M O M S M O N E Y I D
HOME

Gara-gara Omicron, Pemerintah Menambah Larangan Kedatangan dari 3 Negara Ini

Gara-gara Omicron, Pemerintah Menambah Larangan Kedatangan dari 3 Negara Ini
Reporter: Lidya Yuniartha  |  Editor: Lidya Yuniartha


MOMSMONEY.ID - JAKARTA. Melihat perkembangan Omicron yang terus menyebar, pemerintah akan menambah negara yang warga negaranya dilarang masuk ke Indonesia. Tiga negara ini yakni Britania Raya, Norwegia dan Denmark.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan mengatakan, saat ini terdapat 11 negara yang warganya dilarang kedatangannya ke Indonesia dan terdapt prosedur karantina 14 hari bagi WNI yang baru pulang dari negara tersebut. Selain menambah negara lain, ada juga negara yang dihapus dari daftar.

“Mengikuti perkembangan yang terjadi, Pemerintah akan melakukan penambahan negara UK, Norwegia, dan Denmark dan menghapus Hongkong dalam daftar tersebut dengan mempertimbangkan penyebaran kasus Omicron yang cepat di ketiga negara,” ujar Luhut.

Baca Juga: Kenali Gejala Covid-19 Omicron yang Agak Berbeda dengan Varian Delta

Luhut menambahkan, pemerintah akan terus memantau penyebaran Omicron. Dia mengatakan, bila nantinya semakin banyak negara yang mengalami penyebaran Omicron ini maka penyesuaian di Indonesia akan dilakukan.

Adapun, penerintah akan melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk kedatangan menuju Indonesia, melihat adanya peningkatan kedatangan pelaku perjalanan luar negeri. Sementara, masyarakat juga dihimbau tidak melakukan perjalanan ke luar negeri yang tidak esensial apalagi melihat penyebaran Omicron yang parah.

“Pemerintah sangat mempertimbangkan untuk meningkatkan masa karantina menjadi 14 hari jika penyebaran varian Omicron semakin meluas,” kataLuhut.

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan bahwa belum banyak yang belum diketahui mengenai varian Omicron. Menurutnya, berdasarkan penelitian yang ada disebutkan bahwa varian ini menyebar lebih cepat dan kemungkinan lebih ringan. Namun,  berisiko meningkatkan perawatan rumah sakit. Ada pula yang mengatakan sampai saat ini tingkat kematian karena Omicron masih terlihat rendah.

Luhut meminta supaya tidak ada kepanikan  melihat kesiapan Indonesia dalam menangani Covid-19 jauh lebih baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

IHSG Ditutup Menguat 0,56% ke Level 7.500 Pada Senin Sore (13/4)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan kenaikan 0,56% ke level 7.500 pada akhir perdagangan Senin, 13 April 2026. 

Ramalan Zodiak Besok Selasa 14 April 2026: Cinta, Karier dan Keuangan Naik Turun

Simak ramalan 12 zodiak besok, Selasa 14 April 2026. Cek peruntungan cinta, karier, dan keuangan Anda secara lengkap di sini, ya.​

Promo Alfamart Frozen Food Fair 1-15 April 2026, Nugget-Sosis Keju Diskon Rp 15.000

Manfaatkan promo Alfamart Frozen Food Fair periode 1-15 April 2026 untuk belanja nugget dan sosis lebih hemat.

Promo Alfamart Noodle Fair 1-15 April 2026, Ramen-Topokki Diskon hingga 27%

Manfaatkan promo Alfamart Noodle Fair periode 1-15 April 2026 untuk belanja kebutuhan mi instan lebih untung.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Selasa (14/4), Hujan Petir di Kota Ini

Cerah mendominasi cuaca besok Jawa Timur pada Selasa, 14 April 2026, meski sejumlah wilayah akan mengalami hujan.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Selasa (14/4), Hujan Turun Merata

Prakiraan cuaca besok (14/4) di Jawa Tengah hujan sedang dan ringan terjadi secara merata di seluruh kabupaten dan kota tanpa pengecualian

Promo Starbucks Diskon 55% Cuma Hari Ini, Traktir Teman Jadi Lebih Murah

Promo Starbucks Treat A Friend hadirkan diskon 55% khusus BCA dan 40% bank lain. Traktir teman Anda hari ini!

8 Lagu Justin Bieber yang Buktikan Cinta Abadi, Rayakan Setiap Momen

Rayakan cintamu! 8 lagu Justin Bieber pilihan ini akan membuktikan bahwa asmara bisa abadi dan penuh kebahagiaan.

Huawei Mate 80 Pro Rilis: Baterai 6.000 mAh, Tak Perlu Khawatir Nge-game

Kinerja Kirin 9030 Pro di Huawei Mate 80 Pro diklaim melonjak 42% dari generasi sebelumnya. Cari tahu performa gaming!

Cek Saham yang Mau Bagi-Bagi Dividen, Cum Date 14 - 20 April 2026

Musim pembagian dividen semakin ramai. Ini bisa jadi momentum bagi investor untuk mulai melirik saham-saham dengan potensi cuan dari dividen.