M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

5 Masalah Perilaku yang Umum Terjadi pada Balita dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Balita mampu memahami dan merasakan lebih dari yang dapat mereka ungkapkan secara verbal. Alhasil, mereka akan mudah menjadi kewalahan secara emosional dan menghasilkan berbagai perilaku bermasalah seperti bertingkah, berteriak, mengamuk, dan sebagainya.

Seorang Konsultan Neonatologist sekaligus dokter anak dari Motherhood Hospitals Chennai bernama Dr S. Giridhar menyampaikan bahwa terdapat 5 masalah perilaku yang umum terjadi pada balita. Apa sajakah itu dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Berteriak

Balita identik dengan karakternya yang penuh energi. Tak jarang, mereka akan berteriak dan menjerit dengan mudah tanpa memedulikan lingkungan di sekitarnya. Kendati cenderung merepotkan, namun kebiasaan menjerit pada balita tidak menyiratkan perilaku marah karena mereka belum mengerti bahwa berteriak merupakan hal yang tidak baik.

Baca Juga: 5 Cara Mendisiplinkan Anak yang Sensitif, Jangan Sampai Keliru Ya Moms

Jika Anda balas berteriak kepada balita Anda guna menghentikan teriakannya, maka kemungkinan mereka akan percaya bahwa berteriak adalah hal yang wajar. Sebagai gantinya, ajarkan dan selalu ingatkan anak Anda cara membedakan suara yang keras dan lembut. Hal ini dilakukan untuk membiasakan anak berbicara dengan lembut tanpa perlu berteriak.

2.  Menggigit kuku

Menggigit kuku bisa berkembang menjadi sebuah kebiasaan. Bahkan, anak Anda bisa mulai melakukan aktivitas menggigit kuku secara tidak sadar dan tanpa pemicu. Kebiasaan menggigit kuku dapat terjadi ketika balita Anda sedang merasa bosan atau stres.

Semakin Anda memarahi, mengomel, atau mendorong anak untuk berhenti menggigit kuku, maka semakin besar pula kemungkinannya bagi mereka untuk tetap melakukannya. Sebenarnya, anak tetap bisa berhenti dari kebiasaan menggigit kuku selagi ada orang lain yang selalu mengawasinya. Namun, hal tersebut tentu membutuhkan waktu.

Selain mengawasinya, Anda bisa menghentikan kebiasaan menggigit kuku pada anak dengan cara membantu mereka menemukan aktivitas fisik yang cocok guna menghilangkan stres yang sedang anak alami.

3. Merengek

Anak-anak terutama yang masih kecil tentu bergantung sepenuhnya pada orang tua mereka dalam berbagai hal penting di kehidupannya termasuk urusan makan, minum, dukungan, bahkan bersih-bersih setelah mereka buang air besar. Oleh sebab itu, jangan heran jika anak kecil Anda akan menangis atau merengek tatkala membutuhkan perhatian Anda. Anak percaya bahwa jika mereka berperilaku seperti itu maka orang tua mereka akan secara otomatis memenuhi semua kebutuhan atau keinginannya.

Jika Anda mendengar anak Anda merengek, turunkanlah pandangannya dan yakinkan mereka bahwa Anda mendengarkan dan memedulikannya. Apabila anak Anda meminta sesuatu kepada Anda dengan suara yang terdengar normal, maka tanggapi permintaan mereka dengan segera. Sebisa mungkin, hindari pemicu rengekan pada anak Anda seperti lapar dan kelelahan karena pada saat-saat itulah rengekan mereka bisa meningkat.

4. Fobia keramaian

Ketika balita Anda dikelilingi oleh banyak orang, mereka akan cenderung sulit diatur dan tidak terkendali. Situasi ini bisa terjadi ketika Anda mengajak mereka ke mal, stasiun kereta yang ramai, atau pesta.

Dikarenakan balita tidak tidak terbiasa dengan kerumunan orang asing di lingkungan yang tidak dikenal, kemungkinan besar mereka akan terus menempel pada Anda atau bahkan mengajak Anda untuk pergi. Pada saat mereka menunjukkan perilaku yang demikian, maka jangan pernah mengabaikannya. Peluk dan genggamlah tangan balita Anda dengan lembut untuk memberikan rasa aman sekaligus meyakinkan mereka bahwa Anda selalu ada untuknya.

