahaan swasta ini akan memasuki masa pensiun. Padahal, dalam dua tahun ke depan setelah pensiun bekerja, pria yang akrab disapa Latif itu masih harus membiayai dua orang anaknya yang masih menempuh pendidikan di sekolah menengah atas dan sekolah menengah pertama.

Menurut Latif, ia terpaksa mencari penghasilan tambahan lantaran tunjangan dana pensiun yang didapat dari kantornya belum cukup. "Kalau dihitung, dana pensiun yang saya dapat dari kantor belum bisa menutupi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak setelah pensiun," ujarnya.

Kondisi itu, tentu, bukan hanya dirasakan oleh Latif. Sebagian besar masyarakat di negeri ini, memiliki mimpi dan harapan untuk menjalani kehidupan di hari tuanya dengan bahagia dan sejahtera. Itu sebabnya, demi mencapai tujuannya, seseorang harus mencari penghasilan sampingan untuk menambah tabungan hari tuanya.

Jika begitu, perlukah seorang karyawan yang telah memiliki tunjangan dana pensiun dari perusahaannya tempat bekerja, menambah program dana pensiun di luar kantor?

Menurut Risza Bambang, perencana keuangan dan konsultan aktuaria dari Padma Raya Aktuaria, ada beberapa jenis manfaat pensiun yang dimiliki oleh seorang karyawan.

Baca Juga: Untuk Dana Pensiun, Pilih Deposito atau DPLK?

Pertama, nilai yang diberikan sekaligus (lump sum) dari iuran Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan yang akan diterima karyawan saat mencapai usia pensiun. JHT BPJS Ketenagakerjaan ini ialah progam wajib sesuai Undang-Undang (UU) SJSN. Biasanya, iuran JHT disetor secara gotong royong oleh perusahaan dan karyawan.

Kedua, nilai pensiun bulanan program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan yang akan diterima setelah pensiun. Iurannya ditanggung bersama oleh perusahaan dan karyawan.

Ketiga, nilai pesangon akibat mencapai usia pensiun, yang menjadi tanggung jawab penuh perusahaan. Ini program wajib sesuai UU Ketenagakerjaan.

Keempat, nilai program dana pensiun yang diselenggarakan oleh perusahaan, baik dalam bentuk DPPK atau iuran disetor ke DPLK. Iuran akan dibayar oleh perusahaan saja, atau ditambah dengan karyawan, tergantung kesepakatan. Namun, program ini bentuknya sukarela atau tidak wajib, berdasarkan UU Dana Pensiun.

Kelima, program kesejahteraan jangka panjang lainnya sesuai kebijaksanaan perusahaan atas kompetensi pasar untuk bersaing meraih atau mempertahankan karyawan terbaik.

Baca Juga: Manfaat dan Cara Mengumpulkan Dana Pensiun

Nah, kata Risza, berdasarkan market practice di Indonesia, kelima jenis manfaat pensiun di atas belum mencukupi untuk jadi pengganti pendapatan yang hilang setelah pensiun atau tidak kerja. "Kecil kemungkinan perusahaan bersedia menanggung nilai future value (FV) yang diperlukan karyawan di hari tuanya," ujarnya.

Itu artinya, masih dibutuhkan tambahan dana untuk menambal gap (selisih) antara kebutuhan pensiun dengan total nilai FV tersebut. Jika ada gap kekurangan dana pensiun, ini jadi beban dan tanggung jawab karyawan sendiri, kata Risza.

Sependapat, Mohamad Andoko, perencana keuangan dari Oneshildt Financial Planning mengatakan, biasanya tunjangan dana pensiun dari perusahaan diberikan secara lump sum kepada karyawan saat memasuki usia pensiun 55 tahun.

Usia harapan hidup

Masalahnya, usia harapan hidup seseorang rata-rata sampai usia 70 tahun. Dengan kata lain, masih ada sisa 15 tahun atau 180 bulan harapan hidup ke depan bagi seseorang setelah pensiun bekerja. Nah, jika total uang dana pensiun yang didapat dari perusahaan dibagi 180 bulan, hasilnya mencapai nilai gaji bulanan terakhir Anda saat bekerja, tidak perlu menambah program dana pensiun di luar kantor, kata Andoko.

Persoalannya, lanjut Andoko, faktanya selama ini dana pensiun dari perusahaan tidak mencukupi kebutuhan seseorang di masa pensiunnya. "Jadi, Anda harus menambah program dana pensiun sendiri di luar fasilitas kantor. "Porsinya minimal 10% dari gaji bulanan," imbuhnya.

