M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Kenapa Jerawat Tak Sembuh-Sembuh? Inilah 6 Penyebab Jerawat Tak Kunjung Sembuh

Kenapa Jerawat Tak Sembuh-Sembuh? Inilah 6 Penyebab Jerawat Tak Kunjung Sembuh
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Catat, inilah 6 penyebab jerawat tak kunjung sembuh yang harus Anda tahu.

Pusing dan kesal karena jerawat yang Anda alami belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan?

Sebanyak apapun perawatan yang Anda terapkan, semuanya akan sia-sia jika Anda tidak memahami hal-hal yang membuat jerawat susah sembuh.

Melansir laman Eva Mulia Clinic, ada 6 penyebab jerawat tak kunjung sembuh. Berikut penjelasannya yang wajib Anda simak:

Baca Juga: 5 Kebiasaan Sarapan untuk Membuat Kulit Awet Muda, Awali dengan Minum Air Putih

1.  Memakai produk berbahan aktif secara berlebihan

Beberapa jenis kulit cenderung mengalami hiperpigmentasi saat dipakaikan obat jerawat berbahan aktif seperti benzoyl peroxide apalagi secara berlebihan. Penggunaan benzoyl peroxide memang disarankan untuk mengatasi jerawat, tetapi kulit juga akan semakin sensitif terhadap paparan sinar UV.

Akibatnya, setelah jerawat mengering, bekas jerawat akan meninggalkan noda hitam atau kemerahan yang sulit untuk dihilangkan dan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali ke warna semula.

Untuk mengatasinya, pakailah sunscreen yang dilengkapi dengan SPF tinggi dan broad spectrum setelah mengaplikasikan obat jerawatIngat juga untuk menggunakan produk jerawat berbahan aktif dengan takaran secukupnya untuk mencegah kulit mengalami dehidrasi yang dapat memicu timbulnya jerawat baru.

2. Sering menyentuh jerawat

Kebiasaan menyentuh wajah dan bahkan jerawat bisa memindahkan bakteri yang ada di tangan ke kulit wajah.

Oleh karena itu, hindari kebiasaan ini dan pakailah acne patch sebagai gantinya jika ingin jerawat segera sembuh.

Ketika jerawat sudah terlihat matang, jangan coba-coba untuk memencetnya. Karena, hal ini bisa menyebabkan munculnya jerawat baru dan meninggalkan bekas jerawat yang sulit untuk dihilangkan.

3. Melewatkan penggunaan produk skincare lain

Terkadang, saat ingin mengobati jerawat, kita akan berfokus pada bagian yang berjerawat saja hingga melupakan penggunaan produk-produk lain.

Padahal, produk skincare lainnya seperti sunscreen dan moisturizer sangat bisa membantu proses penyembuhan jerawat menjadi lebih efektif.

Selain memberikan perlindungan, penggunaan sunscreen juga mampu menjaga kelembaban kulit wajah agar tidak kering akibat penggunaan obat jerawat.

Baca Juga: Ampuh Pudarkan Noda pada Wajah, Simak 6 Manfaat Teh Hitam untuk Kecantikan Kulit

4. Mengikuti perawatan DIY tanpa riset

Perlu Anda ketahui bahwa beberapa bahan yang ada di dapur tidak selalu aman untuk kulit wajah.

Bahkan, apa yang Anda konsumsi secara oral tidak menjamin kandungan tersebut aman saat diaplikasikan secara topikal.

Oleh karena itu, jangan langsung mempraktikkan resep perawatan DIY yang beredar di internet secara mentah-mentah. Sebaiknya, cari tahu dulu efek sampingnya atau tanyakan pada dokter kecantikan mengenai aman tidaknya bahan-bahan dalam resep tersebut.

5. Kurang konsisten dalam menangani jerawat

Umumnya, proses perawatan jerawat memerlukan waktu sekitar 6 minggu untuk terlihat hasilnya.

Namun, kebanyakan orang cenderung tidak konsisten dan sering gonta-ganti obat atau produk jerawat sebelum 6 minggu.

Padahal, untuk mengobati jerawat, dibutuhkan konsistensi terutama dalam melakukan perawatan wajah. Jadi, jangan heran jika jerawat tak kunjung sembuh bila Anda tidak sabaran dalam menangani jerawat-jerawat Anda.

6. Malas berkonsultasi dengan dermatologi

Apabila sudah lewat 6 minggu tapi jerawat tak kunjung sembuh dan kulit terlihat semakin meradang, sebaiknya kunjungi dermatologi atau klinik perawatan kulit guna mengonsultasikan masalah kulit Anda.

Langkah ini tentu lebih aman dan efektif dibandingkan harus terus coba-coba produk skincare baru.

Pasalnya, kebiasaan coba-coba skincare dalam jangka panjang bisa saja memperparah kondisi jerawat.

Itu dia 6 penyebab jerawat tak kunjung sembuh. Semoga bermanfaat dan jangan lupa dicatat ya, Moms.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Harga Emas Hari Memantul ke atas US$ 4.500, Investor Bargain Hunting

Harga emas hari ini melanjutkan kenaikan mingguan pertamanya pada pekan lalu, sejak konflik Timur Tengah dimulai.

4 Zodiak Paling Multitasking, Si Jago Kerja Cepat dan Serba Bisa

Kali ini MomsMoney akan membagikan informasi tentang 4 zodiak paling multitasking. Simak sampai akhir, ya.  

Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 31 Maret 2026, Peluang di Akhir Bulan

Cek ramalan zodiak keuangan dan karier besok Selasa 31 Maret 2026, simak peluang kerja dan strategi akhir bulan yang sangat hoki.​

Promo Alfamart Kebutuhan Dapur 30-31 Maret 2026, Beli 1 Blue Band Gratis 1 Saus Tiram

Manfaatkan promo Alfamart Kebutuhan Dapur periode 16-31 Maret 2026 untuk belanja kebutuhan dapur dengan lebih hemat.

Promo Alfamart Skincare dan Body Care 30-31 Maret 2026, Diskon hingga 40%

Manfaatkan promo Alfamart Personal Care Fair periode 16-31 Maret 2026 untuk belanja produk perawatan wajah dan tubuh dengan lebih hemat.

Catat, Saham Baru WBSA Sudah Bisa Dipesan di E-IPO Mulai Besok 1 April 2026

Investor yang menantikan kedatangan pendatang baru di bursa saham, PT BSA Logistics Indonesia Tbk sudah bisa mengajukan penawarannya mulai besok.

AgentOS akan Diluncurkan April, Hubungkan Data, Channel dan AI di Satu Platform

Salah satu platform komunikasi cloud, Infobip, bakal menghadirkan platform AI-native terbarunya, AgentOS pada April.

Skincare Bukan Cuma untuk Wanita, Fyne Hadirkan Perawatan Simpel untuk Pria

​Kesadaran pria terhadap perawatan wajah meningkat, FYNE menghadirkan solusi skincare yang praktis untuk kebutuhan sehari-hari.

Katalog Promo Alfamidi Hemat Satu Pekan Spesial Gajian Periode 30 Maret-5 April 2026

Minyak goreng, beras, dan kecap manis diskon besar di Alfamidi. Cek promo Alfamidi Hemat Satu Pekan sebelum kehabisan stok hingga 5 April 2026.

Peluang Kuliah dari Industri Sawit, Beasiswa 2026 Dibuka untuk 5.000 Peserta

​Program beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan kembali dibuka untuk mendukung pengembangan SDM industri sawit.