M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Berusia di Atas 25 Tahun? Ini 6 Tanda Tubuh Kekurangan Produksi Kolagen

Reporter: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Kulitmu mulai mengendur? Atau mungkin garis halus telah muncul di sekitar mata? Mungkin Anda telah mengalami penyusutan produksi kolagen.

Kolagen merupakan protein yang paling melimpah dalam tubuh. Jumlahnya mencapai 30% dari seluruh protein yang ada di dalam tubuh.

Baca Juga: 7 Makanan yang Tidak Cocok Dimasak Dalam Air Fryer, Sudah Tahu?

Melansir dari Dermapro Collagen, kekurangan kolagen dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari keriput, tulang rapuh, rambut rontok, bahkan depresi.

Kurangnya produksi kolagen dalam tubuh mulai bisa dialami oleh Anda yang berusia pertengahan 20 tahunan hingga paruh baya.

Terutama pada wanita, kekurangan kolagen dapat begitu terlihat dari wajah yang menampakkan penuaan dini.

Baca Juga: 4 Cara Diet Ampuh Turunkan Kolesterol dalam Tubuh, Cari Tahu Yuk!

Namun nyatanya, kekurangan produksi kolagen tak hanya karena faktor usia saja, loh, melainkan juga karena faktor pola makan yang buruk karena tidak terpenuhinya protein: nutrisi & asam amino pembentuk kolagen.

Lantas, apa saja sih tanda-tanda tubuh yang kekurangan produksi kolagen? Melansir dari Hemaviton dan Very Well Health, simak yang berikut ini!

Baca Juga: 6 Cara Simpel Bikin Imun Tubuh Tetap Terjaga, Tidak Perlu Takut Sakit!

Keriput dan kusam

Kerutan akibat penuaan dini
Kerutan akibat penuaan dini

Hal pertama yang bisa Anda alami ketika tubuh kekurangan kolagen adalah perlahan kulit mulai kehilangan keelastisitasannya. Hal ini yang menyebabkan kulit jadi keriput dan kusam.

Terutama untuk wanita, kulit keriput mulai bisa dilihat di sekitaran mata. Sementara kulit yang mengendur mulai bisa Anda rasakan di sekitaran pipi.

Pada wanita, kekurangan kolagen terjadi mulai usia pertengahan 20-an. Kulit mulai kehilangan kulagen setiap tahunnya sebanyak 1,5% sehingga dapat menyebabkan penuaan dini.

Baca Juga: Perbedaan Susu Biasa, Susu Low Fat, dan Susu Skim, Mana yang Lebih Baik?

Nyeri sendi

Tanda selanjutnya tubuh kekurangan kolagen adalah sendi yang mudah nyeri. Ini disebabkan karena kolagen mengikat otot ke ligament & tulang, sehingga kekurangan kolagen dapat menyebabkan melemahnya serat kolagen & koneksi otot.

Berbagai gesekan tambahan akan semakin membuat sendi Anda nyeri.

Selain itu, tulang rawan Anda akan semakin menipis sehingga Anda berpotensi terkena Osteoarthritis atau peradangan pada sendi yang kronis, apabila tulang Anda tak dirawat.

Baca Juga: Daftar Makanan Rendah dan Tinggi Purin yang Perlu Disimak Penderita Asam Urat

Massa otot berkurang

Kurangnya produksi kolagen dalam tubuh juga dapat berpengaruh besar terhadap massa otot. Pasalnya, kurangnya kolagen dapat membuat massa otot jadi berkurang.

Berkurangnya massa otot dapat membuat Anda semakin lemah hingga tak kuat mengangkat beban berat.

Baca Juga: Resep Kakap Merah Saus Asam Manis ala Restoran Mewah

Baca Juga: Resep Simpel Cumi Asin Bumbu Kalasan yang Gurihnya Sulit Ditolak!

Kerontokan rambut

Rambut rontok
Rambut rontok

Sering mengalami kerontokan rambut yang cukup parah? Bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh berkurangnya produksi kolagen dalam tubuh.

