M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Bergerak Sideways, IHSG Naik Tipis 0,14% ke 6.860 Kamis (29/12)

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka turun tadi pagi justru berakhir menguat hingga akhir tutup pasar hari ini. Kamis (29/12), IHSG menguat 0,14% atau 9,56 poin ke 6.860,08 hingga akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kenaikan IHSG disokong oleh penguatan lima indeks sektoral. Sektor teknologi melesat 1,78%, sektor kesehatan melonjak 1,25%, sektor perindustrian naik 0,54%, sektor barang konsumsi primer menguat 0,35%, dan sektor infrastruktur menguat 0,07%.

Sementara enam sektor berakhir turun. Sektor energi terjungkal 1,32%, sektor transportasi dan logistik terjun 0,42%, sektor barang konsumsi nonprimer tergerus 0,29%, sektor properti dan real estat turun 0,17%, sektor keuangan terpangkas 0,14%, serta sektor barang baku melemah 0,07%.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 Hari Ini 29 Desember, Intip Daftarnya

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 6,59%
  • PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) 3,68%
  • PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) 3,61%

Top losers LQ45 terdiri dari:

  • PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) -2,86%
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) -2,37%
  • PT Indika Energy Tbk (INDY) -2,16%

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Masih Lanjut Menguat, Kamis (29/12)

Total volume transaksi bursa hari ini mencapai 29,08 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 20,40 triliun. Sebanyak 269 saham menguat, 238 saham yang melemah, dan 197 saham flat.

IHSG mengakumulasi kenaikan 0,52% dalam sepekan terakhir. Tapi, dalam sebulan, IHSG masih turun 2,29%.

William Surya Wijaya, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, mengatakan, pola pergerakan IHSG saat ini masih cukup stabil.

"Selama IHSG belum mampu ditutup di atas resistance level terdekat, maka IHSG masih akan cenderung bergerak sideways hingga beberapa waktu mendatang," kata William dalam riset Kamis (29/12). 

Namun, momentum koreksi wajar terjadi dan investor bisa memanfaatkan kondisi tersebut untuk melakukan akumulasi beli di saham-saham dengan fundamental kuat dan memiliki likuiditas yang tinggi. 

William memproyeksikan, IHSG di perdagangan Jumat (30/12), berada di rentang 6.789-6.956. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perempuan UMKM Perlu Perisai Hukum dan Finansial untuk Naik Kelas

Potensi UMKM perempuan di Indonesia sangat besar. Legalitas dan inovasi jadi fondasi agar usaha bisa melesat jadi penggerak ekonomi nasional.

Fokus Anda Mudah Hilang? Ini 5 Pemicu Tak Terduga Konsentrasi Menurun

Sering kehilangan fokus saat bekerja atau belajar? Ternyata, 5 hal ini diam-diam menguras konsentrasi Anda. Kenali pemicunya di sini.  

Generasi Muda Perlu Melek Investasi, Bisa Mulai dari Reksadana

Generasi muda perlu melek investasi yang bisa mereka mulai lewat investasi reksadana dengan Rp 10.000 saja.

5 Pilihan Susu Kolesterol yang Aman, Turunkan Lemak Jahat Tanpa Was-Was

Jangan lagi khawatir minum susu! Pahami 5 jenis susu yang aman dikonsumsi penderita kolesterol tinggi, demi jantung sehat dan hidup lebih baik.

Harga Emas Antam Hari Ini Jumat (24/4) Tidak Berubah

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Jumat (24/4) tidak mengalami perubahan dari perdagangan sebelumnya.

Promo Solaria Baru, Makan Enak Cuma Rp 12.000 & Diskon Rp 50.000 Pakai Kartu Ini

Pengguna Maybank dan KB Bank wajib tahu! Solaria tawarkan harga Bowl Ayam Rp 12 ribu & diskon Rp 50 ribu. Buruan cek!

Nobel Run 2026 Ajak Masyarakat Gaungkan Setara Satu Lintasan

Dukung anak berkebutuhan khusus dalam beraktivitas, Nobel Run 2026 gaungkan setara satu lintasan di pagelaran lari.

Bukan Cuma Sawit, Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Ikut Naik

​Harga minyak goreng naik perlahan sejak awal tahun. Salah satu faktor utamanya adalah mahalnya kemasan plastik imbas konflik Timur Tengah.

Kata CEO SAP soal Masa Depan AI, Software Tak Tergantikan

​CEO SAP Christian Klein mengungkap masa depan AI yang ternyata sangat bergantung pada software, bukan menggantikannya dalam bisnis modern.

7 Pola Hidup Ini Jadi Biang Keladi Penyebab Kanker Ginjal, Segera Ubah Sekarang

Mengonsumsi gula dan garam berlebih adalah penyebab kanker ginjal yang jarang disadari. Temukan 7 pemicu lainnya untuk perlindungan optimal.