M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Cegah Anak Obesitas, Simak Kiat Berikut Ini!

Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Obesitas tidak hanya dapat terjadi pada orang dewasa. Anak-anak juga memiliki kemungkinan untuk mengalami obesitas dini.

Menurut World Health Organization (WHO), obesitas merupakan akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang menimbulkan risiko bagi kesehatan. Sebagian besar anak-anak yang mengalami obesitas tinggal di negara berkembang, dengan laju peningkatannya 30% lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju.

Apa sajakah fakta seputar obesitas pada anak yang perlu diketahui oleh para orang tua? 

Indikasi anak mengalami obesitas

Salah satu metode yang bisa dilakukan untuk memastikan apakah anak mengalami obesitas atau tidak adalah dengan mengamati indeks berat badan pada anak.

Baca Juga: Ketika Anak Demam, Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?

Melansir Hello Sehat, anak berusia di bawah 5 tahun dikatakan obesitas apabila berat badannya melebihi rentang bobot berikut ini:

1. Anak perempuan

  • Usia 1 tahun: 7 – 11,5 kg
  • Usia 2 tahun: 9 – 14,8 kg
  • Usia 3 tahun: 10,8 – 18,1 kg
  • Usia 4 tahun: 12,3 – 21,5 kg
  • Usia 5 tahun: 13,7 – 24,9 kg

2. Anak laki-laki

  • Usia 1 tahun: 7,7 – 12 kg
  • Usia 2 tahun: 9,7 – 15,3 kg
  • Usia 3 tahun: 11,3 – 18,3 kg
  • Usia 4 tahun: 12,7 – 21,2 kg
  • Usia 5 tahun: 14,1 – 24,2 kg

Bagi anak berusia di atas 5 tahun, status obesitas mereka dapat diketahui dengan cara menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI). Adapun rumus untuk menghitung IMT, yaitu membagi berat badan (kilogram) dengan tinggi badan (meter kuadrat), atau IMT = BB (kg) / TB (m2)

Apabila hasil perhitungan berada pada rentang 23 - 29,9, maka anak memiliki berat badan berlebih atau kecenderungan obesitas. Jika hasil perhitungan mencapai angka 30 ke atas, maka anak secara valid tergolong mengalami obesitas.

Baca Juga: Yuk, Ajarkan Anak untuk Sadar Keuangan dengan Cara Ini

Faktor penyebab anak mengalami obesitas

Obesitas yang terjadi pada anak dapat terjadi karena beberapa hal. Dikutip dari website P2PTM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, faktor penyebab obesitas pada anak meliputi sebagai berikut:

1. Faktor genetik

Obesitas anak bisa terjadi karena adanya riwayat obesitas pada generasi terdahulunya. Selain itu, pola makan dan gaya hidup tidak sehat dari orang tua juga dapat memengaruhi anak untuk menirunya sehingga kemungkinan obesitas menyerang pun akan menjadi meningkat.

2. Kebiasaan makan

Anak yang terbiasa makan makanan siap saji dan olahan akan rentan mengalami obesitas. Pasalnya, makanan tersebut minim serat namun memiliki kandungan lemak dan gula yang cenderung tinggi. Karena ketidakseimbangan nutrisinya, makanan siap saji dan olahan diklaim sebagai makanan yang kurang sehat untuk dikonsumsi secara terus-menerus apalagi oleh anak-anak.

Contoh makanan siap saji dan olahan adalah ayam goreng tepung, burger, dan nugget.

3. Penurunan aktivitas fisik

Obesitas sangat mudah menyerang anak-anak yang dalam kesehariannya jarang melakukan aktivitas fisik. Anak-anak yang lebih suka menghabiskan waktunya di dalam rumah untuk bermain gadget memiliki risiko tinggi untuk terkena obesitas. Hal tersebut dikarenakan kegiatan anak yang demikian kurang mengandalkan fisik dan cenderung membuat anak berdiam diri (rebahan atau duduk) dalam waktu yang lama.

