M O M S M O N E Y I D
HOME, Bugar

Orang Tua Wajib Tahu! Ini 5 Gejala Usus Buntu pada Anak

Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Usus buntu adalah penyakit yang tak hanya dapat dialami oleh orang dewasa, tetapi juga anak kecil. 

Gejala usus buntu pada anak kecil cenderung lebih sulit dideteksi karena berbeda dengan orang dewasa pada umumnya. 

Penelitian yang terbit dalam jurnal Medicine, menyatakan bahwa mendiagnosa usus buntu pada anak cenderung lebih sulit karena setiap anak menunjukkan gejala yang beragam. 

Baca Juga: Ini 4 Gejala Usus Buntu Pada Wanita yang Perlu Diketahui

Namun, secara umum anak yang terkena usus buntu biasanya akan merasakan beberapa gejala berikut ini. 

1. Nyeri perut di sekitar pusar yang menjalar ke sisi kanan bawah perut

2. Nyeri di sisi kanan bawah perut yang makin memberat ketika perut disentuh

3. Demam 

4. Gangguan pencernaan, seperti diare, sembelit, mual, dan muntah 

5. Nafsu makan berkurang 

6. Perut kembung dan bengkak 

7. Anak tampak rewel dan kesakitan 

8. Sakit saat buang air kecil 

9. Batuk atau bersin 

Baca Juga: Kenali 15 Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah Pada Wanita

Dalam beberapa jam, rasa sakit bergerak ke sisi kanan bawah perut, di mana usus buntu biasanya berada dan menjadi menetap serta bertambah parah. 

Dan bila ditekan area tersebut, atau ketika anak batuk dan berjalan kaki, bisa membuatnya merasakan nyeri yang hebat. 

Usus buntu pecah bisa terjadi dalam waktu 48–72 jam setelah gejala usus buntu pada anak pertama kali dirasakan. 

Pecahnya usus buntu ini bisa menyebabkan peritonitis yang berbahaya dan perlu segera ditangani oleh dokter di rumah sakit, dilansir dari Health Focus.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang berupa foto Rontgen, USG, atau CT scan, serta pemeriksaan darah dan urine. 

Jika tidak segera ditangani oleh dokter, usus buntu pada anak bisa menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti peritonitis dan sepsis. 

Oleh karena itu, segeralah bawa anak ke dokter jika ia mengalami gejala-gejala penyakit usus buntu atau bila kondisinya makin memburuk meski sudah mengonsumsi obat dari dokter. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Trik Tukang Cat Profesional biar Mengecat Rumah Lebih Cepat Selesai

Trik sederhana dari tukang cat profesional membuat proses mengecat rumah lebih cepat, rapi, hemat waktu, dan minim capek.  

4 Perbedaan SPF dan PA pada Sunscreen yang Wajib Dipahami, Jangan Asal Beli!

Saat membeli produk sunscreen, Anda pasti sering melihat label SPF dan PA. Wajib tahu, ini 4 perbedaan SPF dan PA pada sunscreen.

10 Kebiasaan Finansial yang Bisa Bantu Kelas Menengah Naik Asetnya

Ingin kondisi keuangan lebih baik? Simak 10 kebiasaan finansial yang dapat bantu kelas menengah membangun aset secara bertahap.

4 Waktu Terburuk untuk Olahraga yang Bisa Membahayakan Tubuh, Hindari Ya!

Sudah tahu belum? Ada 4 waktu terburuk untuk olahraga yang wajib Anda hindari. Klik untuk penjelasan selengkapnya.

IHSG Pekan Ini Siap Bullish, IPOT Jagokan Tiga Saham Berikut

Pergerakan IHSG pada pekan ini diperkirakan lebih dipengaruhi musim laporan keuangan emiten kuartalan.

Volatilitas SUN Tetap Tinggi Pasca-Rating S&P, Yield SUN 10 Tahun Ditaksir 6,8%-7,3%

Prospek obligasi dinilai tetap menarik hingga akhir 2026, didukung permintaan domestik dan risiko downgrade yang mereda.

Hujan Lebat Masih Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (21/7)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 21 Juli 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Apa Artinya bagi Pasar Obligasi & Rupiah?

Yield obligasi pemerintah, CDS, rupiah belum menunjukkan perubahan signifikan usai S&P mempertahankan rating Indonesia. Apa sebabnya?

Risiko Rambut Rontok, Mengapa Cat Rambut Permanen Bikin Batang Rambut Rapuh?

Bahan kimia dalam cat rambut permanen bisa mengikis protein alami rambut. Simak alasan mengapa batang rambut rontok setelah diwarnai.

Bitcoin Bertahan di US$ 64.000 Saat Geopolitik Memanas, Apa sebabnya?

Harga Bitcoin bertahan di atas US$ 64.000 meski harga minyak dunia melonjak akibat memanasnya konflik AS-Iran.