Kadar kolagen yang rendah dapat membuat dapat membuat folikel rambut jadi kekurangan nutrisi sehingga akar rambut tak sekuat biasanya.

Kurangnya kolagen tak hanya berpengaruh pada kerontokan rambut saja, tapi bisa juga menyebabkan kerusakan pada batang rambut.

Baca Juga: 5 Tips Ini Patut Dicoba agar Makanan Tidak Mudah Basi

Masalah pencernaan

Berkurangnya produksi kolagen dalam tubuh dapat membuat masalah baru dalam pencernaan. Pasalnya, lapisan usus jadi semakin menipis.

Untuk mengatasinya, berhati-hatilah terhadap apa yang Anda konsumsi.

Baca Juga: Ini 4 Jenis Pisau yang Paling Ideal untuk Memotong Buah

Masalah kesehatan gigi

Sakit gigi
Sakit gigi

Masalah kesehatan gigi jadi salah satu yang terjadi akibat tubuh kekurangan kolagen. Anda akan lebih mudah mengalami sakit gigi hingga copotnya gigi karena akar gigi yang melemah.

Kolagen merupakan “lem” pada gigi. Berkurangnya kolagen akan membuat gigi mulai melonggar dan mudah copot.

Untuk mengatasinya, Anda bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung kolagen, vitamin K, vitamin C, dan juga antioksidan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kenali Pemicu Sakit Kepala Berdasar Lokasi biar Tak Salah Obat

Sakit kepala tak melulu karena lelah. Pahami lokasi nyeri di kepala Anda dan hubungannya dengan kondisi kesehatan. 

5 Cara Bikin Tulang Kuat Tanpa Suplemen, Yuk Coba!

Ternyata begini, lho, cara bikin tulang kuat tanpa suplemen. Yuk, coba terapkan!                      

Cara Membersihkan Eksterior Rumah dengan Pressure Washer yang Aman

Rahasia membersihkan dinding luar rumah pakai pressure washer tanpa merusak, aman untuk cat, taman, dan struktur bangunan.

Sunscreen Foundation Anti Luntur Wajib Coba, Wajah Mulus Seharian!

Moms bingung pilih sunscreen foundation? Ada produk yang tahan seharian dan anti-jerawat! Temukan mana yang cocok untuk jenis kulitmu sekarang!  

Fitur Canva AI 2.0: Cukup Bicara, Desain Langsung Jadi Otomatis

Canva memperbarui fiturnya dengan teknologi AI yang semakin memberikan kemudahan kepada pengguna dalam membuat desain dan membantu kerja.

8 Makanan yang Baik untuk Menjaga Sistem Saraf Anda

Ada beberapa makanan yang baik untuk menjaga sistem saraf Anda. Apa sajakah itu?                      

Ramalan Zodiak Hari Ini Minggu 19 April 2026: Perubahan Energi Besar dan Menguat

Simak ramalan zodiak hari ini Minggu 19 April 2026, cek peruntungan paling hoki karier dan keuangan semua bintang di sini, ya.​

Anti Bantat! Rahasia Resep Bolu Pisang Kukus Anti Gagal Ada di Sini

Sering gagal bikin bolu pisang? Ikuti panduan anti bantat ini. Ada tips rahasia agar bolu kukus Moms mekar sempurna dan disukai keluarga.  

25 Ucapan Hari Hansip 2026, Apresiasi Pahlawan Lingkungan

Tanggal 19 April adalah Hari Pertahanan Sipil. Simak ucapan Hari Pertahanan Sipil 2026 untuk mengapresiasi dan memahami misi mulia ini.

Stigma Sensitivitas: Ini Risiko Besar yang Perempuan Hadapi Setiap Hari

Banyak perempuan memendam momen sensitif, memicu kelelahan emosional. Temukan bagaimana kampanye SOS: Strength of Sensitivity membuka ruang aman.