M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

IHSG Dibuka Melemah, Ini Perkiraan hingga Tutup Bursa 10 Maret 2023

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Usai menguat kemarin, IHSG dibuka melemah pada Jumat (10/3). IHSG berada pada level 6.782 pada pembukaan bursa pukul 09.00 atau turun sekitar 17 poin dari penutupan sehari sebelumnya. 

Info saja, kemarin IHSG terpantau di level 6.799. Nilai ini meguat 23 poin atau naik sekitar 0,35%. 

Penguatan IHSG ini didorong oleh investor asing yang mencatatkan net buy Rp 606 miliar. Sebesar Rp 527 miliar di antaranya di pasar reguler dan sisanya dari pasar negoisasi. 

Saham dengan net buy asing tertinggi kemarin adalah BMRI, BBNI, TLKM. Sedangkan net sell asing tertinggi dari ADRO, UNVR, dan ANTM.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Balik Menguat Jumat (10/3) ke Posisi Ini

Bursa Asia kemarin (9/3) ditutup cenderung beragam. Nikkei menguat 0,63%, Hang Seng melemah 0,6363%, Shanghai melemah 0,16%, sementara EIDO ditutup melemah 0,14%.

Sementar bursa AS kompak melemah. Dow Jonses turun 1,66%, S&P merosot 2,05%, dan Nasdaq melemah 1,85%.

Pasar bergerak turun akibat saham-saham di sektor perbankan mengalami pelemahan yang memberikan kekhawatiran akan kondisi ekonomi yang mulai bahaya.

Baca Juga: Ini Tips Keberhasilan Nona Woman dalam Memasarkan Produk

Pelaku pasar khawatir akan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi sehingga memicu gagal bayar pada perusahaan perbankan.

Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,96% dan KOSPI dibuka melemah 1,21%.

Berdasarakan riset dari Samuel Sekuritas, Jumat (10/3), hari ini IHSG diproyeksi akan melemah. Hal ini didorong dari sentimen global dan regional. 

Saham BBNI, ASII, ARTO, dan CMNT dengan rating trading sell.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.