Hitungan Risza, FV atau nilai masa depan pensiun bulanan yang layak diperoleh oleh para pensiunan sekitar 75% dari nilai pengeluaran saat ini. Kenapa 75%? Sebab, seharusnya saat pensiun, tidak ada lagi beban biaya pendidikan anak dan cicilan utang. Tapi, ada tambahan biaya kesehatan karena risiko kesehatan akan meningkat.

Menurutnya, waktu yang tepat untuk menyiapkan dana pensiun di luar kantor adalah di saat Anda mulai bekerja di usia 25 tahun. Hal ini untuk mengurangi besarnya gap dana pensiun yang diberikan perusahaan. Pasalnya, nilai pengganti pendapatan yang diperlukan untuk menjalani hari tua sangat tinggi karena adanya inflasi.

Baca Juga: Mengelola Klaim Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Untuk menutup kekurangan dana pensiun dari perusahaan, Anda tidak harus ikut program dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) di tempat lain. Anda bisa juga menambahkan iuran pada DPLK di kantor. Asal Anda tahu, di Indonesia hanya ada dua lembaga yang dapat menyelenggarakan program dana pensiun DPLK, yakni bank dan perusahan asuransi.

Nah, biasanya, tingkat pengembalian hasil produk dana pensiun DPLK moderat, sama dengan deposito atau obligasi. Dus, selain di DPLK, Anda bisa menambah dana pensiun di luar kantor dengan berinvestasi di tempat lain yang memberi imbal hasil lebih tinggi. Contoh berinvestasi di properti atau logam mulia (emas). 

"Kenaikan harga properti semisal rumah atau logam mulia lebih tinggi dari inflasi," saran Risza.

Selanjutnya: Tujuh cara menghemat uang yang mungkin belum pernah Anda coba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

6 Herbal dan Rempah-Rempah Tinggi Vitamin C yang Bagus untuk Kekebalan Tubuh

Yuk, cek beberapa herbal dan rempah-rempah tinggi vitamin C yang bagus untuk kekebalan tubuh berikut ini!

10 Herbal dan Rempah-Rempah Tinggi Kalsium yang Bagus untuk Tulang

Intip beberapa rekomendasi herbal dan rempah-rempah tinggi kalsium yang bagus untuk tulang berikut. Apa saja?

Kolaborasi KAI dan Pendopo, Penumpang Bisa Belanja Produk Lokal di Stasiun

Penumpang kereta kini bisa menemukan pop-up store produk UMKM lokal di Stasiun Gambir hingga akhir Mei 2026  

Cara Cerdas Kelola Anggaran Lebaran Agar Kantong Tidak Jebol Pasca Idul Fitri

Simak strategi cerdas kelola uang saat Lebaran agar tabungan aman dan bebas utang dengan mengikuti panduan finansial paling praktis ini.​

Tips Cerdas Penataan Rumah Estetik untuk Menyambut Hangatnya Idulfitri

Keluarga betah berlama-lama saat Lebaran? Ternyata kuncinya di dekorasi! IKEA bagikan tips memilih kayu, tekstil, hingga pencahayaan optimal.

5 Kesalahan Desain yang Bikin Rumah Terasa Sumpek dan Cara Mengatasinya

Merasa stres di rumah sendiri? Desainer interior mengungkap 5 kesalahan dekorasi yang sering terjadi. Cari tahu apakah rumah Anda salah satunya!  

Strategi Finansial 2026: Yuk Intip Peluang Emas dan Shio Paling Beruntung

Simak daftar shio yang diprediksi banjir rezeki di Tahun Kuda Api 2026 dan strategi cerdas mengelola keuangan agar impian jadi nyata di sini.​

Promo Mudik Dunlop, Beli Ban Bisa Dapat Cashback hingga Rp3 Juta

​Menjelang musim mudik Lebaran 2026, Dunlop menghadirkan program promo bagi konsumen yang membeli ban di jaringan toko resminya.

Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Jumat 13 Maret 2026, Sinergi Bawa Hoki

Simak ramalan zodiak keuangan dan karier 13 Maret 2026 ini. Cek peruntungan Anda, apakah kolaborasi tim membawa hoki besar besok?​  

3 Dampak Terlalu Banyak Minum Teh Hijau bagi Tubuh

Tahukah bahwa ternyata ada beberapa dampak terlalu banyak minum teh hijau bagi tubuh, lo. Cari tahu di sini, yuk!