M O M S M O N E Y I D
HOME, Bugar

Mengenal Osmophobia, Fobia Terhadap Bau Tertentu

Mengenal Osmophobia, Fobia Terhadap Bau Tertentu
Reporter: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Mungkin ada di antara Anda yang masih asing dan bertanya-tanya mengenai apa itu osmophobia? Apakah jenis phobia ini sama dengan phobia lainnya?

Mengutip dari American headache society, osmophobia adalah intoleransi terhadap bau-bau tertentu. Ketakutan ini dianggap tidak wajar dan kasusnya jarang sekali terjadi.

Bau pemicu yang dapat memicu serangan tersebut di antaranya adalah bau knalpot, parfum, makanan, bau asap rokok, dan beberapa produk pembersih.

Namun dari Very Well Mind mengatakan bahwa osmophobia wajar terjadi ketika seseorang sedang mengidap migrain. Beberapa penderita migrain dilaporkan bahwa sakit kepala yang terjadi pada mereka dipicu oleh menghirup aroma-aroma tertentu yang menyengat.

Baca Juga: Metode Healing Melalui Teletheraphy Cocok untuk Berkonsultasi Selama PPKM

Bahkan dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5414411/ dikatakan bahwa pada 84% penderita migrain dengan aura (munculnya kilatan cahaya berkedip atau zig-zag) mengalami osmophobia. Dan pada 22.5% pengidap migrain, osmophobia ini muncul sekitar 30 menit sebelum sakit kepala pertama terasa.

Namun tak hanya itu, osmophobia bisa juga diidap oleh mereka yang tidak sedang mengalami migrain. Fobia ini benar-benar serius adanya.

Beberapa penderitanya memiliki rasa takut yang ekstrem dan tidak rasional. Namun bagi mereka yang mengidap rasa takut ini, tentunya hal tersebut dapat melemahkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bau yang paling sering mengganggu penderita osmophobia adalah sebanyak 88% aroma, 54% bau makanan, dan 62.5% bau asap rokok.

Apa saja gejala dari osmophobia ini? Berikut beberapa di antaranya:

  • Mulut terasa kering
  • Nafas tidak lancar dan beberapa kali tercekat
  • Merasakan kecemasan dan panik
  • Detak jantung menjadi tidak teratur
  • Merasa mual tiba-tiba
  • Keluar keringat berlebihan
  • Tubuh gemetaran
  • Sesak napas
  • Ketidakmampuan mengucapkan artikulasi kata

Baca Juga: Peregangan Ringan Ini Dapat Dilakukan di Sela-Sela WFH, Yuk Dicoba!

Seperti bentuk phobia lainnya, osmophobia ini bisa disembuhkan bergantung pada seberapa banyak tingkat keparahannya. Berikut beberapa penanganan atau treatment yang bisa dilakukan bagi penderita osmophobia, di antaranya:

  • Terapi Perilaku Kognitif bersama psikolog yang bisa membantumu mengenali apa pemicu/triggers dan bagaimana teknik koping yang bisa dilakukan
  • Obat-obatan untuk mengatasi gejala kecemasan berlebih jika diperlukan. Tentu dengan resep dari psikiater
  • Melakukan meditasi dan teknik relaksasi agar penderita bisa mengontrol diri terhadap apa yang menjadi pemicu
  • Terapi paparan
  • Psikoterapi

Sebaiknya perlu Anda ketahui apa penyebab asli dari osmophobia yang Anda atau mungkin kerabat Anda miliki. Ketahui apakah penyebabnya adalah migrain ataukah phobia biasa.

Jika penyebabnya adalah phobia biasa, Anda bisa meminimalisir rasa takut dengan pergi ke psikolog atau psikiater untuk dapat mengurangi kecemasan yang mungkin saja dapat ditimbulkan efek dari trigger osmophobia.

Namun jika pemicunya adalah migrain, beri tahu terapis dan juga libatkan dokter di dalamnya untuk perawatan lebih dalam sekaligus untuk memastikan bahwa tidak ada penyakit serius yang diidap.

Latih dan kelola manajemen ketakutan Anda agar ketika berdekatan dengan objek pemicu, efek kecemasan dan rasa takut yang Anda rasakan bisa diminimalisir.

Selanjutnya: Yuk, Terapkan Cara Sajian Makanan Sehat dengan Harga Terjangkau

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​