M O M S M O N E Y I D
Bugar

Batuk Berkepanjangan, Ini yang Harus Anda Lakukan

Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Berikut ini cara yang harus Anda lakukan jika mengalami batuk yang berkepanjangan tanpa gejala lain yang menyertai.

Anda pernah mengalami batuk? Secara umum, meskipun batuk bukan hal yang perlu dikhawatirkan, tidak pula bisa disepelekan. Apalagi, jika berlangsung lebih dari dua minggu atau terdapat gejala tambahan seperti kesulitan bernapas.

Batuk adalah refleks alami yang berfungsi membersihkan tenggorokan dari lendir atau iritan asing. Menurut perkiraan, batuk adalah gejala medis paling umum.

Terkadang, batuk berfungsi untuk membersihkan tenggorokan dari lendir, serta ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan batuk lebih sering terjadi.

Tak jarang, refleks batuk terjadi karena hal sepele, dari mulai tenggorokan gatal, makanan yang menyangkut di kerongkongan, sampai ketika kita minum atau berbicara terlalu cepat.

Namun, selain tercetus dari kejadian yang tampak sepele, batuk juga bisa jadi gejala penyakit yang lebih serius.

Keluhan batuk menjadi alasan 30 juta kunjungan ke klinik setiap tahunnya, dan dari semua kunjungan itu 40% dari pasien dilanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis.

Untuk sebagian besar jenis batuk, obat batuk over-the-counter (OTC) yang dijual bebas jika dikonsumsi sesuai dosis bisa membantu memberi pertolongan pertama untuk meredakan gejala batuk yang mengganggu aktivitas dan komunikasi.

Baca Juga: Cegah Sakit Pencernaan Saat Musim Libur Sekolah Anak

Terutama, untuk batuk yang terjadi di momen-momen penting, seperti ketika kita harus berkomunikasi verbal, dan sulit dikendalikan. Batuk seperti ini umumnya dipengaruhi juga faktor psikis seperti rasa stress, cemas, atau kondisi emosional tertentu.

Fenomena ini juga terjadi pada Dustin Tiffani, komika kenamaan yang namanya melejit dengan berbagai ciri khasnya yang unik, salah satunya kebiasaan batuk yang sering muncul, yang membuatnya viral dengan sebutan ‘Lord Batuk’.

Menariknya, Dustin sendiri sudah beberapa kali memeriksakan kondisinya, namun tidak ada indikasi gangguan kesehatan. “Sudah pernah diperiksa rontgen, ketika dilihat, dokter mengatakan tidak apa-apa," tutur Dustin. 

Ini membuat banyak orang penasaran, mengapa Dustin selalu batuk?

Dokter Gia Pratama, dokter umum sekaligus Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Prikasih, mungkin batuk yang dialami Dustin ini merupakan batuk karena kebiasaan yang terpicu dari reaksi tubuh terhadap stres yang berulang.

"Batuk psikis terjadi karena stres, cemas, atau dipicu kondisi emosional tertentu. Batuk ini menyebabkan otot-otot di saluran nafas jadi lebih sensitif dan mudah iritasi," tutur dokter Gia dalam unggahannya di media sosial mengomentari kasus Dustin Tiffani di Podcast Warung Kopi (PWK).

Dr. Patriotika Ismail, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam di RS St. Elisabeth Bekasi, menambahkan, batuk yang berlangsung lama dan tak kunjung sembuh, biasanya merupakan gejala dari masalah kesehatan tertentu.

Lebih dari sebab faktor psikis, umumnya batuk dapat disebabkan faktor lingkungan sekitar.

Baca Juga: Bolehkah Minum Obat dengan Air Es? Begini Penjelasannya!

"Paparan polusi, asap rokok, udara dingin, bisa menyebabkan rasa gatal di tenggorokan dan batuk. Apalagi di musim pancaroba seperti sekarang, batuk dapat berasal infeksi virus pada saluran pernapasan, yang biasa dikenal dengan batuk pilek," jelasnya.

"Pemicunya bisa berasal dari aktivitas di tempat umum, karena daya tahan tubuh menurun dan suhu udara yang dingin," imbuh dia.

Untuk usaha pencegahan, tentu penting bagi masyarakat menjaga agar daya tahan tubuh tetap kuat dan menghindari lingkungan yang bisa memicu batuk. Tetapi, di keseharian, nyatanya belum tentu kita selalu berada dalam situasi ideal.

Agar lawan bicara tidak hilang kesabaran, seperti Ditha, tunangan Dustin Tiffani yang sempat ngambek di satu episode Podcast Warung Kopi (PWK) baru-baru ini, apa yang bisa dilakukan?

Dokter Gia menjelaskan, sebagai opsi pertama, segera redakan batuk dengan mengonsumsi obat batuk OTC.