Jika berniat untuk mengenalkan balita Anda dengan dunia luar, ambilah langkah secara bertahap untuk memaparkannya pada orang banyak. Jangan lupa juga untuk memberikan pujian kepada anak Anda ketika mereka berhasil menghadapi situasi tersebut dengan berani.

5. Berbohong

Anak Anda mungkin tidak dapat membedakan antara kenyataan dan fantasi sampai mereka berusia 3-4 tahun. Bahkan, mereka dapat membuat dan berinteraksi dengan makhluk imajiner sembari mencoret-coret dinding atau menumpahkan susu.

Jika anak Anda melakukan tindakan tertentu yang memicu kekesalan Anda, menuduh mereka tidak akan membantu untuk mengatasinya. Sebaliknya, aturlah situasi sebaik mungkin dan dorong percakapan di mana anak Anda dapat dengan mudah mengaku daripada menyangkal. Apabila Anda membebani anak Anda dengan daftar panjang berisi hal-hal apa yang harus dan tidak boleh mereka lakukan, anak mungkin akan menjadi kewalahan dan terpaksa berbohong.

Alih-alih memojokkan anak, ciptakanlah lingkungan yang saling percaya dengan cara memberi tahu mereka bahwa Anda memercayainya begitu juga sebaliknya.

Itulah 5 masalah perilaku yang umum terjadi pada balita serta bagaimana cara mengatasinya. Kesimpulannya, terlepas separah apapun tingkah laku balita Anda, masalah perilaku yang mereka miliki lebih mungkin untuk diselesaikan melalui pikiran yang jernih daripada tekanan. Jadi, tetaplah dukung dan pahami anak Anda karena masalah perilaku yang ada pada mereka mungkin saja terjadi akibat stres atau penemuannya akan hal-hal baru dan aneh di lingkungannya.

Selanjutnya: Mau Punya Kulit Glowing? Yuk, Biasakan Minum 7 Jus Ini Mulai dari Sekarang!

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Kandungan Skincare yang Harus Dihindari oleh Remaja, Jangan Asal Pakai!

Penggunaan bahan skincare yang terlalu keras pada kulit remaja justru berisiko. Berikut 4 kandungan skincare yang harus dihindari oleh remaja.

Indonesia Vs Bangladesh 9-2: Drama Gol Antar Garuda ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah unggul produktivitas gol atas Malaysia.

4 Cara Memilih Bra untuk Remaja yang Nyaman dan Pas di Tubuh, Jangan Salah!

Sebagai panduan, berikut MomsMoney bagikan 4 cara memilih bra untuk remaja yang nyaman digunakan sehari-hari.

Denah Rumah 6×12 Meter Open Plan, Trik Bikin Hunian Kecil Terasa Lebih Lega

Denah rumah 6×12 meter open plan bisa terasa lebih lega dengan penataan ruang, furnitur, cahaya, dan sirkulasi yang tepat.

Panduan Diet Golongan Darah O: Apa Saja Makanan yang Disarankan dan Harus Dihindari?

Simak daftar makanan yang dianjurkan untuk golongan darah O, serta berbagai jenis makanan yang wajib dibatasi agar tubuh tetap sehat.

Money Dysmorphia: Saldo Ratusan Juta Tapi Tetap Merasa Miskin, Ini Faktanya

Punya saldo ratusan juta tapi Anda tetap merasa miskin? Kenali money dysmorphia, penyebab, tanda, dan cara mengatasinya.​

Jangan Terlambat! Kenali 6 Cara Merawat Jantung agar Tetap Sehat di Usia 30-an, yuk

Ketahui berbagai cara merawat jantung yang tepat di usia 30-an melalui pola hidup sehat, olahraga rutin, hingga manajemen stres.

7 Rumus Dekorasi Rumah Sederhana biar Ruangan Kecil Terlihat Berkelas

Ruangan kecil terasa membosankan? Coba 7 rumus dekorasi sederhana ini agar rumah lebih rapi, nyaman, dan punya karakter.

5 Bahaya Makan Sehari Sekali bagi Kesehatan, Benar Bisa Turunkan Berat Badan?

Waspadai berbagai risiko kesehatan dari pola makan sehari sekali, mulai dari lonjakan asam lambung hingga penurunan energi tubuh secara drastis.

4 Mitos Tentang Eksfoliasi Kulit yang Dipercaya Banyak Orang, Cek Faktanya!

Eksfoliasi harus dilakukan dengan pemahaman yang benar. Ini 4 mitos tentang eksfoliasi kulit yang perlu Anda ketahui.