M O M S M O N E Y I D
HOME, Bugar

Jangan Sepelekan Benjolan di Kelopak Mata, Kenali Penyebab dan Cara Penyembuhannya

 Jangan Sepelekan Benjolan di Kelopak Mata, Kenali Penyebab dan Cara Penyembuhannya
Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Benjolan di kelopak mata atau Kalazion muncul akibat adanya penyumbatan pada kelenjar meibom. Benjolan ini biasanya tampak kemerahan, berukuran kecil, tidak terasa nyeri, dan bisa bertahan hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.  

Penyakit ini biasanya muncul sebagai benjolan di daerah kelopak mata yang berwarna merah, lunak, dan tampak bengkak. Dalam beberapa hari, kondisi ini bisa berubah menjadi benjolan yang tumbuh lambat seukuran kacang polong.

Kalazion adalah penyakit mata yang dapat terjadi pada siapa saja, tetapi anak-anak lebih rentan mengalami karena mereka sering mengucek mata. Anda dapat mencegah terjadinya penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko.

Di dalam permukaan bagian dalam kelopak mata terdapat kelenjar kecil yang disebut kelenjar meibom. Kelenjar ini berfungsi memproduksi cairan yang kemudian bercampur dengan air mata untuk melindungi dan melembapkan mata, sehingga bola mata tidak kering dan teriritasi.

Apabila kelenjar ini tersumbat, maka cairan menumpuk dan membentuk benjolan yang berisi cairan. Inilah yang disebut kalazion.

Baca Juga: Manfaat Buah Anggur yang Luar Biasa untuk Kesehatan Tubuh

Siapa saja bisa mengalami kondisi ini, dan beberapa hal yang menyebabkan risiko kalazion meningkat, antara lain sebagai berikut.

  • Mengalami rosacea atau dermatitis seboroik
  • Alami blefaritis, yaitu peradangan pada tepi kelopak mata
  • Diabetes
  • Pernah mengidap kalazion sebelumnya

Kalazion lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Biasanya, gejala yang muncul adalah sebagai berikut.

  • Benjolan kecil yang muncul di kelopak mata
  • Kelopak mata membengkak
  • Rasa mengganjal atau tidak nyaman
  • Kulit di sekitar kelopak mata memerah
  • Mata berair
  • Nyeri atau iritasi ringan
  • Benjolan yang cukup besar bahkan bisa menekan bola mata dan menyebabkan penglihatan kabur

Baca Juga: 5 Manfaat Vitamin untuk Kesehatan Tubuh

Pada sebagian besar kasus, kalazion tidak memerlukan penanganan medis secara khusus. Hal ini karena kalazion dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa  hari hingga minggu. Namun, untuk mempercepat penyembuhan, ada sejumlah metode pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu sebagai berikut.

  • Kompres kelopak mata yang terkena kalazion dengan air hangat untuk mengurangi pembengkakan. Lakukan selama 10–15 menit dan ulangi 3–5 kali dalam sehari.
  • Pijat lembut area benjolan setelah dikompres dengan air hangat untuk mengeluarkan cairan dari dalam benjolan. Pastikan tangan Anda sudah dibersihkan sebelum melakukan pemijatan.
  • Bersihkan kelopak mata yang terkena kalazion setidaknya 2 kali sehari, untuk menghilangkan minyak dan sel kulit mati yang ada pada kulit daerah benjolan. Gunakan sabun yang lembut, seperti sabun bayi.
  • Penting untuk diingat, jangan menyentuh benjolan kalazion dengan tangan yang belum dibersihkan, dan jangan memencet benjolan. Selain itu, hindari menggunakan lensa kontak sampai kalazion sembuh sepenuhnya.
  • Jika benjolan tidak juga hilang dengan penanganan di atas, terutama setelah lebih dari 2–8 minggu, lakukan pemeriksaan ke dokter. 
  • Memberikan salep atau tetes mata antibiotik, untuk mengatasi kalazion yang terinfeksi sesuai resep dokter.
  • Memberikan suntik kortikosteroid pada kelopak mata yang terkena kalazion, untuk mengurangi pembengkakan.
  • Melakukan operasi kalazion, yaitu dengan membuat sayatan kecil di benjolan, untuk mengeluarkan cairan di dalamnya.

Selanjutnya: Waspadai Penyakit yang Rentan Terjadi di Musim Hujan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Fokus Anda Mudah Hilang? Ini 5 Pemicu Tak Terduga Konsentrasi Menurun

Sering kehilangan fokus saat bekerja atau belajar? Ternyata, 5 hal ini diam-diam menguras konsentrasi Anda. Kenali pemicunya di sini.  

Generasi Muda Perlu Melek Investasi, Bisa Mulai dari Reksadana

Generasi muda perlu melek investasi yang bisa mereka mulai lewat investasi reksadana dengan Rp 10.000 saja.

5 Pilihan Susu Kolesterol yang Aman, Turunkan Lemak Jahat Tanpa Was-Was

Jangan lagi khawatir minum susu! Pahami 5 jenis susu yang aman dikonsumsi penderita kolesterol tinggi, demi jantung sehat dan hidup lebih baik.

Harga Emas Antam Hari Ini Jumat (24/4) Tidak Berubah

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Jumat (24/4) tidak mengalami perubahan dari perdagangan sebelumnya.

Promo Solaria Baru, Makan Enak Cuma Rp 12.000 & Diskon Rp 50.000 Pakai Kartu Ini

Pengguna Maybank dan KB Bank wajib tahu! Solaria tawarkan harga Bowl Ayam Rp 12 ribu & diskon Rp 50 ribu. Buruan cek!

Nobel Run 2026 Ajak Masyarakat Gaungkan Setara Satu Lintasan

Dukung anak berkebutuhan khusus dalam beraktivitas, Nobel Run 2026 gaungkan setara satu lintasan di pagelaran lari.

Bukan Cuma Sawit, Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Ikut Naik

​Harga minyak goreng naik perlahan sejak awal tahun. Salah satu faktor utamanya adalah mahalnya kemasan plastik imbas konflik Timur Tengah.

Kata CEO SAP soal Masa Depan AI, Software Tak Tergantikan

​CEO SAP Christian Klein mengungkap masa depan AI yang ternyata sangat bergantung pada software, bukan menggantikannya dalam bisnis modern.

7 Pola Hidup Ini Jadi Biang Keladi Penyebab Kanker Ginjal, Segera Ubah Sekarang

Mengonsumsi gula dan garam berlebih adalah penyebab kanker ginjal yang jarang disadari. Temukan 7 pemicu lainnya untuk perlindungan optimal.

IHSG Berpotensi Melemah, Cek Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas (24/4)

IHSG masih bergerak volatil dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat (24/4). Cek rekomendasi dari BRI Danareksa Sekuritas hari ini.