M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apakah Telat Makan Bisa Menyebabkan Asam Lambung? Simak 7 Penyebab Lainnya

Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Gangguan asam lambung merupakan kondisi yang cukup mengganggu kenyamanan hidup. Disebut salah satu penyebab yang sering dikaitkan dengan gangguan ini adalah telat makan. Namun, apakah telat makan bisa menyebabkan asam lambung?

Telat makan memang bisa memicu peningkatan produksi asam lambung. Ketika perut kosong terlalu lama, tubuh tetap memproduksi asam lambung yang pada akhirnya tidak memiliki makanan untuk dicerna.

Hal ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri ulu hati. Oleh karena itu, penting untuk makan secara teratur untuk menghindari penumpukan asam.

Selain itu, telat makan dapat menyebabkan tukak lambung. Melansir dari laman Hello Sehat, kondisi ini terjadi ketika dinding dalam lambung mengalami luka atau iritasi, yang disebabkan oleh paparan berkelanjutan terhadap asam lambung yang korosif.

Baca Juga: Mengulik Manfaat Nanas untuk Kolesterol, Ketahui 14 Buah Penurun Kolesterol Lainnya

Sebenarnya penyebab asam lambung naik tidak hanya telat makan saja, lo. Bersumber dari laman Very Well Health, di bawah ini adalah beberapa penyebab asam lambung naik lainnya:

1. Makan porsi besar

Makan dalam porsi besar dapat memperluas perut dan meningkatkan tekanan terhadap sfingter esofagus bawah (LES), yang bertugas sebagai penghalang antara perut dan kerongkongan. Makan berlebih dapat memicu mulas.

Sebagai alternatif, cobalah membagi makan Anda menjadi enam porsi kecil atau kombinasi tiga makan kecil dan tiga snack. Hal ini dapat menjaga perut Anda dari kelebihan penuh dan mengurangi produksi asam berlebih.

Baca Juga: Mau Kurus dan Langsing? Konsumsi 12 Makanan untuk Diet yang Enak dan Sehat Berikut

2. Makan terlalu cepat

Makan terlalu cepat dapat menyebabkan refluks asam. Untuk memperlambat, letakkan alat makan Anda di antara suapan, kunyah makanan Anda dengan baik, dan ambil porsi yang lebih kecil.

3. Makan makanan pemicu

Makanan tertentu dapat melemaskan LES atau meningkatkan asam lambung. Beberapa contohnya termasuk makanan berminyak atau digoreng, daging berlemak, produk susu penuh, cokelat, peppermint, dan minuman berkafein. Hindari makanan dan minuman ini untuk mengurangi risiko asam lambung naik.

Baca Juga: Amankah Sawi Putih untuk Asam Lambung? Ini 7 Sayuran Terlarang untuk Asam Lambung

4. Berbaring langsung setelah makan

Berbaring setelah makan dapat memperparah refluks. Menunggu 2-3 jam sebelum tidur dan menghindari snack larut malam dapat mengurangi risiko asam lambung naik.

5. Posisi tidur yang tidak tepat

Sebaiknya Anda menghindari berbaring telentang saat tidur karena dapat meningkatkan risiko asam lambung naik. Mengangkat bagian kepala tempat tidur atau menggunakan bantal khusus dapat membantu mengurangi tekanan pada LES saat tidur.

Baca Juga: Penderita Asam Lambung Tidak Boleh Konsumsi Jus Ini, Cek Ada Apa Saja!

6. Menggunakan pakaian ketat

Pakaian yang ketat dapat menekan perut dan memicu asam lambung naik. Pilih pakaian yang lebih longgar, terutama di sekitar pinggang.

7. Stres

Meskipun tidak langsung menyebabkan asam lambung naik, stres dapat mempengaruhi kondisi ini. Melakukan latihan relaksasi seperti meditasi atau mendengarkan musik dapat membantu mengurangi stres.

Nah, demikianlah jawaban atas pertanyaan, apakah telat makan bisa menyebabkan asam lambung atau tidak serta beberapa penyebab lainnya. Semoga bermanfaat, ya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rahasia Langsing Alami, Ini 6 Manfaat Air Lemon untuk Diet dan Kesehatan, Coba yuk

Ketahui berbagai manfaat air lemon untuk diet, mulai dari melancarkan pencernaan hingga meningkatkan metabolisme tubuh.  

7 Tips Diet Rendah Purin yang Ampuh Cegah Asam Urat Kambuh, Banyak Minum Air Putih

Ini dia tips diet rendah purin yang efektif untuk menjaga kadar asam urat tetap stabil dan mencegah pembentukan kristal di persendian.  

Selimut Perca Kembali Populer? Ini Cara Menatanya biar Rumah Tetap Personal

Selimut perca kembali populer pada tahun 2026. Simak alasan trennya dan cara menata quilt agar rumah terasa hangat, unik, dan personal.

Prediksi Warna Interior Hijau Zaitun Jadi Tren Rumah yang Lebih Teduh Alami

Tren warna interior 2027 mengarah pada hijau zaitun dan warna bumi yang membuat rumah terasa hangat, tenang, dan natural.

Hujan Lebat Tetap Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (5/9)

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Sabtu 5 September 2026 dengan status Waspada hujan lebat cuma di provinsi berikut ini.

Ke Ideafest 2026, Pengunjung Bisa Belajar Pilah Sampah juga lo

​Indofood bersama Rekosistem menyediakan 15 titik pengumpulan sampah di area Ideafest 2026 untuk mengajak pengunjung belajar memilah sampah.

Cek Prakiraan Cuaca DKI Jakarta di Akhir Pekan, Dominan Cerah dan Berawan

​BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca berawan, sementara lusa akan cerah di seluruh wilayah.

Keliling Yogyakarta Akhir Pekan? Simak Prakiraan Cuaca Besok (5/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca wilayah Yogyakarta, besok (5/9), didominasi udara kabur dan berawan. Cek selengkapnya!

Akhir Pekan Berpotensi Hujan, Pantau Cuaca Sumatera Utara Besok (5/9) dan Lusa

Sejumlah wilayah Sumut berpotensi hujan ringan besok (5/9) dan lusa. Suhu udara diprakirakan mencapai 35°C di beberapa daerah.

Digitalisasi Alur Kerja Klinis, Kaiser Cancer Center Adosi EpiSoft

Kaiser Cancer Center mengimplementasikan EpiSoft, platform rekam medis elektronik khusus onkologi yang dikembangkan di Australia.​