M O M S M O N E Y I D
HOME, Santai

Inilah 20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2022

Inilah 20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2022
Reporter: Ryan Suherlan  |  Editor: Ryan Suherlan


MOMSMONEY.ID - Semakin dekat waktunya bagi para siswa kelas XII untuk mencari tempat pendidikan selepas lulus sekolah nanti. Di Indonesia sangat banyak universitas atau perguruan tinggi dengan berbagai akreditasi yang berbeda-beda di setiap daerah. Jika anda para lulusan baru yang sedang mencari universitas, dalam artikel ini dirangkum beberapa universitas terbaik di Indonesia versi Webometrics. 

Dilansir dari lama Wikipedia, Webometrics merupakan lembaga pemeringkatan universitas di dunia yang didasarkan pada gabungan indikator dalam suatu universitas mulai dari publikasi ilmiah, isi web, dampak, dan jumah pranala luar yang diterima. 

Deretan 20 universitas terbaik di Indonesia terdiri dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta yang tersebar di berbagai daera di Indonesia. 

Baca Juga: Musim Hujan, Siapkan Menu Andalan yang Cocok Dimakan Saat Hujan Ini

Universitas tersebut bisa dijadikan opsi bagi para lulusan 2022 yang akan melanjutkan ke jenjang perkualiahan. Sehingga tidak salah memilih universitas saat mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Neger (SBMPTN) ataupun ujian saringan masuk perguruan tinggi swasta. 

Melansir dari laman Webometrics berikut daftar 20 universitas terbaik di Indonesia tahun 2022.

1. Universitas Indonesia
2. Universitas Gadjah Mada
3. Institut Pertanian Bogor 
4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
5. Universitas Brawijaya
6. Universitas Airlangga
7. Universitas Telkom
8. Universitas Andalas
9. Universitas Bina Nusantara
10. Institut Teknologi Bandung
11. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
12. Universitas Islam Indonesia
13. Universitas Sebelas Maret
14. Universitas Diponegoro
15. Universitas Gunadarma
16. Universitas Hasanuddin
17. Universitas Pendidikan Indonesia
18. Universitas Padjadjaran Bandung
19. Universitas Kristen Satya Wacana
20. Universitas Syiah Kuala

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​