M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Mengenal Motion Sickness yang Sering Terjadi pada Anak Ketika Perjalanan Jauh

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Motion sickness atau yang biasa kita sebut sebagai mabuk perjalanan adalah sensasi pusing yang biasanya terjadi pada saat seseorang bepergian dengan menggunakan kendaraan seperti mobil, kereta api, kapal, atau pun pesawat terbang.

Melansir Mayo Clinic, mabuk perjalanan akan menyerang ketika otak menerima informasi yang bertentangan dari telinga bagian dalam, mata, dan saraf di persendian serta otot.

Apabila selama di dalam kendaraan yang melaju telinga bagian dalam dari anak-anak merasakan gerakan padahal mata dan tubuhnya tidak maka kemungkinan sakit perut, keringat dingin, kelelahan, kehilangan nafsu makan, hingga muntah akan dialami oleh si anak.

Baca Juga: Supaya Anak Tidak Manja, Terapkan Hal Ini

Gejala motion sickness pada anak

Untuk mengetahui bahwa anak mengalami mabuk perjalanan, ada beberapa tanda yang bisa Moms cermati. Dilansir dari Hello Sehat, inilah gejala umum mabuk perjalanan yang dialami oleh anak-anak:

  • Keringat dingin
  • Wajah pucat
  • Kepala pusing
  • Susah berjalan
  • Napas menjadi lebih cepat
  • Mual-mual
  • Muntah
  • Sakit perut

Cara mencegah anak mengalami motion sickness

Merangkum dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, mabuk perjalanan paling sering terjadi pada anak-anak berusia 2-12 tahun. Sementara itu, mabuk perjalanan jarang dialami oleh anak berusia di bawah 2 tahun maupun orang dewasa.

Nah, supaya perjalanan bersama anak-anak tetap terasa menyenangkan dan bebas dari mabuk perjalanan, ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mencegah anak mengalami mabuk perjalanan sesuai saran Ikatan Dokter Anak Indonesia sebagai berikut:

1. Atur posisi duduk

Tempatkan anak di tempat duduk yang ada di bagian depan atau tengah apabila perjalanan dilakukan dengan menggunakan mobil. Posisi tempat duduk ini merupakan posisi yang paling aman untuk menghindari serangan mabuk perjalanan pada anak.

Jika perjalanan dilakukan menggunakan pesawat, tempatkan anak di tempat duduk bagian tengah atau sejajar dengan sayap pesawat. Pada posisi tempat duduk ini, guncangan pesawat yang dirasakan tidak akan sehebat guncangan di tempat duduk lain.

2. Jaga pandangan anak

Pada perjalanan darat, arahkan pandangan anak untuk lebih sering melihat ke depan. Minta anak supaya tidak melihat kendaraan lain yang melaju di jalanan. Refleks mata yang terlalu lama mengikuti benda dengan gerakan cepat dapat menyebabkan rasa mual.

3. Jangan biarkan anak makan berlebihan

Kondisi pencernaan yang terlalu penuh dapat menyebabkan mual dan muntah pada anak. Hindari memberikan anak-anak berupa makanan berat atau minuman bersoda. Jika mereka lapar, Moms bisa memberikan si kecil makanan ringan yang tidak mengandung banyak lemak.

Selalu ingat juga untuk memberikan hidrasi yang cukup pada anak. Pasalnya, anak yang mengalami kekurangan cairan akan rentan merasa mual dan pening.

4. Awasi aktivitas anak

Saat di dalam kendaraan, jangan biarkan anak-anak untuk membaca buku atau bermain gadget. Hal ini dilakukan untuk mencegah mata lelah, mual, dan pening akibat mata yang harus memfiksasi pandangan pada objek yang dekat dan cenderung bergerak karena guncangan.

5. Pastikan sirkulasi udara di dalam kendaraan baik

Udara segar dan sirkulasi yang baik di dalam kendaraan dapat meminimalkan terjadinya mabuk perjalanan pada anak-anak. Selain itu, hindari untuk membawa atau menggunakan benda-benda yang memiliki aroma terlalu keras dan menyengat.

