M O M S M O N E Y I D
Bugar

Inilah Perbedaan Toner dan Astringents yang Harus Anda Tahu

Penulis: Rizka Noveliana  |  Editor: Rizka Noveliana


MOMSMONEY.ID - Agar tidak keliru, Anda harus tahu perbedaan toner dan astringent untuk kulit wajah. Kedua produk ini memiliki kesamaan untuk membersihkan wajah, tetapi juga ada perbedaan di dalamnya. 

Mulai dari perbedaan manfaat, kandungan hingga jenis kulit yang cocok untuk dipakai. Yuk, simak perbedaan toner dan astringent untuk wajah dilansir dari harpersbazaar.co.id, yaitu: 

Apa itu Toner dan Astringent ?

Toner merupakan produk skincare yang memiliki konsistensi cair, seperti air. Toner bermanfaat untuk menghilangkan sisa riasan dan pembersih yang mungkin tertinggal di kulit Anda setelah mencuci wajah, menutrisi kulit, dan mengembalikan pH kulit ke tingkat normal. 

Biasanya bahan utama dalam toner yaitu gliserin dan bahan humektan lainnya. Toner juga biasanya mengandung bahan-bahan lainnya seperti ekstrak herbal, rose water, antioksidan, dan bahan anti-penuaan seperti niacinamide.

Bahan-bahan ini dapat membantu memperbaiki tekstur kulit, mencerahkan warna kulit, dan meratakan warna kulit.

Baca Juga: Promo PegiPegi Murah Setiap Hari 6-31 Maret 2023, Nikmati Tarif Hotel mulai Rp 50.000

Astringent adalah produk skincare yang memiliki konsistensi cair, yang digunakan sebagai langkah kedua setelah pembersihan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin terlewatkan saat membersihkan wajah – atau sisa residu dari pembersih wajah Anda sendiri. 

Kemudian, astringent biasanya juga diformulasikan untuk menghilangkan minyak berlebih dari kulit, sehingga dapat membantu melawan jerawat. Bisa dikatakan, astringent sebagai bentuk toner yang lebih kuat. 

Sebagian besar astringent biasanya mengandung alkohol, meskipun ada beberapa pilihan astringent bebas alkohol sehingga bisa meminimalisir kulit kering dan iritasi.

Astringent juga sering ditemukan dengan bahan-bahan lain, seperti salicylic acid, citric acid, atau witch hazel, yang dapat membantu mengobati jerawat, meredakan peradangan, mengecilkan tampilan pori-pori, dan merangsang pergantian sel kulit. 

Baca Juga: 4 Cara Membuat Masker untuk Menghilangkan Bruntusan dari Bahan Alami

Perbedaan Toner dan Astringent 

Secara umum, toner dan astringent digunakan sebagai langkah kedua setelah cleanser – walaupun Anda tidak dianjurkan untuk menggunakan keduanya secara bersamaan. 

Akan tetapi, toner dan astringent memiliki perbedaan utama. Astringent mampu menghilangkan minyak berlebih dari kulit, yang berada jauh di dalam pori-pori yang bisa memicu jerawat, sehingga paling baik digunakan untuk merawat kulit berminyak dan rentan berjerawat. 

Sedangkan, toner mampu membersihkan kulit secara gentle berkat formulanya yang sebagian besar adalah air. Toner juga mampu menghilangkan sisa minyak tanpa membuat kulit kering karena mengandung bahan-bahan yang menghidrasi. 

Baca Juga: Kenali 4 Manfaat Green Tea untuk Rambut, Menutrisi Kulit Kepala

Jenis Kulit yang Tepat Dipakai Toner dan Astringent 

Pada toner, jenis kulit yang dianjurkan untuk dipakai oleh kulit kering, kulit mature dan kulit sensitif karena lebih lembut namun tetap efektif untuk membersihkan kulit dan menghilangkan minyak.

Kandungan gliserin dalam toner yang berfungsi sebagai humektan dapat menjaga kelembapan kulit dan menenangkan kulit, sekaligus mengontrol produksi minyak berlebih. 

Sedangkan pada astringent, jenis kulit yang dianjurkan untuk dipakai oleh kulit berminyak, kulit berjerawat dan kulit kombinasi.

Hal ini karena, astringent lebih efektif menghilangkan minyak berlebih dibandingkan toner, sehingga lebih baik untuk merawat kulit berminyak dan berjerawat.

Kandungan alkohol dalam astringent dapat bermanfaat untuk membersihkan kulit dan membunuh bakteri yang bisa menyebabkan jerawat.

Witch hazel yang juga sering ditemukan dalam produk astringent, juga dapat bermanfaat untuk mengatasi masalah jerawat, memperkecil tampilan pori-pori, dan mengurangi kelebihan minyak. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

10 Makanan untuk Menaikkan Hb dengan Cepat dan Alami, Ada Daging hingga Buah

Ketahui daftar makanan untuk menaikkan Hb yang kaya zat besi, folat, dan vitamin C. Mulai dari daging merah, sayuran hijau, hingga buah-buahan.

Berisiko Penyakit Kronis, Ini 5 Efek Kebanyakan Tidur Alias Oversleeping

Tak selamanya baik, tidur secara berlebihan bisa menyebabkan beberapa efek samping dan bahaya untuk tubuh.​

Apa Itu Vitiligo? Simak Penjelasan Penyebab Hingga Ciri-Ciri Penyakit Kulit Ini

Apa, sih, sebenarnya penyakit vitiligo ya? Simak penjelasan singkat mengenai penyebab dan ciri-cirinya berikut ini.​

Yuk Beralih Pakai Sabun Organik, Ada 6 Manfaat Sabun Organik bagi Kulit Anda

Selain dikenal ramah lingkungan, ternyata ada manfaat lain dari sabun organik yang tentu baik bagi kesehatan kulit.

Rekomendasi 6 Film Death Game Penuh Tantangan Mematikan

Ternyata banyak judul film yang memiliki tema death game. Berikut ini adalah beberapa judul film yang memiliki tema cerita death game.​

5 Manfaat Kentang yang Jarang Diketahui, Bisa Turunkan Tekanan Darah

Ketahui apa saja beragam manfaat kentang yang ternyata juga berkhasiat untuk kesehatan tubuh di sini.

25 Ucapan Hari Pelanggan Nasional 2026 Bisa Dipakai untuk Apresiasi Pelanggan

Ucapan Hari Pelanggan Nasional 2026 berikut ini bisa digunakan sebagai salah satu cara memberikan apresiasi kepada para pelanggan.

4 Makanan Penyebab Gigi Kuning yang Perlu Anda Batasi Konsumsinya

Batasi konsumsinya, berikut adalah 4 makanan penyebab gigi kuning yang wajib Anda tahu untuk menjaga warna alami gigi.

Tetap Bisa Makan Enak, Ini 5 Tips Makan Nasi Padang saat Diet Tanpa Rasa Bersalah

Jangan takut gemuk saat makan nasi padang! Begini tips makan nasi padang saat diet untuk mengontrol asupan kalori tanpa perlu mengorbankan rasa.

7 Prinsip Charlie Munger yang Bisa Ubah Cara Berpikir dan Meraih Sukses

Pelajari 7 prinsip Charlie Munger untuk membangun hidup lebih baik lewat kebiasaan belajar, berpikir rasional, dan disiplin.