Cara mencegah obesitas pada anak

Terdapat beberapa cara yang bisa orang tua usahakan untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak, seperti dilansir dari Dokter Sehat berikut ini:

  • Perbanyak asupan buah-buahan dan sayur-sayuran. Selain itu, penting juga diingat oleh para orang tua untuk mengurangi kebiasaan memberikan makanan dan minuman dengan kandungan gula yang tinggi kepada anak-anak.
  • Biasakan untuk makan bersama-sama di rumah. Kurangi jadwal makan di luar rumah jika masih bisa makan di rumah. Apabila ingin atau harus makan di luar rumah, ajarkan anak untuk memilih menu yang sehat.
  • Tingkatkan frekuensi aktivitas fisik. Agar anak tidak terus-terusan berdiam diri karena bermain gadget, Moms dapat mengajak mereka melakukan berbagai kegiatan menarik yang mengandalkan fisik. Moms bisa mulai membiasakan olahraga bersama secara rutin dengan anak-anak. Ajak mereka juga untuk memainkan permainan yang mengharuskan tubuh banyak bergerak seperti petak umpet atau kejar-kejaran.
  • Berikan makanan dengan porsi yang sesuai dengan usia dan pertumbuhan anak. Jangan pernah memberikan anak-anak makanan dengan porsi yang berlebihan agar mereka tidak terbiasa dengan hal tersebut.
  • Pastikan anak tidur secara cukup dan berkualitas. Jangan biarkan anak begadang dan tidur berlebihan sekali pun pada hari libur.
  • Beri batasan waktu bagi anak untuk menonton TV, bermain video game, atau menggunakan gadget. Hal tersebut dilakukan agar anak tidak terlena dan lupa untuk melakukan aktivitas lain.

Obesitas pada anak kemungkinan besar tidak akan terjadi jika Moms mengetahui faktor penyebab serta cara pencegahannya. Oleh sebab itu, jangan sampai lengah untuk mengawasi keseharian dan memerhatikan kesehatan si kecil ya, Moms!

Selanjutnya: Cara Menyingkirkan Kutu di Rambut Anak

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Kamis 30 April 2026, Harus Peka

Cek ramalan zodiak keuangan dan karier besok, Kamis 30 April 2026, ini untuk tahu peluang, tantangan, dan strategi suksesmu.​

Jangan Lupa Bawa Payung, Begini Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Besok (30/4) dan Lusa

​BMKG memperkirakan cuaca besok dan lusa di DKI Jakarta diguyur hujan ringan. Pastikan membawa payung saat hendak bepergian.

Pantau Prakiraan Cuaca Besok (30/4) dan Lusa di Banten, Diramal Hujan

BMKG memperkirakan cuaca besok, Kamis (30/4) dan lusa di wilayah Banten akan diguyur hujan ringan hingga sedang.

Data WhatsApp Makin Aman, Fitur Cloud Terenkripsi End-to-End Hadir

WhatsApp memperkenalkan dukungan Passkey untuk enkripsi cadangan obrolan. Ini cara baru mengamankan data Anda dari serangan phishing. 

Ini 5 Kripto Top Gainers, Humanity Protocol Melambung Hampir 13%

Harga Humanity Protocol naik tajam sehingga memimpin daftar kripto top gainers 24 jam terakhir.     

Tips Hadapi Pelanggaran Penagih Pinjol, Indosaku Ingatkan Jangan Takut Lapor

​Indosaku mengingatkan masyarakat untuk memahami hak saat menghadapi penagihan pinjaman online, termasuk berani melapor jika ada pelanggaran.

Blibli Kenalkan JEDA, Ajak Masyarakat Berhenti Sejenak Sebelum Bertindak

JEDA merupakan kepanjangan dari Jangan Reaktif, Evaluasi, Double-check, Ambil keputusan dengan tenang.

Promo Indomaret Ice Cream Fair sampai 4 Mei 2026, Frostbite Crunchy Beli 2 Diskon 50%

Promo Indomaret Ice Cream Fair Periode 13 April-4 Mei 2026. Cek dan manfaatkan untuk belanja hemat es krim favorit.

Promo Indomaret Harga Spesial sampai 4 Mei 2026, Sunlight-Wincheez Diskon 25%

Ada promo Indomaret Harga Spesial yang menawarkan Diskon hingga 35%. Cek katalog lengkapnya di sini.

Promo Es Krim Alfamart Terbaru 29-30 April 2026, Hula-Hula Maxx Beli 2 Lebih Hemat

Cek promo es krim Alfamart Carnaval Ice Cream periode 16-30 April 2026 untuk belanja es krim pada pekan ini.