M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Moms, Ini 7 Cara untuk Membantu Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak Anda

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Para orang tua di dunia ini tentu sangat mengharapkan anak-anaknya bisa mendapatkan nilai yang bagus di sekolah dan masuk universitas bergengsi. Makanya, tak jarang orang tua justru lebih fokus pada kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient / IQ) dibandingkan kecerdasan emosional (Emotional Quotient / EQ).

Faktanya, kecerdasan emosional tidak kalah bermanfaat bagi kehidupan setiap anak karena dapat membantu mereka untuk menjadi seseorang yang sukses di tempat kerja kelak. Selain itu, anak yang cerdas secara emosional juga cenderung memiliki keterampilan yang baik dalam mengatasi stres serta berkomunikasi secara efektif.

Sama pentingnya dengan kecerdasan intelektual, ini kiat-kita yang bisa Anda terapkan untuk membantu meningkatkan kecerdasan emosional pada anak sebagaimana dilansir dari Bright Side.

Baca Juga: 5 Manfaat Sinar Matahari untuk Rumah, Mulai dari Estetika hingga Kesehatan

1. Jangan menghindari emosi negatif anak

Mengabaikan emosi negatif atau bahkan menyalahkan anak ketika mereka mencoba mengekspresikannya dapat menyebabkan depresi pada anak Anda. Ketika Anda mencela atau menunjukkan ketidakpedulian pada anak, itu sangat mungkin membuat mereka merasa takut untuk memiliki emosi negatif.

Dibandingkan berpura-pura seolah semuanya baik-baik saja, akan lebih baik jika Anda membantu anak mengatasi masalah dan menyelesaikannya. Pasalnya, perlindungan terus-menerus dari situasi sulit tidak akan memperkuat kecerdasan emosional anak Anda. Sebaliknya, tetap berurusan dengan anak adalah kunci untuk mengembangkan kecerdasan emosional mereka.

2. Dengarkan anak secara aktif

Percakapan yang penuh perhatian adalah bagian penting dari pengajaran kecerdasan emosional. Supaya percakapan Anda dengan anak berkualitas, maka dibutuhkan keterlibatan total dalam percakapan itu sendiri.

Anda diharuskan untuk mengikuti dialog, menggunakan bahasa tubuh, dan memahami pesan dari percakapan Anda dengan anak sepenuhnya. Ketika Anda berusaha mendengarkan anak-anak Anda secara aktif, mereka pun akan merasa dicintai oleh Anda dan menjadi lebih percaya diri.

3. Ajarkan anak tentang problem solving

Mengajarkan anak tentang bagaimana cara menghadapi dan memecahkan masalah daripada membuat ulah sangatlah penting untuk dilakukan oleh para orang tua.

Meskipun keberadaan masalah tergolong bagus untuk belajar mengenali emosi, namun itu tidak ada gunanya jika masalah hanya dipikirkan. Oleh sebab itu, doronglah anak-anak Anda untuk tidak ragu meminta bantuan Anda atau orang lain yang dapat memvalidasi emosi mereka. Setelah itu, biarkan anak menciptakan solusi pemecahan masalah yang berbeda dan otonomi yang mereka dambakan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

4. Dorong anak Anda untuk mengekspresikan emosi negatifnya dengan aman

Terkadang, anak-anak mungkin akan kesulitan untuk mengelola frustasi yang sedang mereka alami. Jika Anda tidak mengajari anak Anda bagaimana cara yang tepat untuk mengungkapkan perasaan mereka, anak mungkin saja akan melakukan kekerasan guna meluapkan emosi negatifnya.

Jadi, pastikan untuk tidak lupa mengajarkan anak Anda tentang cara menghilangkan stres secara sehat. Misalnya, arahkan anak Anda untuk meninju bantal atau berlari ketika emosi negatif menghujani mereka. Katakan pada anak bahwa meninju bantal atau berlari jauh lebih baik daripada memukul seseorang atau memecahkan barang.

Selain itu, Anda juga dapat memainkan beberapa situasi untuk menunjukkan bagaimana menghadapi atau melakukan sesuatu dalam situasi tersebut dengan benar.

5. Ajarkan anak untuk bisa menemukan pemicu dari emosi negatifnya

Cari tahulah bersama anak Anda tentang hal apa saja yang telah membuat mereka marah atau sedih. Di antara berbagai pemicu frustasi pada anak, yang paling umum terjadi pada mereka yaitu adanya perubahan tak terduga atau situasi sosial yang baru. Selain itu, ada juga beberapa faktor fisik seperti rasa lapar atau kelelahan.

