M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Ini 8 Macam Media Tanam Organik untuk Tanaman Hias

Penulis: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Jika saat ini Anda sedang berencana menanam tanaman hias dan bingung memilih media tanam, Anda bisa mencari tahu tentang media tanam organik. Media tanam organik adalah media tanaman yang berasal dari komponen organisme hidup. Media ini terbentuk dari proses pelapukan yang dilakukan oleh mikroorganisme.

Dilansir dari cybex.pertanian.go.id, media tanam organik memiliki pori-pori mikro dan makro yang seimbang sehingga sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik. Selain itu, proses pelapukan dalam pembuatannya, menghasilkan mineral, karbon dioksida, dan air yang bermanfaat untuk tanaman. Nah, ini dia 8 macam media tanam organik yang bisa Anda gunakan.

Baca Juga: Sering Direkomendasikan, Ini Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Pupuk Organik

Arang

Arang biasa digunakan untuk membakar sate, tetapi arang juga bisa dijadikan sebagai media tanam yang bagus. Arang dapat berasal dari kayu atau batok kelapa. Biasanya digunakan untuk tanaman anggrek di daerah dengan kelembapan tinggi. Sebab, arang kurang mampu mengikat air dalam jumlah banyak. Keunikan lainnya, jenis arang bersifat buffer (penyangga) dan tidak mudah lapuk sehingga jamur sulit tumbuh.

Kendati demikian, arang miskin unsur hara. Anda perlu menambahkan pupuk saat menggunakan media tanam ini. 

Cara penggunaannya, idealnya arang dipotong-potong sebelum ditempatkan dalam pot. Ukuran potongan menyesuaikan ukuran pot, misalnya pot yang diameternya berukuran 15 cm akan membutuhkan potongan arang dengan ukuran panjang 3 cm, lebar 2-3 cm, dan ketebalan 2-3 cm.

Sabut Kelapa

Sabut kelapa atau coco peat yang belum diarangkan juga dapat digunakan sebagai alternatif media tanam. Namun, sabut harus berasal dari buah kelapa yang sudah tua karena daya seratnya lebih kuat. Selain itu, sabut kelapa juga direkomendasikan untuk digunakan di daerah yang bercurah hujan rendah.

Kelebihan dari media tanam ini adalah karakteristiknya yang mampu mengikat dan menyimpan air dengan kuat, sangat sesuai untuk wilayah penanaman yang panas. Oleh karena itu, sabut kelapa sangat mudah lapuk dan cepat membusuk. Sebelum menggunakannya, lebih baik Anda merendamnya dahulu ke dalam larutan fungisida untuk mengatasi pembusukan.

Kendati demikian, sabut kelapa mengandung unsur-unsur hara esensial, seperti kalsium, magnesium, kalium, natrium, dan forfor. Zat-zat ini sangat bermanfaat untuk tanaman.

Sekam Padi

Sekam padi merupakan kulit biji padi yang sudah digiling. Ada dua jenis sekam yang digunakan, yakni sekam padi bakar dan sekam padi bakar. Namun, keduanya memiliki keuntungan yang sama, yakni berperan penting dalam perbaikan struktur tanah sehingga aerasi dan drainase di media tanam menjadi lebih baik.

Kelebihan sekam bakar adalah dapat membuat media tanam menjadi gembur. Sementara kelebihan sekam mentah adalah mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, dan tidak mudah menggumpal.

Batang Pakis

Media tanam batang pakis biasa disebut sebagai cacahan pakis. Media ini banyak dijual sebagai media tanam siap jadi dalam bentuk lempengan persegi empat. Biasanya digunakan untuk media tanam anggrek.

Ada dua jenis warna batang pakis, yakni hitam dan cokelat. Warna batang hitam lebih umum digunakan sebagai media tanam karena batang ini berumur lebih tua sehingga lebih kering.

Kelebihan dari media tanam ini adalah karakteristiknya yang mudah mengikat air, memiliki aerasi dan drainase yang baik, serta bertekstur mudah lunak, sehingga dapat ditembus akar tanaman. Sayangnya, unsur hara pada arang sedikit, sehingga Anda memerlukan tambahan suplai unsur hara untuk tanaman.

Pupuk Kandang

Pupuk kandang juga bisa digunakan sebagai media tanam karena kandungan unsur haranya yang lengkap, seperti natrium, fosfor, dan kalium. Selain itu, kandungan mikroorganisme yang ada di pupuk kandang mampu mengubah bahan organik yang susah dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah diserap.

Pupuk kandang yang siap digunakan adalah yang sudah matang dan steril. Hal ini ditandai dengan warna pupuk yang menghitam. Pemilihan pupuk yang benar dapat mencegah munculnya bakteri atau cendawan pada tanaman.

