M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apa Itu Resistensi Insulin? Kenali Gejala dan Penyebabnya Berikut Ini

Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Mari mengenal apa itu resistensi insulin serta gejala dan penyebabnya di sini!

Resistensi insulin adalah penurunan sensitivitas insulin, kondisi di mana sel-sel di otot, lemak, dan hati tidak merespons insulin dengan baik.

Insulin adalah hormon penting yang diproduksi oleh pankreas untuk mengatur kadar gula darah. Kondisi resistensi insulin bisa bersifat sementara atau kronis, dan dalam beberapa kasus, dapat diatasi dengan pengobatan.

Melansir dari Cleveland Clinic, secara normal, insulin bekerja dengan cara berikut:

  1. Tubuh memecah makanan menjadi glukosa, yang merupakan sumber energi utama.
  2. Glukosa memasuki aliran darah, memberi sinyal kepada pankreas untuk melepaskan insulin.
  3. Insulin membantu glukosa masuk ke dalam sel otot, lemak, dan hati agar dapat digunakan sebagai energi atau disimpan untuk cadangan.
  4. Ketika glukosa sudah cukup di sel-sel tubuh, kadar gula darah menurun, sehingga pankreas berhenti memproduksi insulin.

Baca Juga: 5 Manfaat Minum Air Nanas untuk Kesehatan Tubuh, Apa Sajakah Itu?

Namun, pada kondisi resistensi insulin, sel-sel otot, lemak, dan hati tidak merespons insulin dengan baik sehingga tidak bisa mengambil glukosa dari darah secara efisien.

Akibatnya, pankreas harus memproduksi lebih banyak insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap normal.

Selama pankreas dapat menghasilkan insulin dalam jumlah cukup, kadar gula darah masih dapat dijaga dalam batas sehat.

Tetapi, jika resistensi insulin semakin parah, kadar gula darah dapat meningkat (hiperglikemia), yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan pradiabetes dan diabetes tipe 2.

Gejala Resistensi Insulin

Setelah tahu apa itu resistensi insulin, mari ketahui gejalanya. Jika tubuh Anda mengalami resistensi insulin, tetapi pankreas mampu memproduksi lebih banyak insulin untuk menjaga gula darah tetap normal, biasanya tidak ada gejala yang muncul.

Namun, seiring waktu, resistensi insulin bisa memburuk, dan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin bisa kelelahan.

Akhirnya, pankreas tidak dapat lagi menghasilkan cukup insulin untuk mengatasi resistensi ini, sehingga gula darah meningkat (hiperglikemia) dan menyebabkan gejala-gejala tertentu.

Gejala gula darah tinggi termasuk:

  • Rasa haus yang meningkat
  • Sering buang air kecil
  • Rasa lapar yang meningkat
  • Penglihatan kabur
  • Sakit kepala
  • Infeksi pada kulit atau area tubuh lainnya
  • Luka yang sulit sembuh

Banyak orang tidak menunjukkan gejala saat mengalami pradiabetes dan baru menyadarinya setelah kondisi ini berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Beberapa tanda pradiabetes bisa meliputi kulit yang gelap di ketiak atau leher (disebut acanthosis nigricans), munculnya kutil kecil di kulit, dan perubahan pada mata yang dapat memicu retinopati terkait diabetes.

Baca Juga: Berikut Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Diabetes

Penyebab Resistensi Insulin

Beberapa gen tertentu membuat seseorang lebih rentan mengalami resistensi insulin, terutama dengan bertambahnya usia.

Namun, beberapa faktor utama penyebab resistensi insulin adalah sebagai berikut:

1. Kelebihan Lemak Tubuh
Obesitas, terutama lemak berlebih di perut (lemak visceral), menjadi penyebab utama resistensi insulin. Lingkar pinggang yang besar (40 inci atau lebih pada pria, 35 inci atau lebih pada wanita) sering dikaitkan dengan resistensi insulin.

Lemak perut menghasilkan hormon dan zat yang bisa menyebabkan peradangan dalam tubuh, yang dapat memperburuk resistensi insulin.

2. Kurangnya Olahraga

Olahraga membantu tubuh lebih sensitif terhadap insulin dan membangun otot yang bisa menyerap glukosa.

Sebaliknya, kurangnya olahraga membuat tubuh cenderung resisten terhadap insulin serta dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang juga berkontribusi pada resistensi insulin.

Baca Juga: Mengulik Fakta, Lebih Sehat Air Galon atau Air Rebusan?

3. Pola Makan Tidak Sehat
Makanan tinggi karbohidrat olahan dan lemak jenuh bisa mempercepat resistensi insulin. Karbohidrat olahan meningkatkan gula darah dengan cepat, sehingga memberi tekanan ekstra pada pankreas untuk menghasilkan insulin lebih banyak. Kebiasaan ini bisa berujung pada resistensi insulin.

4. Obat-obatan Tertentu
Beberapa obat dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, seperti steroid, beberapa obat tekanan darah, obat untuk perawatan HIV, dan beberapa obat psikiatri.