Meskipun tidak selalu mungkin berhasil bagi anak kecil untuk bisa memahami faktor-faktor pemicu emosi negatifnya, namun jauh lebih baik bagi Anda sebagai orang tua untuk tetap membicarakannya dengan anak.

6. Bimbing anak untuk bisa menunjukkan dan memahami bahasa tubuh

Emosi akan memengaruhi setiap individu secara fisik. Umumnya, kita akan mengalami sakit kepala tatkala frustasi atau merasa ada kumpulan kupu-kupu di dalam perut kita ketika sedang khawatir.

Nah, ketika Anda melihat anak Anda mulai panik akibat sesuatu, cobalah untuk mengalihkan fokus mereka pada Anda dan tanyakan bagaimana perasaan tubuh mereka. Dengan mengenali tanda-tanda pertama emosi pada anak, itu akan membantu mereka untuk mengatasinya lebih cepat.

Tidak hanya itu, cara ini juga akan memberikan anak pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana perasaan orang lain mengingat orang tidak selalu mengekspresikan emosinya secara verbal.

7. Jangan memendam emosi Anda sendiri

Orang tua yang terbuka dan jujur akan menciptakan suasana saling percaya dalam keluarga. Itulah sebabnya anak-anak dengan orang tua seperti itu cenderung merasa lebih nyaman untuk berbagi masalah dan kekhawatiran mereka.

Jika Anda gemar mengenakan topeng orang tua yang selalu tampak bahagia, Anda justru bisa membingungkan anak-anak Anda.

Mengapa demikian? Karena, anak akan menganggap bahwa ada sesuatu yang salah pada Anda namun Anda selalu bertindak seperti biasa layaknya tidak terjadi apa-apa. Akibatnya, anak Anda akan terdorong untuk menghindari emosi mereka sendiri dan berjuang untuk memahami perasaan orang lain.

Demikian kiat-kiat apa saja yang bisa Anda praktikkan untuk membantu anak tumbuh menjadi sosok yang cerdas secara emosional. Dikarenakan tidak bisa membuahkan hasil secara instan, pastikan Anda konsisten dan pantang menyerah ketika mencoba untuk mempraktikkannya ya. Semoga bermanfaat!

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Harga Emas Pegadaian Hari Ini (1/10) Kompak Melonjak, UBS Jadi Rp 2.552.000 per Gram

Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian hari ini melonjak pada Kamis (1/10), berikut daftar harga lengkapnya.

Kenali Shrinkflation, Harga Tetap tapi Isi Produk Makin Sedikit

Shrinkflation membuat ukuran atau isi produk berkurang meski harga relatif tetap. Simak cara membandingkan harga dan mengatur anggaran belanja.

Influenza A Meningkat, Ini Gejala dan Pencegahannya

Dari 198 spesimen yang diperiksa, sebanyak 105 spesimen dinyatakan positif Influenza A(H1N1)pdm09 dan tujuh spesimen positif Influenza A(H3N2).

Biar Gak Gampang Capek, Terapkan 5 Kebiasaan Sehat Ini Selama Musim Kemarau yuk

Jangan biarkan cuaca panas menguras energi Anda. Ketahui kebiasaan sehat pencegah lelah yang wajib dilakukan selama musim kemarau.  

Gula Darah Tinggi Mengintai: Pankreas Kerja Keras Akibat Makanan Kemasan

WHO membatasi asupan gula tambahan harian maksimal 25 gram. Pelajari jenis makanan kemasan yang tanpa sadar melampaui batas tersebut.

Sayuran Beku Ini Efektif Pangkas Kolesterol Jahat Hingga 10 Persen Lo!

Pembentukan kolesterol jahat bisa dicegah dengan asupan isoflavon dan beta-glukan. Ketahui kombinasi sayur beku yang paling ampuh.

8 Manfaat Minum Teh untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Turunkan Tekanan Darah

Menjadi minuman favorit banyak orang, rupanya ini manfaat minum teh bagi kesehatan. Apa sajakah itu?

7 Tanda Tubuh Anda Kecanduan Gula, Bisa Muncul Bau Badan Tak Sedap

Jika mengonsumsi gula lebih dari rekomendasi, ada sederet tanda tubuh yang kecanduan gula seperti berikut. 

Daftar Film Anak-Anak Adaptasi Dongeng Populer Penuh Petualangan

Berikut ini beberapa judul film anak-anak yang diangkat dari cerita anak populer maupun dongeng yang cocok ditonton bersama anak-anak.​  

Ternyata Ini Manfaat Ricotta Cheese, Keju Kaya Protein Aman untuk Diet

Pernah dengar tentang ricotta cheese? Keju kaya protein dan paling aman buat diet ini punya beragam manfaat loh.