M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Anjing atau Kucing Anda Sudah Tua? Begini Cara Merawatnya Agar Hewan Tetap Sehat

Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing sebenarnya memiliki batas hidup yang lebih singkat daripada manusia, yakni sekitar 13-15 tahun. Seiring waktu, hewan peliharaan akan menjadi tua lebih cepat daripada Anda. Dalam hal ini, mereka akan mengalami penurunan fungsi tubuh yang membuat aktivitas geraknya menjadi lambat.

Proses penuaan ini sebenarnya berjalan lambat dan bertahap seperti manusia. Beberapa hewan mungkin akan tetap sehat di usia tuanya dan lainnya akan mengalami masalah kesehatan. Artinya, perubahan juga turut terjadi dalam hal merawatnya. Sebagai pemilik, Anda perlu tetap memberikan yang terbaik untuk peliharaan Anda di masa tuanya. Nah, berikut tips cara merawat hewan peliharaan yang sudah tua.

Pertahankan Diet Sehat

Diet sehat pada hewan adalah memberikan makanan yang bernutrisi, rendah kalori, dan menjaga pola makannya. Diet sehat ini terbukti dapat mempertahankan kesehatan hewan di masa tuanya. Maka, Anda perlu menahan diri untuk tidak selalu memanjakan hewan peliharaan bahkan di masa tuanya. Hindari memberikan makanan yang tinggi kalori karena dapat menyebabkan peradangan dan menambah berat badan mereka. Apalagi di usia tua, hewan peliharaan lebih sedikit beraktivitas.

Mengatur Kunjungan ke Dokter Hewan dengan Rutin

Dilansir dari Thesprucepets.com, ide yang baik dalam usia tua hewan peliharaan adalah meningkatkan pemeriksaan kesehatannya dari setahun sekali menjadi setahun dua kali. Hal ini akan membantu hewan terus terpantau kesehatannya dan memastikan tak ada kelainan penyakit yang akan mempersulitnya di masa tua. Selain itu, Anda dapat mengonsultasikan apapun kepada dokter hewan mengenai apa yang perlu dan tidak perlu diberikan kepada hewan peliharaan. Misalnya, suplemen dan jenis makanannya.

Memberi Perawatan Tubuh Lebih Sering

Hewan seperti kucing, biasanya akan lebih sering menggrooming dirinya sendiri untuk membersihkan kotoran di bulu-bulunya. Akan tetapi, semakin tua usianya, kucing akan kesulitan melakukan ini. Sebagai pemilik, Anda perlu membantunya merawat diri. Misalnya, menyisir bulunya, memotong kuku, membersihkan mata, membersihkan telinga, memandikan, dan perawatan tambahan lain seperti menyikat gigi. Lakukan hal ini lebih sering (kecuali mandi dengan air) karena mereka akan sangat membutuhkannya.

Pantau Aktivitasnya dan Penuhi Kebutuhan Tambahan

Memantau setiap perubahan aktivitasnya akan membantu Anda memutuskan sesuatu untuk mengatasinya. Misalnya, kucing yang biasanya suka meloncat ke tempat tinggi, tidak bisa naik karena energinya terbatas. Maka, Anda dapat memberikan tambahan beberapa tangga hewan di samping perabotan kesukaannya. Dengan ini mereka akan lebih mudah memanjat ke tempat favoritnya. Memperbarui liter boxnya juga disarankan agar lebih mudah dijangkau hewan.

Hewan yang sudah tua biasanya membutuhkan tempat tidur yang lebih tertutup, tenang, dan hangat. Siapkan beberapa kain yang lebih tebal untuk menghangatkan mereka dan tempatkan penutup supaya mereka lebih nyaman, sehingga tidak bersembunyi di tempat lain.

Selain itu, beberapa hal yang harus diperhatikan termasuk pincang, kesulitan mengubah posisi, kesulitan berbaring, kesulitan makan dan minum, serta hal lain perlu Anda konsultasikan kepada dokter hewan.

Tidak Mengubah Letak Furnitur di Rumah

Anjing atau kucing yang sudah tua, biasanya akan mengalami penurunan penglihatan dan pendengarannya juga. Beberapa di antaranya mungkin juga akan menderita “Alzheimer anjing” yakni suatu kondisi yang disebut sebagai disfungsi kognitif anjing (CCD).

CCD biasanya ditandai dengan gejala anjing yang menggonggong di tempat kosong, berdiri lama di sudut ruangan, dan mencari-cari di mana biasanya dia mendapatkan makanan. Oleh karena itu, tidak memindahkan furnitur-furnitur favoritnya sangat disarankan untuk mencegah kebingungan ini. Anda sebaiknya menaruh makanan dan minuman di tempat yang sama dan mudah dijangkau olehnya. Termasuk liter boxnya. 

Selanjutnya: 6 Ras Kucing dengan Mutasi Genetik yang Kejam dan Berbahaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!               

6 Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi Setelah Usia 50 Tahun agar Tetap Sehat

Yuk, cek daftar makanan yang perlu dibatasi setelah usia 50 tahun agar tetap sehat berikut ini! Apa sajakah itu?  

Anak Paling Rentan DBD, IDAI Dorong Vaksinasi Dini sebagai Perlindungan Komprehensif

IDAI dorong vaksinasi dini DBD pada anak karena kelompok usia 5–14 tahun catat kematian tertinggi di Indonesia