M O M S M O N E Y I D
Keluarga

5 Tanda Tubuh Kekurangan Protein, Salah Satunya Kulit Kendur

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Ada 5 tanda tubuh kekurangan protein. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Protein, sebagaimana dikutip dari situs Siloam Hospitals, adalah molekul yang dapat ditemukan di setiap sel-sel tubuh yang berfungsi untuk menjaga fungsi, bentuk, serta cara kerja jaringan tubuh.

Protein terbuat dari ratusan hingga ribuan senyawa kecil yang disebut asam amino. Di mana, terdapat 20 asam amino yang saling mengikat dan membentuk protein guna memelihara fungsi sel tubuh.

Termasuk esensial, apa jadinya jika tubuh kekurangan asupan protein? Tentu, itu akan meningkatkan risiko tubuh terkena penyakit maupun infeksi.

Kira-kira, apakah Anda sudah mengonsumsi protein dengan cukup? Sebagai bahan evaluasi, berikut tanda tubuh kekurangan protein yang dilansir dari EatingWell!

Baca Juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Minum Teh Hijau Setiap Hari, Benarkah Aman?

1. Kuku dan rambut rapuh atau kulit kendur

Tanda tubuh kekurangan protein yang pertama yaitu kuku dan rambut rapuh atau kulit kendur.

Saat dicerna, protein akan dipecah menjadi asam amino yang digunakan sebagai bahan pembangun jaringan otot, rambut, kulit, dan kuku.

Oleh sebab itu, penting untuk mendapatkan cukup keratin (protein struktural yang dibentuk oleh berbagai asam amino) untuk menjaga kesehatan rambut dan kuku. Jika Anda mengalami permasalahan rambut dan kuku rapuh, bisa jadi itu pertanda bahwa Anda kurang mengonsumsi protein.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kolagen (protein struktural yang ditemukan secara alami di jaringan kulit) dapat mengurangi kerutan serta menjaga kulit tetap sehat dan kencang. Jadi, jika kulit Anda kendur atau kehilangan elastisitas secara tiba-tiba, Anda mungkin perlu mengevaluasi kembali konsumsi protein Anda.

2. Mengalami edema

Tanda tubuh kekurangan protein yang kedua yaitu mengalami edema.

Apakah kaki, pergelangan kaki, atau tungkai Anda mengalami bengkak yang tidak kunjung hilang? Mungkin, Anda sedang menderita edema atau suatu kondisi yang menyebabkan jaringan menahan air.

Meskipun hal ini dapat disebabkan oleh banyak hal termasuk kebiasaan berdiri dan duduk terlalu lama, namun kekurangan protein adalah salah satu dari sekian banyak faktor risikonya.

Protein sendiri dapat membantu menahan garam dan air di pembuluh darah. Sehingga, kekurangan protein (khususnya albumin) dapat menyebabkan kebocoran air ke jaringan yang menyebabkan bengkak ekstrem.

3. Selalu merasa lelah

Tanda tubuh kekurangan protein yang ketiga yaitu selalu merasa lelah.

Merasa lelah setelah seharian bekerja atau berolahraga berat adalah hal yang wajar. Namun, jika Anda mengalami kelelahan secara acak (yang bahkan tidak dapat diperbaiki dengan tidur malam yang nyenyak), kemungkinan Anda sedang menderita anemia.

Anemia terjadi karena kurangnya pasokan oksigen ke jaringan tubuh akibat rendahnya jumlah sel darah merah yang sering kali disebabkan oleh kekurangan zat besi, folat, atau vitamin B12.

Nah, karena semua nutrisi tersebut ditemukan dalam sumber protein umum seperti daging dan telur, anemia pun sering menjadi cara bagi tubuh untuk memberi tahu bahwa Anda tidak mendapatkan cukup protein.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Jerawat pada Kulit Sensitif yang Benar dan Efektif

4. Sering sakit

Tanda tubuh kekurangan protein yang keempat yaitu sering sakit.

Protein berperan penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh. Jika akhir-akhir ini Anda lebih sering sakit dari biasanya atau kesulitan untuk menyembuhkan luka, kemungkinan Anda kekurangan asupan protein.

Sebagai solusi, masukkanlah makanan tinggi protein ke dalam pola makan harian Anda. Apabila sakit terus berlanjut, segera kunjungi dokter.

5. Sering merasa lapar

Tanda tubuh kekurangan protein yang terakhir yaitu sering merasa lapar.

Protein memiliki daya tahan lebih besar dibandingkan karbohidrat. Jadi, jika Anda sering merasa lapar dari biasanya padahal sudah makan, Anda mungkin tidak mengonsumsi cukup protein.

Demikian 5 tanda tubuh kekurangan protein. Ada baiknya evaluasi konsumsi protein Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Jenis Pekerjaan Online yang Sangat Cocok untuk Ibu Rumah Tangga

Berikut adalah 4 jenis pekerjaan online yang sangat cocok untuk ibu rumah tangga karena menawarkan peluang pendapatan yang menjanjikan.

6 Tren Dekorasi Ruang Tamu 2027 yang Diprediksi Makin Nyaman dan Personal

Tren dekorasi ruang tamu 2027 mengarah pada warna hangat, pojok baca, furnitur fleksibel, penyimpanan rapi, dan sentuhan seni unik ya.  

Dari Belajar Nail Art, MUA Tuli Ini Berhasil Raup Pendapatan Rp13 Juta

Nail Art Jadi Ladang Penghasilan, MUA Tuli Binaan Bakti BCA Catat Pendapatan Rp 13 Juta               

Dana Darurat Terlalu Banyak? Ini Batas Wajar dan Cara Mengelolanya Saat Ini

Dana darurat perlu cukup untuk keadaan tak terduga, tetapi menyimpan terlalu banyak uang tunai juga punya risiko. Berikut cara mengelolanya.

Kaya Nutrisi dan Bebas Lemak, Simak 4 Manfaat Kentang Kukus untuk Menu Harian Diet

Mengandalkan kentang kukus dalam pola makan harian saat diet membantu mengontrol gula darah serta menjaga kesehatan usus.  

Jangan Dianggap Sepele ya, Ini 5 Gejala Kanker Rahim yang Wajib Dideteksi Sejak Dini

Kenali gejala kanker rahim sejak dini, dari keputihan tidak normal hingga nyeri panggul. Deteksi awal penting untuk mencegah risiko berbahaya.

4 Elemen Penting Yang Perlu Diperhatikan Saat Menyebar Keranjang Investasi

Strategi diversifikasi investasi atau menyebar keranjang investasi diperlukan supaya meminimalisir risiko.

6 Tren Desain Rumah Cantik yang Ternyata Bikin Repot Saat Dibersihkan

Ini 6 tren desain rumah terlihat cantik, tetapi bisa buat rumah Anda lebih sulit dirawat. Kenali materialnya sebelum pakai tren interior terbaru.

5 Kebiasaan Hemat Baby Boomer Amerika Saat Mengatur Uang yang Bisa Ditiru

Ini 5 kebiasaan hemat baby boomer yang sederhana bisa membantu mengurangi pengeluaran dan menjaga keuangan rumah tangga.

Tiga Prinsip Yang Bisa Dilakukan Memulai Usaha di Bangku Kuliah

Kementerian UMKM menyodorkan tiga prinsip bagi mahasiswa dengan melihat persoalan di lingkungan sekitar.