M O M S M O N E Y I D
Bugar

Pahami 4 Penyebab Bruntusan di Jidat yang Harus Anda Tahu

Pahami 4 Penyebab Bruntusan di Jidat yang Harus Anda Tahu
Reporter: Rizka Noveliana  |  Editor: Rizka Noveliana


MOMSMONEY.ID - Munculnya bruntusan membuat Anda merasa tidak percaya diri. Bruntusan di jidat bisa disebabkan oleh berbagai hal. Anda perlu mengenali penyebab bruntusan, sehingga lebih mudah untuk mencari tahu cara mengatasi bruntusan di jidat.

Melansir dari loreal-paris.co.id, berikut penyebab bruntusan di jidat, yaitu: 

1. Hormon 

Penyebab bruntusan pertama adalah hormon. Anda harus tahu bahwa beberapa pil KB bisa memicu munculnya bruntusan di jidat, tapi fluktuasi hormon yang terjadi secara alami juga bisa memicu hal ini.

Jika ini terjadi, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mencari tahu secara pasti penyebabnya dan bisa dapatkan penanganan yang tepat.

2. Mengonsumsi Banyak Gula

Selanjutnya, penyebab bruntusan di jidat yaitu terlalu mengonsumsi banyak gula. Segala makanan dan minuman yang Anda konsumsi dapat mempengaruhi kondisi kulit.

Terlalu banyak gula bisa memicu bruntusan di jidat karena gula menghilangkan antioksidan yang terdapat di kulit wajah. Jadi, ubah pola makan Anda jadi lebih sehat dengan mengurangi konsumsi gula sesuai jumlah yang direkomendasikan. 

Baca Juga: Kenali 3 Bentuk Bruntusan yang Umum Muncul di Wajah

3. Keringat

Keringat juga termasuk penyebab bruntusan di jidat. Berkeringat itu sehat karena dapat mendetoksifikasi racun serta melindungi kulit dari bakteri. Namun membiarkan keringat terlalu lama di kulit wajah dapat memicu bruntusan di jidat karena kotoran jadi mudah menempel. Oleh karena itu, jaga kebersihan kulit wajah untuk mencegah munculnya bruntusan.

4. Menggunakan Produk Perawatan Rambut

Penyebab bruntusan di jidat lainnya adalah menggunakan produk perawatan rambut. Kandungan di dalam dry shampoo atau hair spray dapat memicu bruntusan di jidat.

Untuk amannya, pastikan Anda keramas sebelum tidur setelah menggunakan produk perawatan rambut tadi agar tidak terpapar ke rambut. Jika memiliki rambut panjang, Anda mengepang longgar rambut agar tidak mengenai wajah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​