M O M S M O N E Y I D
HOME, InvesYuk

Harga Emas di Pegadaian Berbalik Menguat, Jumat (10/9)

Reporter: RR Putri Werdiningsih  |  Editor: Putri Werdiningsih


MOMSMONEY.ID - JAKARTA. Harga emas batangan Antam dan harga emas batangan UBS di Pegadaian mulai berbalik menguat dibanding harga kemarin, Kamis (10/9).

Mengutip laman Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram di Pegadaian Jumat (10/9) naik tipis Rp 2.000 menjadi Rp 967.000 per gram. Sementara harga emas UBS menguat Rp 3.000 menjadi Rp 921.000 per gram. 

Baca Juga: Tertarik Investasi di Luar Negeri? Ini Pilihannya

Di  Indonesia, emas batangan diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk alias ANTAM. Selain itu, ada pula PT Untung Bersama Sejahtera (UBS). Kedua produk tersebut bisa didapatkan di toko perhiasan, butik Antam maupun di outlet Pegadaian.  

Pegadaian menyediakan produk emas batangan dalam berbagai ukuran. Baik emas Antam maupun emas UBS, ditawarkan mulai dari ukuran 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 5 gram hingga 1.000 gram.  

Baca Juga: Promo KPR Bank Mandiri dengan Bunga Rendah 3,88%

Mari simak rincian pergerakan harga emas milik Antam dan emas UBS di Pegadaian per Jumat (10/9) :

Harga emas Antam :  

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 536.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 967.000 
  • Harga emas 2 gram: Rp 1.871.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 2.780.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 4.598.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 9.117.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 22.713.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 45.324.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 90.603.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 226.232.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 452.246.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 904.449.000 

Harga emas UBS : 

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 491.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 921.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 1.828.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 4.516.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 8.983.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 22.411.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 44.729.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 89.424.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 223.491.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 446.457.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 891.947.000

​Selanjutnya: Segera Daftarkan Diri Anda, Kartu Prakerja Gelombang 20 Telah Dibuka

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.