Baca Juga: Mengenal Pupuk Bokashi, Pupuk yang Dibuat dengan Proses Fermentasi

Kompos

Media tanam kompos terbuat dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik seperti jerami, daun, atau sisa sayuran. Kandungan bahan pada kompos dapat memperbaiki kondisi tanah, sehingga dapat subur kembali.

Kelebihan lainnya, kompos dapat menjadi fasilitator dalam penyerapan unsur nitrogen yang sangat dibutuhkan tanaman. Kompos yang baik sebagai media tanam adalah kompos yang telah mengalami pelapukan secara sempurna, ditandai dengan perubahan warna, tidak berbau, kadar air rendah, dan memiliki suhu ruangan.

Moss

Media tanam moss merupakan media tanam yang berupa lumut kering atau berasal dari akar paku-pakuan yang banyak dijumpai di hutan. Media ini sering digunakan untuk masa penyemaian hingga masa pembungaan.

Menurut sifatnya, tanaman ini tak mudah membusuk, mampu menyerap dan menyimpan persediaan air dengan baik, serta kaya akan unsur hara. Untuk pertumbuhan yang optimal, moss dapat dikombinasikan dengan media tanam organik lain seperti kulit kayu, tanah gambut, atau dedaunan kering.

Humus

Humus merupakan segala macam hasil pelapukan bahan organik oleh mikroorganisme. Bahan-bahannya berasal dari jaringan asli tubuh tumbuhan atau binatang mati yang telah lapuk.

Humus mengandung zat-zat alifatik hidroksida, fenol, dan asam karboksilat yang bermanfaat untuk kesuburan tanaman.  Selain itu, humus dapat membantu penggemburan tanah dan memiliki kemampuan daya takar ion yang tinggi sehingga dapat menyimpan unsur hara. Namun, media ini sangat mudah ditumbuhi jamur apabila terjadi perubahan suhu, kelembapan, dan erasi yang ekstrem.

Humus juga memiliki jumlah pori yang rendah, sehingga akar tanaman tidak mampu menyerap air. Maka, Anda dapat mengombinasikan humus dengan media tanam lain seperti tanah dan pasir yang memiliki porositas tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Stop Multitasking! Ini 4 Dampak Negatif Multitasking untuk Kesehatan Otak Anda

Multitasking sering kali dianggap sebagai sebuah keahlian hebat. Perlu Anda waspadai, ini 4 dampak negatif multitasking ya.

7 Rekomendasi Serial Horor Singkat Netflix, Bisa Ditonton Saat Waktu Luang

Jika cuma punya sedikit waktu luang, yuk, tonton beberapa rekomendasi serial horor singkat ini di Netflix.

Mau Makan Siang Hemat? Cek Menu Promo HokBen Oktober Mulai Rp 17 Ribuan

Nikmati berbagai menu lewat promo HokBen edisi Oktober. Mulai dari Hoka Murmer hingga Super Bowl dengan harga super terjangkau.

Pro Max Gantikan Varian Xiaomi 18 Ultra dengan Chipset 2nm, Bawa Sensor 200 MP

Xiaomi resmi membatalkan perilisan 18 Ultra dan menggantinya dengan 18 Pro Max. Simak perubahan spesifikasi dan perkiraan harganya.

Malas Minum Obat? Tanaman Herbal Ini Jadi Alternatif Terbaik untuk Hipertensi!

Kandungan alami dalam tanaman herbal bumbu dapur mampu melebarkan pembuluh darah. Simak deretan rempah pelindung jantung yang wajib Anda ketahui!  

Kolesterol LDL Meningkat? Serat Mampu Mencegah Penumpukan Plak Arteri Berbahaya

Plak arteri mulai terbentuk sejak usia muda akibat kolesterol. Simak cara mencegah risiko serangan jantung sebelum terlambat.  

Sering Tunda Buang Air Kecil? Menahan Pipis Bisa Menyebabkan 6 Penyakit Ini, lo

Kenali beragam masalah kesehatan serius yang mengintai saat menahan pipis bisa menyebabkan nyeri, infeksi ginjal, hingga pembengkakan organ dalam.

Apakah Minum Jus Buah Setiap Hari Menyehatkan? Ternyata Ini Jawabannya

Apakah sehat jika terus-terusan minum jus buah setiap hari? Yuk, cari tahu jawabannya di artikel ini.

Sebelum Daftar Kuliah S2, Cek 5 Hal Ini agar Kuliah Tak Jadi Beban Finansial

Kuliah S2 membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga sehingga calon mahasiswa perlu menghitung potensi manfaatnya terhadap karier, pendapatan, jaringan.

Sering Kedinginan? Ini 4 Tanda Tubuh Kekurangan Kalori yang Wajib Anda Tahu

Kekurangan kalori dapat memicu serangkaian gejala fisik dan psikologis. Wajib tahu, inilah 4 tanda tubuh kekurangan kalori ya.