M O M S M O N E Y I D
HOME, Bugar

Inilah Faktor Penyebab Sembelit yang Sering Disepelekan

Inilah Faktor Penyebab Sembelit yang Sering Disepelekan
Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Pada dasarnya setiap orang memiliki kebiasaan buang air besar yang berbeda-beda.

Namun, pada umumnya, dibutuhkan waktu hingga tiga hari agar nutrisi makanan bisa diserap oleh tubuh.

Dilansir dari Health Focus, ada beberapa faktor penyebab sembelit yang sering disepelekan, antara lain: 

Baca Juga: Konsumsi 5 Buah-buahan Ini Untuk Mencegah Dehidrasi Saat Puasa

1. Minum teh secara berlebihan

Faktor penyebab sembelit yang sering disepelekan pertama adalah karena minum teh secara berlebihan. 

Perlu diketahui, terlalu banyak minum teh dapat memengaruhi usus dan itu memungkinkan makanan tidak dicerna dengan baik. 

2. Gangguan usus

Faktor penyebab sembelit yang sering disepelekan kedua adalah gangguan usus. Gangguan ini biasanya mengakibatkan otot pada ususmu tidak dapat bekerja dengan maksimal.

Gangguan yang mungkin muncul antara lain tumor di usus halus, peradangan, atau penyempitan  di usus besar.

3. Kurang serat

Faktor penyebab sembelit yang sering disepelekan ketiga adalah kurangnya mengonsumsi serat. Banyak orang yang mengabaikan asupan makanan yang masuk ke tubuhnya, terutama serat.

Padahal Anda harus tetap memperhatikan berbagai makanan yang masuk ke tubuh, untuk menghindari penyakit seperti susah buang air besar dan penyakit lainnya.

Baca Juga: 5 Manfaat Buah Pir untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

4. Kurang minum air putih

Faktor penyebab sembelit yang sering disepelekan keempat adalah kurang minum air putih. Anda tetap harus mengupayakan untuk meminum air kurang lebih delapan gelas per hari.

Air berperan dalam melarutkan zat-zat makanan dan mengangkut sisa makanan ke sistem pembuangan.

Apabila Anda kurang minum, maka zat-zat makanan tersebut semakin sulit untuk dapat diangkut ke sistem pembuangan tubuh.

Itulah yang perlu diketahui mengenai penyebab sembelit saat puasa. Jika Anda mengalami gejala sembelit yang tak kunjung membaik, segera tanya dokter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​