Jika gejala mabuk perjalanan sudah mulai dirasakan oleh anak, Moms bisa memberikan minyak aromaterapi untuk membantu mengalihkan rasa mual mereka.

6. Upayakan kecepatan kendaraan stabil

Khusus perjalanan darat dengan kendaraan pribadi, usahakan kendaraan melaju dengan kecepatan yang stabil dan tidak terlalu sering berguncang.

Saat anak mulai bosan di dalam kendaraan, Moms bisa menepikan kendaraan di rest area terdekat untuk beristirahat setidaknya selama 10-15 menit.

7. Pertimbangkan obat anti-mabuk khusus anak-anak

Cara terakhir yang bisa dilakukan untuk mencegah mabuk perjalanan pada anak adalah menyiapkan obat pencegah mabuk perjalanan dan gejala mual muntah khusus anak-anak yang sesuai dengan resep dokter.

Hindari untuk menggunakan obat yang dijual bebas di pasaran karena dapat menyebabkan efek samping jika penggunaannya salah.

Demikian informasi seputar motion sickness atau mabuk perjalanan pada anak-anak serta bagaimana cara mengatasinya. Dengan mengetahui kiat-kiat pencegahan tersebut, diharapkan Moms tetap bisa traveling bersama si kecil tanpa perlu khawatir anak akan mengalami mabuk perjalanan.

Selanjutnya: 5 Cara Sederhana untuk Menyembuhkan Ruam Popok pada Bayi

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Jenis Pekerjaan Online yang Sangat Cocok untuk Ibu Rumah Tangga

Berikut adalah 4 jenis pekerjaan online yang sangat cocok untuk ibu rumah tangga karena menawarkan peluang pendapatan yang menjanjikan.

6 Tren Dekorasi Ruang Tamu 2027 yang Diprediksi Makin Nyaman dan Personal

Tren dekorasi ruang tamu 2027 mengarah pada warna hangat, pojok baca, furnitur fleksibel, penyimpanan rapi, dan sentuhan seni unik ya.  

Dari Belajar Nail Art, MUA Tuli Ini Berhasil Raup Pendapatan Rp13 Juta

Nail Art Jadi Ladang Penghasilan, MUA Tuli Binaan Bakti BCA Catat Pendapatan Rp 13 Juta               

Dana Darurat Terlalu Banyak? Ini Batas Wajar dan Cara Mengelolanya Saat Ini

Dana darurat perlu cukup untuk keadaan tak terduga, tetapi menyimpan terlalu banyak uang tunai juga punya risiko. Berikut cara mengelolanya.

Kaya Nutrisi dan Bebas Lemak, Simak 4 Manfaat Kentang Kukus untuk Menu Harian Diet

Mengandalkan kentang kukus dalam pola makan harian saat diet membantu mengontrol gula darah serta menjaga kesehatan usus.  

Jangan Dianggap Sepele ya, Ini 5 Gejala Kanker Rahim yang Wajib Dideteksi Sejak Dini

Kenali gejala kanker rahim sejak dini, dari keputihan tidak normal hingga nyeri panggul. Deteksi awal penting untuk mencegah risiko berbahaya.

4 Elemen Penting Yang Perlu Diperhatikan Saat Menyebar Keranjang Investasi

Strategi diversifikasi investasi atau menyebar keranjang investasi diperlukan supaya meminimalisir risiko.

6 Tren Desain Rumah Cantik yang Ternyata Bikin Repot Saat Dibersihkan

Ini 6 tren desain rumah terlihat cantik, tetapi bisa buat rumah Anda lebih sulit dirawat. Kenali materialnya sebelum pakai tren interior terbaru.

5 Kebiasaan Hemat Baby Boomer Amerika Saat Mengatur Uang yang Bisa Ditiru

Ini 5 kebiasaan hemat baby boomer yang sederhana bisa membantu mengurangi pengeluaran dan menjaga keuangan rumah tangga.

Tiga Prinsip Yang Bisa Dilakukan Memulai Usaha di Bangku Kuliah

Kementerian UMKM menyodorkan tiga prinsip bagi mahasiswa dengan melihat persoalan di lingkungan sekitar.