M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kenali Penyakit Xanthoma yuk Moms, Kelainan Kulit Akibat Kolesterol Tinggi

Kenali Penyakit Xanthoma yuk Moms, Kelainan Kulit Akibat Kolesterol Tinggi
Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Inilah penjelasan tentang penyakit xanthoma yang terjadi akibat efek dari kolesterol tinggi yang harus Anda waspadai.

Kenali xanthoma sebagai kelaianan kulit yang diakibatkan oleh kolesterol tinggi dan menjadi tanda penyakit berbahaya lainnya.  

Sebaiknya, jangan abaikan jika ada munculnya benjolan atau gumpalan lemak di bawah kulit yang berwarna kekuningan dan disebut dengan xanthoma, dikutip dari Health Focus.

Kondisi ini bisa muncul di mana saja, seperti persendian, kaki, tangan, hingga bokong. Namun, gumpalan ini paling banyak dialami di area kelopak mata.  

Xanthoma disebabkan akibat tingginya kadar lemak dalam darah. Dilansir dari Web MD, kondisi ini biasanya terkait dengan beberapa penyakit dan kebiasaan buruk, seperti: 

Baca Juga: Bisa Dicoba! Ini 5 Makanan yang Bisa Membantu Mengobati Sakit Kepala

1. Kadar kolesterol tinggi

2. Diabetes

3. Hipotiroidisme

4. Sirosis bilier primer

5. Kolestasis

6. Sindrom nefrotik

7. Penyakit hematologi

8. Efek samping pengobatan tertentu

9. Obesitas

10. Kebiasaan mengonsumsi alkohol

11. Kebiasaan merokok

12. Serangan jantung

13. Gangguan jantung

14. Aterosklerosis

Baca Juga: Bisa Cegah Diabetes, Ini Sederet Manfaat Jus Tomat untuk Kesehatan Tubuh

Jangan khawatir, xanthoma bukanlah suatu kondisi yang berbahaya untuk kesehatan kulit.

Namun, hal ini menjadi tanda adanya beberapa penyakit berbahaya yang Anda alami.  

Untuk mengurangi risiko terjadinya xanthoma, orang berusia 20 tahun ke atas dianjurkan untuk memeriksakan kadar kolesterolnya minimal setiap 3 bulan sekali. 

Jika kolesterol di atas normal, Anda perlu mengatur pola makan, berolahraga rutin, serta berkonsultasi dengan dokter untuk kemungkinan pemberian obat penurun kolesterol. 

Itulah penjelasan tentang penyakit xanthoma yang terjadi akibat efek dari kolesterol tinggi yang harus Anda waspadai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​