M O M S M O N E Y I D
HOME, Bugar

Ketahui Cara Membuat Masker Rambut Lerak, Ramuan Tradisional Jawa Timur

Ketahui Cara Membuat Masker Rambut Lerak, Ramuan Tradisional Jawa Timur
Reporter: Rizka Noveliana  |  Editor: Rizka Noveliana


MOMSMONEY.ID - Masker rambut lerak diadaptasi dari tradisi kecantikan masyarakat lokal Tulungagung, Jawa Timur. Lerak adalah tumbuhan yang menghasilkan biji lerak yang dikenal sebagai bahan pencuci tradisional. Biji lerak memiliki banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Melansir dari Wikipedia, biji lerak mengandung saponin dan alkaloid. Kandungan saponin menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci.

Biji lerak juga dapat dimanfaatkan sebagai pembersih berbagai peralatan dapur, pakaian sehari-hari, kain batik, lantai, bahkan memandikan dan membersihkan binatang peliharaan.

Melansir dari indonesianbeautyheritage.com, lerak dapat dimanfaatkan sebagai masker rambut alami. Selain itu, lerak juga dapat dipakai untuk mencuci rambut dan mengatasi berbagai masalah rambut seperti rambut kusut, rambut kutuan dan kusam. 

Baca Juga: 4 Rekomendasi Face Wash untuk Pemilik Kulit Kering

Masker rambut lerak memiliki beberapa manfaat, yaitu membuat rambut berkilau, menghilangkan kutu rambut dan menghaluskan rambut kusut agar mudah diatur. Berikut cara membuat masker rambut lerak, yaitu:

Bahan-Bahan :

  • 3 sdm bubuk lerak
  • 2 sdm yogurt atau susu segar
  • 1 sdm air perasan lemon

Tata cara :

  • Campurkan semua bahan di atas sehingga terbentuk konsistensi pasta (tidak encer tapi juga tidak kental).
  • Oleskan merata pada kulit rambut hingga ujung rambut.
  • Diamkan selama 30 menit atau sampai kering.
  • Lanjutkan dengan keramas menggunakan shampoo natural.
  • Lakukan selama 2 minggu sekali untuk menjaga kehalusan rambut.

Itulah cara membuat masker rambut lerak. Jika Anda tertarik dengan perawatan rambut tradisional ini, Anda bisa membuat sendiri masker rambut lerak ini di rumah, moms. Nantikan rekomendasi perawatan tradisional dari Momsmoney berikutnya, ya!

Selanjutnya: Ketahui 5 Cara Menggunakan Toner yang Benar, Hasilnya Memuaskan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​