5. Gangguan Hormonal

Tubuh kita memproduksi hormon yang mengatur banyak fungsi tubuh dan masalah dengan hormon tertentu bisa memengaruhi kerja insulin. Beberapa kondisi hormonal yang dapat menyebabkan resistensi insulin termasuk:

  • Sindrom Cushing: Terjadi saat tubuh memiliki kadar kortisol berlebih (hormon stres) yang mengganggu efek insulin.
  • Akromegali: Kadar hormon pertumbuhan (GH) yang tinggi dapat meningkatkan produksi glukosa, sehingga menyebabkan resistensi insulin.
  • Hipotiroidisme: Produksi hormon tiroid yang rendah dapat memperlambat metabolisme glukosa, yang juga meningkatkan risiko resistensi insulin.

Baca Juga: Catat! Inilah Daftar Buah Paling Bagus untuk Asam Lambung

6. Kondisi Genetik

Beberapa kondisi genetik langka yang sudah ada sejak lahir dapat menyebabkan resistensi insulin, seperti:

  • Sindrom Resistensi Insulin Tipe A: Kondisi ini biasanya tidak tampak hingga pubertas dan tidak mengancam nyawa.
  • Sindrom Rabson-Mendenhall: Kondisi ini muncul sejak lahir dan sering menyebabkan komplikasi serius yang berhubungan dengan diabetes pada usia remaja atau awal 20-an.
  • Sindrom Donohue: Penyakit langka ini membuat bayi sulit tumbuh dengan baik, dan kebanyakan anak dengan kondisi ini tidak bertahan hidup lebih dari usia dua tahun.

Ada juga kondisi genetik lain yang dapat menyebabkan resistensi insulin, seperti distrofi miotonik, sindrom Alström, sindrom Werner, dan lipodistrofi bawaan.

Kondisi-kondisi ini mengganggu metabolisme tubuh atau fungsi hormon, sehingga tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik.

Nah, demikianlah ulasan lengkap terkait apa itu resistensi insulin serta gejala dan penyebabnya. Semoga bermanfaat, ya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cek Peringkat Harga Buyback Emas Terbaru, Siapa Paling Mahal?

Harga buyback emas hari ini kompak turun pada semua merek logam mulia yang dipantau. Galeri 24 masih yang tertinggi.

Promo PSM Alfamart Periode 16-23 Juli 2026, SilverQueen Hanya Rp 12.900

Manfaatkan promo PSM Alfamart periode 16-23 Juli 2026 untuk belanja lebih hemat. Cek promonya di sini.

Rekomendasi 5 Film Badai Tornado Pemicu Adrenalin, Berani Tonton?

Bosan dengan tontonan biasa? 5 film badai ini dijamin bikin adrenalin terpacu. Temukan rekomendasi terbaik untuk menguji nyali.

Fitur iOS 27: Ini 7 Kecanggihannya, Siri Makin Cerdas & Foto Lebih Ciamik

Siap-siap! iOS 27 membawa 7 fitur revolusioner, dari AI cerdas hingga pengeditan foto ajaib. Temukan kecanggihan yang akan mengubah iPhone.

Huawei Pura 90 Pro Max: Kamera 200MP & Baterai 6000 mAh Terungkap

Huawei Pura 90 Pro Max membawa revolusi baru. Prosesor Kirin 9030S dan RAM 24 GB efektif jadi standar baru. Simak semua fitur canggihnya! 

Bikin Ngiler! Intip Pilihan Combo Menu Baru A&W Spicy Gourmet Cheese Mulai 48 Ribuan

Para pencinta keju dan pedas wajib merapat! Yuk, cobain lezatnya menu baru A&W Spicy Gourmet Cheese dengan berbagai pilihan paket combo hemat.

Moms, Yuk Coba Resep Pho Daging Sapi Ala Vietnam yang Lezat dan Autentik Ini

Tidak perlu terbang jauh ke Vietnam, Moms bisa mempraktikkan resep pho sapi sederhana berkuah bening yang autentik ini langsung dari dapur.

8 Fakta Menarik Norwegia, Negara Asal Haaland yang Warganya Super Tajir dan Bahagia

Yuk, kepoin berbagai fakta menarik Norwegia yang dinobatkan sebagai salah satu negara terkaya dan terbahagia di dunia!

Huawei Pura 90s Pro Max: Baterai 6000mAh & Layar Anti Gores 16x Lebih Kuat

Layar OLED LPTO 6,9 inci Huawei Pura 90s Pro Max dilindungi Kaca Kunlun yang 16x lebih kuat. Ketahui ketahanan gores dan jatuh dari ponsel ini.

Cek Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (16/7), Turun Tipis Jadi Rp 2.633.000 per Gram

Harga emas Antam turun Rp 2.000 menjadi Rp 2.633.000 per gram. Buyback ikut melemah ke Rp 2.380.000 per gram.