M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kasus Pneumonia Mycoplasma Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala dan Upaya Pencegahan

Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Kasus pneumonia akibat mycoplasma pneumoniae terdeteksi di Indonesia. Kenali gejala umum dan lakukan upaya pencegahan berikut ini. 

Kementerian Kesehatan telah menerima laporan kasus pneumonia akibat mycoplasma pneumoniae di Indonesia. Bakteri penyebab pneumonia ini sedang mewabah di China.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, laporan kasus pneumonia akibat mycoplasma pneumoniae itu berasal dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Sudah ada laporan, tapi baru lisan dari DKI Jakarta. Dan hari ini akan diverifikasi oleh Dinkes DKI Jakarta sekaligus melakukan pemeriksaan epidemiologi," kata Nadia kepada Kompas.com, Selasa (5/12).

Nadia mengungkapkan, pemerintah juga akan mendata gejala yang pasien alami. Cuma, biasanya, dia bilang, gejala pasien terinfeksi pneumonia adalah sesak napas disertai demam dan flu.

"Kan, ini infeksi saluran napas, dan gejala utama pneumonia adalah sesak," ungkapnya.

Baca Juga: Waspada Pneumonia, Ini Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan Masyarakat

Kementerian Kesehatan sebelumnya mengimbau masyarakat agar tidak panik menyusul penyebaran pneumonia misterius alias undefined pneumonia. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Imran Pambudi menyebutkan, masyarakat sebaiknya justru meningkatkan kewaspadaan diri terlebih bila melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Masyarakat tetap tenang, jangan panik," tegas Imran dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (5/12).

China saat ini mengalami ancaman serius penyebaran undefined pneumonia yang mulai merebak sejak November 2023. Penyakit radang paru-paru ini juga terjadi di Eropa. Penularan penyakit ini didominasi pada anak-anak.

Menurut Imran, pneumonia yang saat ini merebak di China pada prinsipnya sama dengan pneumonia yang terjadi di masyarakat. Penyebabnya adalah infeksi bakteri. 

Hanya saja, berdasarkan laporan epidemiologi, kebanyakan penyebab kasus pneumonia di China adalah mycoplasma pneumoniae.

Baca Juga: Kasus Pneumonia Misterius Meningkat, Ini Gejala yang Terjadi pada Anak-Anak di China

Mycoplasma merupakan bakteri penyebab umum infeksi pernapasan (respiratory) sebelum Covid-19. Bakteri ini memiliki masa inkubasi yang panjang. 

Karena itu, penyebarannya tidak secepat virus penyebab Covid-19, sehingga tingkat fatalitasnya rendah.

Nah, Imran menuturkan, berikut adalah beberapa upaya yang bisa masyarakat lakukan untuk mengantisipasi penularan pneumonia di Indonesia:

  1. Melakukan vaksin untuk melawan influenza, COVID-19, dan patogen pernapasan lainnya jika diperlukan
  2. Tidak melakukan kontak atau menerapkan jaga jarak aman dengan orang yang sakit
  3. Memastikan memiliki ventilasi yang baik
  4. Membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan memakai sabun antiseptik dan air mengalir
  5. Apabila merasa kurang enak badan atau sakit, sebaiknya tidak keluar rumah dan tetap menggunakan masker dengan baik serta benar.
  6. Segera ke fasyankes terdekat jika ada tanda gejala, batuk, dan/atau kesukaran bernapas disertai dengan demam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jangan Kehabisan! Promo TIX ID Film Para Perasuk Beli 1 Gratis 1, Berakhir Cepat

Membeli tiket nonton Para Perasuk lebih hemat. TIX ID tawarkan promo Beli 1 Gratis 1 hanya 3 hari. Segera manfaatkan penawaran ini!

Pilot RI Tembus Standar Dunia, Ini Tips Jadi Pilot Berprestasi

​Karier pilot menjanjikan, tapi penuh tantangan. Ini tips penting agar bisa berprestasi dan bersaing di industri penerbangan global.

Nu Skin Luncurkan Prysm iO, Cek Nutrisi Tubuh Kini Cukup 15 Detik

Nu Skin meluncurkan Prysm iO, sebuah alat yang memungkinkan pengguna mengetahui kondisi nutrisi tubuh dengan cepat dan praktis.

Promo J.CO Summarecon: Beli 1 Lusin Gratis 1/2 Lusin Donuts, Hemat sampai Rp 63.000

Nikmati promo di J.CO Summarecon Mall Serpong yang bikin heboh. Buruan cek selengkapnya untuk tahu cara dapatkan donat gratis sebelum kehabisan!

Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (23/4) Lanjut Melemah, Turun Rp 25.000

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Kamis (23/4) mengalami penurunan Rp 25.000 dari perdagangan sebelumnya.

Sempat Disemprit Bursa, Saham WBSA Injak Gas Naik 690%

Saham WBSA pada Kamis, 23 April 2026 kembali menyentuh auto reject atas atau ARA dengan kenaikan 24,88% ke Rp 1.330.

HP Samsung Terbaru 5G: Ada yang Bawa Kamera 200MP & Baterai Super Awet!

Dari A56 hingga A17, HP Samsung Terbaru 5G kini punya baterai 5000mAh dan layar AMOLED 120Hz. Pilih yang terbaik untuk kebutuhan Anda sekarang.

Tips Parenting di Era Digital, Seperti Apa?

Agar anak lebih bahagia diasuh orangtua, ini tips pola asuh orangtua di era digital saat ini.       

IHSG Melemah 0,2% Kamis Pagi (23/4), Saham BREN dan DSSA Lanjut Turun

Sempat naik ke zona hijau, indeks kemudian bergerak turun 0,26% ke level 7.522 pada Kamis, 23 April 2026, pukul 9:25 WIB. 

IHSG Diproyeksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Kamis (23/4)

IHSG berpotensi menguat pada perdagangan Kamis (23/4/2026).​ Cek rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas untuk hari ini.