M O M S M O N E Y I D
Keluarga

9 Penyebab Kucing Mengeong Terus Tanpa Henti, Berikut Cara Mengatasinya

Penulis: Nur Afitria Cika  |  Editor: Nur Afitria


MOMSMONEY.ID - Apakah Anda pernah mendengar kucing mengeong terus tanpa henti? Ternyata ada penyebab kucing mengeong terus tanpa henti. 

Penyebab kucing mengeong terus tanpa henti bisa karena ia merasa kesepian. Artikel ini akan memberikan informasi cara mengatasi kucing mengeong terus tanpa henti.

Sebelum mengatasinya, Anda perlu tahu lebih jelas mengenai penyebab kucing mengeong terus tanpa henti. 

Kucing mengeong terus tanpa henti terjadi kapan saja. Namun, jika Anda mendengar kucing mengeong terus tanpa henti di malam hari, tandanya kucing tersebut ingin kawin. 

Perlu waktu untuk memahami berbagai suara yang dikeluarkan kucing. Salah satu suara aneh yang dibuat kucing adalah mengeong di malam hari.

Baca Juga: Ingin Adopsi Anjing? Ini Harga Anjing Akita Inu yang Dikenal Setia

Ada beberapa alasan mengapa kucing mengeong di malam hari. Berikut ini adalah alasan utama mengapa kucing mengeong di malam hari.

1. Bosan dan Cemas

Salah satu penyebab paling umum kucing mengeong di malam hari adalah kebosanan.

Ketika kucing bosan, mereka mencoba memberi tahu Anda dengan membuat suara.

Hal ini sering terjadi karena manusia mereka tertidur, sehingga mereka merasa seolah-olah sendirian di rumah.

2. Kebiasaan 

Kucing
Kucing

Membuat suara seperti mengeong merupakan cara kucing menarik perhatian pemiliknya untuk memberi tahu mereka sedang lapar, takut, dan ingin perhatian. 

Seiring waktu, hal ini bisa menjadi kebiasaan kucing untuk menarik perhatian. 

3. Aktivitas Nokturnal 

Kucing yang mengeong di malam hari mungkin tidak perlu dikhawatirkan.

Hal ini sering dikaitkan dengan aktivitas kucing di malam hari. 

4. Ingin kawin 

Alasan lain mengapa kucing mengeluarkan suara di malam hari adalah bagian dari ritual kawin.

Kucing mengeluarkan suara melolong untuk menarik perhatian kucing lain dan memberi tahu mereka bahwa mereka tertarik.

Satu-satunya cara untuk menghentikan kucing Anda melakukan ini adalah dengan mengebirinya, dan ini berlaku untuk jantan dan betina.

Baca Juga: Ciri-Ciri Kucing Mau Melahirkan, Siapkan 5 Hal Ini saat Kucing Melahirkan

5. Bagian dari proses penuaan

Seiring bertambahnya usia kucing, kucing dapat menderita Sindrom Disfungsi Kognitif, yang disebabkan oleh proses alami penuaan pada otak.

Ada banyak gejala dari kondisi ini, termasuk disorientasi. Saat kucing mengalami disorientasi, mereka mungkin mengekspresikan diri dengan mengeong. 

6. Kesepian

Arti kucing mengeong keras tanpa henti bisa karena ia merasa kesepian atau bosan. Hal ini sangat umum terjadi pada kucing yang ditinggal sendiri oleh pemiliknya.

Kucing yang ditinggal teman-temannya juga akan mengeong keras tanpa henti. Bahkan, ia juga akan mondar-mandir seperti sedang mencari sesuatu. 

7. Ingin kawin

Kucing mengeong keras tanpa henti bisa jadi tanda karena kucing tersebut ingin melakukan perkawinan. Ini sangat normal bagi kucing untuk menarik lawan jenisnya. 

Kucing yang mengeong keras karena musim kawin, biasanya juga akan dibarengi dengan perubahan perilaku. 

Misalnya, kucing betina yang kepanasan akan menggeliat di lantai atau menunjukkan posisi lordosis (dada di lantai dengan bagian belakang menghadap ke atas), keinginan kucing untuk kabur dari rumah, dan menjilati bagian vitalnya secara terus-menerus.

