M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Cetak Kinerja Ciamik, PGE Sediakan Energi Bersih yang Andal dan Terjangkau

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE bakal tetap fokus menyediakan akses ke energi bersih dan ramah lingkungan yang andal dan terjangkau.

"Ke depan, PGE akan tetap fokus untuk memperkuat posisi di sektor energi baru dan terbarukan khususnya panas bumi," kata Direktur Keuangan PGE Nelwin Aldriansyah dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (5/6).

"Serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan berkelanjutan Indonesia guna menyediakan akses ke energi bersih dan ramah lingkungan yang andal dan terjangkau," tutup Nelwin.

Apalagi, PGE berhasil menorehkan kinerja positif di  kuartal I 2023, dengan membukukan kenaikan laba bersih mencapai 49,3% menjadi Rp 715,4 miliar dibandingkan dengan periode yang sama di 2022 sebesar Rp 478,6 miliar.

Peningkatan laba bersih ini juga diiringi dengan peningkatan pendapatan usaha 19% dengan laba kotor yang juga tumbuh sebesar 32,7%.

Baca Juga: Ingin Bisnis Online Grocery? Begini Tantangan & Peluangnya

Kinerja keuangan yang sangat baik tersebut menunjukkan efisiensi operasional yang PGE lakukan. Efisiensi ini pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan berkelanjutan.

Nelwin menegaskan, saat ini PGE berada di posisi keuangan solid untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan tingkat debt to equity ratio (DER) yang kuat, sebesar 40%. 

Sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan, nilai aset PGE pun turut mengalami peningkatan dibandingkan dengan Desember 2022 menjadi Rp 43,4 triliun.

Peningkatan ini mencerminkan upaya PGE dalam mengoptimalkan pengelolaan dan investasi aset, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan dan mendorong pemanfaatan potensi panas bumi di Indonesia.

Baca Juga: Cari Cuan dari Konten sebagai Content Creator? Ini Dia Tips dari Dhiarcom dan Shopee

Tidak hanya itu, PGE juga berhasil melunasi pinjaman jangka pendek (bridge loan) sebesar Rp 6 triliun yang diraih dari penerbitan green bond yang berkontribusi terhadap pengurangan total utang perseroan pada kuartal I-2023 menjadi Rp 11,3 triliun.

Hal ini menjadikan struktur permodalan PGEO menjadi lebih ideal dan kuat. Penurunan utang ini juga merupakan bukti komitmen perseroan dalam mengelola kewajiban keuangan dengan bijaksana, yang berkontribusi pada stabilitas keuangan dan keberlangsungan bisnis perusahaan.

Secara keseluruhan, pencapaian ini menunjukkan, PGE telah berhasil mengelola keuangan dengan baik, meningkatkan kinerja operasional, dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.