Katanya, ketika mengalami batuk yang berkepanjangan tanpa gejala lain yang menyertai, segera periksakan untuk cek apakah batuk termasuk batuk psikis atau bukan.

Bisa juga dengan melakukan relaksasi dan meditasi supaya mengurangi rasa stres atau cemas yang dapat menimbulkan batuk. Konsumsi juga makanan yang membuat lebih rileks yang bisa menghangatkan dan melegakan tenggorokan, seperti jahe, peppermint, atau jeruk nipis.

"Namun, agar dosisnya tepat, masyarakat bisa meminum obat batuk OTC dengan kemasan satu dosis, selain lebih aman, juga praktis dan mudah dibawa jika perlu," ungkap dokter Gia.

Baca Juga: Catat, ya! Berikut 11 Obat Batuk Berdahak yang Alami dan Ampuh

Secara umum, obat batuk OTC mengandung bahan-bahan yang berfungsi mengencerkan dahak, mengurangi batuk, dan mengurangi alergi atau flu penyebab batuk, seperti guaifenesin, dextromethorphan, dan chlorpheniramine.

Selain itu, obat batuk OTC sekarang juga sudah banyak diformulasikan dengan bahan-bahan yang punya efek meredakan batuk dan menghangatkan tenggorokan seperti jahe, serta kandungan yang melegakan tenggorokan seperti jeruk nipis dan peppermint.

Mengonsumsi obat batuk OTC menjadi pilihan bijak karena dapat menjadi pertolongan pertama dan paling cepat dalam mengatasi batuk secara lebih mudah dan praktis.

Obat batuk OTC  juga bisa didapatkan tanpa resep dokter dan mudah ditemukan di gerai minimarket sampai warung terdekat sehingga bisa dikonsumsi kapan saja dan di mana saja.

Upaya penanganan batuk yang praktis ini bisa mendukung aktivitas tetap lancar, tetap produktif, dan dan gaya hidup aktif tetap bisa dijalankan.

Pada kesempatan pertemuan tatap muka di tengah kesibukannya, dr. Elizabeth Angelina, dokter medis PT Bintang Toedjoe menjelaskan swamedikasi memang bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat batuk OTC, namun tetap harus memperhatikan dosis anjuran.

"Formulasi kandungan obat batuk OTC memang dibuat untuk meredakan batuk berdahak maupun kering, dengan mengencerkan cairan dalam batuk berdahak, melawan virus, serta menahan reflek ketika batuk," kata dr. Elizabeth Angelina.

"Konsumsi obat yang direkomendasi yakni 3 kali sehari, 1 sampai 2 sachet untuk dosis orang dewasa," imbuh dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jangan Asal Buang Baju Bekas, Ini 4 Cara Mengelolanya agar Tak Jadi Sampah

Pakaian tidak terpakai belum tentu harus dibuang. Kenali cara memperpanjang masa pakai, memilah baju layak donasi, dan tips mengelola tekstil.

Masih Mau Minum Tiap Hari? Ini Sisi Gelap Teh Boba buat Tubuh, Ada Risiko Obesitas

Rasa manis dan kenyalnya teh boba memang menggiurkan, tapi kebiasaan meminumnya setiap hari bisa memicu obesitas hingga sembelit.

Stres dan Susah Tidur? Ini 4 Tanda Anda Butuh Suplemen Magnesium

Banyak orang tanpa sadar mengalami defisiensi magnesium. Sebagai panduan, berikut 4 tanda Anda butuh suplemen magnesium ya.

Kesetaraan Gender di Dunia Kerja Tidak Lagi Sebatas Persoalan Representasi Perempuan

Kesetaraan gender di dunia kerja tidak lagi sebatas persoalan representasi perempuan, tapi juga pengembangan SDM, inovasi, hingga saing bisnis.

Cegah Sebelum Telat! Ini 5 Cara Mencegah Pradiabetes Biar Enggak Jadi Diabetes

Ingin tahu cara mencegah pradiabetes agar tidak memburuk? Cukup kurangi gula tambahan, olahraga secara rutin, dan pantau kesehatan Anda.

Awas Usia Muda! Kanker Ovarium Disebabkan oleh 7 Hal Ini Termasuk Riwayat Menstruasi

Jangan abaikan kesehatan organ reproduksi Anda karena kanker ovarium bisa menyerang usia muda. Mulai dari riwayat keluarga hingga menstruasi.

4 Kesalahan Makeup Bold yang Bikin Wajah Terlihat Tua, Pemula Wajib Tahu

Makeup bold sering kali menjadi pilihan favorit. Ini 4 kesalahan makeup bold yang bikin wajah terlihat tua yang wajib Anda hindari.

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.