Baca Juga: Kapan Anak Kucing Membuka Mata? Simak Tips Perawatan Anak Kucing Baru Lahir

8. Stres

Kucing mengeong keras tanpa henti jika mereka merasa stres. Tanda-tanda stres atau kecemasan pada kucing berupa buang air kecil sembarangan, menjilati bulu berlebihan, dan agresif terhadap hewan lain atau orang lain.

Stres kucing dapat berasal dari kurangnya sesuatu di lingkungan mereka. Salah satunya, kebosanan. Oleh karena itu, penting untuk Anda mempertimbangkan kelayakan lingkungan tempat tinggalnya.

9. Penuaan

Salah satu tanda kucing mengalami penuaan yaitu kucing mengeong keras tanpa henti. Kucing yang rentan mengalami ini adalah kucing tua yang berusia di atas 10 tahun.

Cara Mengatasi Kucing Mengeong 

Penyebab kucing mengeong terus tanpa henti salah satunya yaitu karena stres. Sebagai pemilik kucing, Anda perlu memberikan hiburan untuknya.

Berikut cara mengatasi kucing mengeong agar tidak setres :

1. Ciptakan lingkungan dalam ruangan yang lebih unik

Kucing sangat menyukai permainan atau mencakar benda seperti tirai atau kursi sofa. 

Agar kucing tidak bosan di dalam ruangan, kamu bisa menyiapkan beberapa arena bermain untuk kucing. 

Misalnya, siapkan tempat bertengger di berbagai ruangan di seluruh rumah. 

Burung, kupu-kupu, dan tupai memberikan hiburan interaktif yang menarik yang akan membuat kucing terhibur selama berjam-jam. 

2. Beri mainan untuk kucing

Mainan adalah cara yang bagus untuk memberikan latihan fisik dan mental.

Berikan kucing peliharaanmu mainan yang disukai dan bermainlah bersamanya sesekali agar kucing tidak merasa bosan. 

Baca Juga: Harga Scottish Fold, Kenali Karakteristik Unik Kucing dengan Telinga Terlipat Ini

3. Biarkan sesekali kucing keluar kandang

Membiarkan kucing berada di dalam kandang atau ruangan secara terus menerus akan membuatnya bosan. 

Oleh karena itu, kamu mungkin bisa memberi kucing waktu sebentar untuk bermain keluar rumah. 

4. Menghabiskan waktu bersama 

Bermain bersama bukanlah satu-satunya cara untuk menghilangkan kebosanan kucing. 

Ada cara lain untuk menghabiskan waktu bersama, misalnya berpelukan atau menyisir bulunya. 

Hal yang terpenting luangkan waktu secara rutin agar kucing tidak merasa kesepian dan bosan.

5. Beri teman 

Jika kamu memelihara satu ekor kucing saja, maka cobalah untuk memberikan teman untuk kucingmu. 

Kamu bisa membawa pulang kucing lain untuk menemani kucingmu. Cobalah untuk pelihara terlebih dahulu.

Cara tersebut akan memperlihatkan apakah kucingmu menyambut baik teman barunya atau tidak.

Bosan bukanlah hal yang menyenangkan bagi manusia atau kucing. Oleh sebab itu, tetaplah aktif untuk bermain dengan kucing peliharaan. Sempatkan waktu untuk bisa menghiburnya. 

Nah itulah 9 penyebab kucing mengeong terus tanpa henti dan bagaimana cara mengatasinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kala Wanita Berusia 40-an Jatuh Cinta ke Pria Lebih Muda, Ini Cerita Tante Sonya

Serial Tante Sonya mengangkat kisah perempuan dewasa yang kembali membuka hati untuk pria lebih muda.

Tiket Final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dijual, Ini Harganya

Tiket final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 mulai dijual. Cek harga, jadwal laga, kategori tribun, dan syarat Garuda ID.

4 Wilayah di Jabodetabek Ini Hujan Lebat, Simak Peringatan Dini Cuaca Besok (3/10)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Sabtu (3/10), Waspada hujan lebat di wilayah Jabodetabek berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/10), Hujan Lebat Terjadi di 14 Provinsi Ini

BMKG memberi peringatan dini cuaca besok Sabtu 3 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.