M O M S M O N E Y I D
Bugar

Banyak Disepelekan! Waspadai 5 Penyebab Asam Lambung Naik Ini Moms

Banyak Disepelekan! Waspadai 5 Penyebab Asam Lambung Naik Ini Moms
Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Inilah beberapa penyebab asam lambung naik yang perlu Anda ketahui, agar bisa mengantisipasinya. 

Asam lambung merupakan salah satu penyakit yang sudah umum dijumpai saat ini atau lebih sering disebut sebagai gerd, dikutip dari Medical News Today.

Menurut laman Web MD, bagian dalam perut manusia memiliki pintu berupa katup. Katup tersebut berwujud cincin otot yang disebut sfingter esofagus bagian bawah. 

Apabila katup tersebut tidak menutup sempurna, asam yang diproduksi lambung yang seharusnya tetap tinggal di perut bisa naik ke kerongkongan sampai mulut.   

Penyebab asam lambung naik adalah kelainan lambung yang disebut hernia hiatal. Kondisi ini membuat bagian atas perut dan sfingter esofagus bagian bawah bergerak di atas diafragma.  

Selain makanan, ada beberapa kebiasaan buruk yang tanpa disadari menjadi penyebab asam lambung naik sehingga perlu Anda harus segera hindari.

Baca Juga: Cari Tahu Yuk Moms! Ini Gejala Asam Lambung Naik yang Harus Diwaspadai 

Dilansir dari Medical News Today, inilah beberapa penyebab asam lambung naik yang perlu Anda ketahui agar bisa mengantisipasinya, antara lain: 

1. Posisi tidur

Penyebab asam lambung naik yang perlu Anda ketahui yang pertama adalah karena posisi tidur. 

Posisi kepala ketika tidur yang ideal adalah lebih tinggi dari kaki apabila suka mengalami masalah asam lambung. 

Anda dapat menggunakan kerangka ranjang yang mampu diatur tingginya di bagian kepala atau menggunakan bantalan busa untuk menopang tubuh bagian atas.  

Berdasarkan catatan Harvard Health Publishing, hindari hanya menggunakan bantal untuk menopang bagian tubuh tersebut.

Alasannya karena tumpukan bantal tidak efektif menjadi topangan yang tepat.  

2. Minuman bersoda

Penyebab asam lambung naik yang perlu Anda ketahui yang kedua adalah minum minuman bersoda. 

Minuman jenis ini memang mampu melepas dahaga, namun terkadang membuat Anda sendawa. Bersendawa merupakan cara tubuh melepaskan gas di perut. 

Dengan kata lain, makanan seperti junk food dan minuman soda sebaiknya dihindari untuk Anda yang suka mengalami kenaikan asam lambung.  

Baca Juga: Wajib Dicoba, Sederet Manfaat Susu Kedelai untuk Penderita Asam Lambung

3. Kebiasaan makan 

Penyebab asam lambung naik yang perlu Anda ketahui yang ketiga karena kebiasaan makan. 

Ketika perut terlalu penuh akibat porsi makan berlebihan atau makanan yang tidak dikunyah dengan baik, asam lambung juga berpeluang naik dan mengganggu hari Anda.   

Daripada melakukan hal di atas, lebih baik makan dalam porsi secukupnya dan lebih sering. Tak lupa untuk tidak buru-buru menelan makanan jika belum dikunyah dengan baik.  

4. Berat badan

Penyebab asam lambung naik yang perlu Anda ketahui yang keempat adalah berat badan. 

Berat badan yang berlebihan mampu mengacaukan fungsi otot halus yang mencegah kenaikan asam lambung.

Efek berat badan membuat kekuatan otot halus untuk tetap tertutup menjadi berkurang.   

Dengan begitu, otot halus di esofagus tersebut dapat terbuka di waktu tertentu dan menyebabkan perih ulu hati atau gejala lain akibat kenaikan asam lambung.   

Baca Juga: Catat! Ini 5 Penyakit yang Sering Menyerang Sistem Pencernaan 5. Merokok

Penyebab asam lambung naik yang perlu Anda ketahui yang kelima adalah merokok. 

Efek nikotin dari rokok membuat otot halus di esofagus menjadi lebih rileks. Alhasil, asam lambung mampu naik ke kerongkongan. 

Hindari merokok atau ikuti program berhenti merokok jika Anda seorang perokok aktif supaya terbebas dari masalah kesehatan yang diakibatkan oleh rokok.  

Apabila kenaikan asam lambung sering terjadi, harap konsultasi dengan dokter untuk penanganan yang tepat.

Dengan begitu, dokter dapat mengevaluasi kondisi Anda dan mengeliminasi kemungkinan hal tersebut didasari oleh kondisi yang lebih serius. 

Itulah beberapa penyebab asam lambung naik yang perlu Anda ketahui agar bisa mengantisipasinya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Laba Bisnis Anda Bohong? EBITDA Ungkap Kekuatan Asli Operasional

Banyak pebisnis mengira laba bersih adalah uang tunai. Waspada, beban non-operasional bisa menekan kas. Kalkulasi EBITDA Anda sangat berpengaruh.

Bukan 50%, Ternyata Ini Batas Aman Cicilan Ideal dari Total Gaji Anda

Punya cicilan tapi gaji pas-pasan? Ketahui batas aman 30% dari total penghasilan Anda agar keuangan tetap sehat. Cek kalkulasi dan strateginya.

Tren Warna Kamar Mandi 2026: Ada Merah dan Kuning di Ruang Pribadi? Yuk Terapkan

Mencari inspirasi warna kamar mandi yang hangat dan menenangkan? Tren 2026 hadirkan palet natural yang bikin betah, lihat rekomendasinya di sini!

Makuku Luncurkan Comfort Fit, Popok Tipis Anti Bocor untuk Anak Aktif Sepanjang Hari

Makuku meluncurkan Comfort Fit, popok inovatif yang dirancang tipis dan cegah bocor untuk anak yang aktif sepanjang hari.

4 Cara Memilih Lipstik Warna Nude agar Tidak Pucat, Warna Bibir Berpengaruh Lho!

Tertarik coba lipstik nude? Berikut MomsMoney bagikan 4 cara memilih lipstik warna nude agar tidak pucat.

Saham Boleh Sampai 20% per Emiten, IFG Progress Ingatkan Soal Risiko

Porsi saham yang lebih besar bisa mendorong imbal hasil, asalkan tetap selaras dengan kewajiban pembayaran manfaat peserta.

Anti Pucat! Ini 4 Warna Lipstik yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat

Ingin tampil lebih percaya diri dengan kulit kuning langsat? 4 warna lipstik ini akan membuat Anda tampak segar dan menawan.

Fenomena Hyrox: Kenapa Olahraga Ini Mendadak Viral? Ternyata Ini Manfaatnya

Mulai dari Jerman 2017, Hyrox kini jadi tren global. Pelajari mengapa ribuan orang ketagihan olahraga hibrida ini segera.

7 Cara Paling Sehat untuk Minum Kopi yang Patut Anda Terapkan

Ini dia beberapa cara paling sehat untuk minum kopi yang patut Anda terapkan. Kira-kira apa saja, ya?

5 Makanan yang Harus Dihindari saat Mengonsumsi Obat Tekanan Darah

Tahukah bahwa ada beberapa makanan yang harus dihindari saat mengonsumsi obat tekanan darah lo. Apa sajakah itu?