M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Kurangi Sampah Yuk! Simak 3 Ide Memanfaatkan Sampah Organik di Rumah

Penulis: Kania Paramahita  |  Editor: Kania Paramahita


MOMSMONEY.ID - Sampah organik adalah sampah yang berasal dari bahan-bahan organik, misalnya sisa makanan seperti sayur, buah, hingga tulang dan kulit hewan.

Dalam kehidupan sehari-hari, sampah organik tersebut banyak yang dibuang begitu saja, padahal masih bisa dimakan atau dimanfaatkan kembali. Oleh karena itu, tak heran sampah organik termasuk salah satu jenis sampah rumah tangga yang paling banyak dihasilkan.

Jika dibiarkan, sampah organik yang menggunung di tempat pembuangan akhir (TPA) tentu tidak baik bagi lingkungan karena kerap bercampur dengan sampah anorganik yang sulit terurai.

Untuk mencegah hal tersebut, Anda bisa meminimalisir produksi sampah organik di rumah dengan cara memanfaatkannya kembali. Bagaimana caranya? Dikutip dari laman Sustaination, Gardening Channel, dan Conserve Energy Future, berikut beberapa idenya.

Baca Juga: Rekomendasi Warna Keramik Lantai yang Bikin Kamar Tidur Terasa Luas

Dibuat pupuk kompos

Salah satu cara termudah untuk memanfaatkan sampah organik adalah dengan mengubahnya menjadi pupuk kompos. Pupuk ini bisa digunakan untuk menyehatkan tanaman yang ada di halaman rumah.

Untuk membuat pupuk kompos, umumnya Anda bisa memanfaatkan sampah organik seperti sisa sayur, buah, kulit telur, kulit kacang, ampas kopi, ampas teh, hingga daun-daun kering.

Sisa makanan seperti daging dan tulang tidak disarankan karena rawan dihinggapi oleh hama dan menjadi sarang bakteri, sehingga malah akan membahayakan Anda dan penghuni rumah.

Masukkan sampah organik tersebut ke dalam komposter, lalu tutup dan diamkan dalam 1-3 bulan. Aduk sesekali untuk mencampurkan udara yang akan mempercepat proses pembusukan sampah.

Dijadikan eco enzyme

Eco enzyme adalah cairan yang terbuat dari hasil fermentasi sampah organik yang didiamkan di dalam larutan gula selama 3 bulan.

Cairan eco enzyme sangat serbaguna dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan rumah tangga, seperti mengepel lantai, membersihkan jendela, mencuci piring, dan masih banyak lagi. Jadi, hanya dengan mengandalkan cairan ini, Anda tak perlu membeli banyak produk rumah tangga.

Untuk membuat eco enzyme, campurkan sampah organik (sisa kulit buah atau sayur), gula, dan air dengan perbandingan 3:1:10 di dalam wadah plastik tertutup, lalu diamkan hingga siap digunakan.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Eco Enzyme, Pembersih Serbaguna dari Sampah Organik

Diolah kembali menjadi bahan makanan

Terakhir, Anda bisa mencoba mengolah kembali sampah organik menjadi bahan makanan di rumah. Tentunya, gunakan sisa sampah organik yang masih layak dan belum membusuk.

Misalnya, kumpulkan sisa sayuran yang tidak diolah menjadi satu, lalu rebus menjadi kaldu sayur. Atau, setelah mem-­fillet ayam, kumpulkan tulangnya dan rebus sehingga menghasilkan kaldu yang lezat. Anda juga bisa menghasilkan kaldu dari sisa kulit udang, lo.

Atau, jika Anda punya buah-buahan yang sudah kelewat matang dan tidak sempat menghabiskannya dalam waktu singkat, coba campur menjadi jus atau smoothies yang segar.

Itulah beberapa ide untuk memanfaatkan sampah organik di rumah. Semoga bermanfaat!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

BMKG: El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Datang Terlambat dan Lebih Singkat

BMKG memprediksikan, awal musim hujan periode 2026-2027 di 529 Zona Musim atau 61,08% wilayah Indonesia akan mengalami kemunduran. 

4 Warna Beige Benjamin Moore untuk Rumah yang Terasa Hangat dan Modern

Inilah 4 warna beige Benjamin Moore pilihan desainer ini untuk rumah yang hangat dan modern, lengkap dengan tips biar interior krem tidak monoton.  

6 Kebiasaan Pagi biar Rumah Tetap Rapi Tanpa Buang Waktu Banyak

Ini 6 kebiasaan pagi untuk menjaga rumah tetap rapi, nyaman, dan teratur tanpa menghabiskan banyak waktu sebelum beraktivitas.

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan Bikin Transaksi QRIS Lebih Praktis

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan memudahkan akses fitur serta pengisian nominal QRIS agar transaksi harian terasa lebih praktis.

7 Cara Ubah Pendapatan Biasa Menjadi Aset Jangka Panjang untuk Masa Depan

Ubah pendapatan biasa menjadi aset jangka panjang lewat 7 cara sederhana, dari mengelola uang, investasi, utang, bisnis hingga dana darurat.  

IHSG Anjlok 1,69% Jelang Keputusan BI, Waspada Volatilitas Tinggi

Investor perlu tetap berhati-hati, tanpa bereaksi berlebihan terhadap pergerakan jangka pendek.     

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Tim Putra Indonesia Susul Tim Putri ke Semifinal

Hasil Bulu Tangkis Beregu Asian Games 2026 babak perempat final, Selasa (22/9), Tim Putra Indonesia menyusul Tim Putri ke semifinal.

Diluncurkan Sejak 2019, Begini Capaian QRIS dari Domestik hingga Rambah Mancanegara

Begini perkembangan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ​sejak diluncurkan tahun 2019.    

Bitcoin Tembus US$ 87.000, Ini Katalis yang Mendorong Penguatan

Arus dana institusional, perkembangan regulasi aset digital AS, dan turunnya harga minyak menjadi sejumlah katalis penguatan Bitcoin.

Peringatan Dini Cuaca Besok (23/9), Hujan Sangat Lebat Masih Turun di Provinsi Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 23 September 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi ini.