M O M S M O N E Y I D
HOME, Bugar

4 Fase Penurunan Berat Badan dengan Diet 20/20, Cek Moms!

Reporter: kompas.com  |  Editor: Hasbi Maulana


MOMSMONEY.ID - Apakah Anda pernah mendengar cara menurunkan berat badan dengan metode diet 20/20?

Diet 20/20 adalah metode diet untuk menurunankan berat badan yang dibuat oleh bintang televisi Dr Phil McGraw atau lebih dikenal sebagai Dr Phil. 

Dokter Phil memiliki gelar PhD dalam bidang psikologi klinis, dan telah menjadi pembawa acara acara televisi siang hari "Dr Phil" sejak tahun 2002. 

Pada tahun 2015, dia merilis sebuah buku berjudul "The 20/20 Diet: Turn Your Weight Loss Vision Into Reality" untuk membantu para pelaku diet sukses mencapai penurunan berat badan. 

Diet 20/20 didasarkan pada efek termik makanan (TEF) yaitu jumlah kalori yang digunakan tubuh tubuh untuk mencerna, menyerap, dan memanfaatkan nutrisi dari makanan. 

Baca Juga: Sudah Vaksinasi Penuh Masih Positif Covid-19, Ini Penjelasan Kemenkes

Menurut buku Dr Phil, diet ini membutuhkan 20 makanan bertenaga sebagai energi (kalori) untuk diproses. Jadi, semakin banyak kalori yang dibakar dari mengonsumsi makanan ini, maka semakin sedikit kalori bersih yang dikonsumsi tubuh. 

Diet ini mencakup empat fase yang secara bertahap memperkenalkan kembali makanan yang dibatasi pada fase sebelumnya. Bersamaan dengan hal tersebut, diet ini mendorong berbagai tips psikologis untuk mencegah makan berlebihan, antara lain dengan menggosok gigi saat sedang lapar. 

Baca Juga: Perlukah Ikut Program Dana Pensiun di Luar Kantor? Ini Jawabannya

Daftar panjang pantangan makanan yang dipadukan dengan tips psikologi dan olahraga teratur itu pun diyakini dapat membantu kita menurunkan berat badan. 
Cara kerja diet 20/20 

Diet 20/20 terdiri dari empat fase utama yaitu peningkatan lima hari (fase 1), keberlanjutan lima hari (fase II), pencapaian 20 hari (fase III), dan manajemen (fase IV). 

Selain itu, diet ini menganjurkan setidaknya 3–4 jam latihan intensitas sedang, dan 2-3 jam latihan intensitas tinggi per minggu. Jadi totalnya sekitar 5-7 jam latihan per minggu selama semua fase. 

Fase 1: Peningkatan lima hari 

Fase satu dianggap sebagai fase tersulit dari diet 20/20. Selama fase ini, kita hanya diperbolehkan makan 20 makanan bertenaga yang dipercaya dapat membantu memulai proses penurunan berat badan. 

Makanannya antara lain kacang almond, apel, buncis, minyak kelapa, ikan kod, telur, sayuran berdaun hijau, tahu, dan yogurt. 

Kita harus mengikuti fase ini setidaknya selama lima hari. Di samping itu, kita harus makan setiap empat jam saat bangun tidur. 

Fase II: Keberlanjutan lima hari 

Fase kedua memungkinkan beberapa fleksibilitas tambahan, meskipun masih sangat ketat. Selama fase ini, kita mungkin menyimpang dari daftar 20 makanan bertenaga tetapi harus menyertakan setidaknya dua di setiap makanan dan kudapan. 

Makanan yang direkomendasikan untuk ditambahkan meliputi bluberi, beras merah, wortel, kacang mete, ayam, jamur, gandum, dan tuna. Kita harus mengikuti fase ini selama lima hari. 

Fase III: Pencapaian 20 hari 

Selama fase ketiga, kita diizinkan untuk memasukkan kembali sebagian besar makanan ke dalam diet. Meski begitu, konsumsi rutin makanan olahan tinggi dan makanan tinggi karbohidrat sederhana tidak dianjurkan. 

Kita juga dapat menambahkan beberapa jenis makanan baru per hari untuk menghindari mengidam dan makan berlebihan. Namun, kita harus tetap menyimpannya di bawah 100 kalori. 

Makanan yang ideal untuk diperkenalkan selama fase ini meliputi alpukat, kacang hitam, kentang, biji gandum, rasberi, dan bayam. 

Baca Juga: Mana Lebih Untung, jadi Deposan atau Investor Fintech?

Fase IV: Manajemen 

Setelah menyelesaikan tiga fase pertama, kita mulai memasuki fase pengelolaan untuk mempertahankan penurunan berat badan dan perubahan gaya hidup. Fase ini dimaksudkan untuk terjadi tanpa batas waktu kecuali kita menambah berat badan, di mana kita akan kembali ke fase satu. 

Idealnya, kita tetap mengikuti pola makan yang sama seperti fase tiga sambil memantau berat badan secara teratur. Juga, menghindari makan secara emosional, dan mencegah jadwal sibuk yang memengaruhi kebiasaan makan, serta pola olahraga. 

Makanan untuk dikonsumsi dan dibatasi 

Meskipun dua fase pertama cukup ketat, ada lebih sedikit batasan makanan di fase ketiga dan keempat. Berikut adalah makanan umum yang diperbolehkan dan tidak dianjurkan: 

• Makanan bertenaga 

Kita didorong untuk mengonsumsi dua makanan dari daftar ini setiap kali makan dan ngemil. 

• Buah-buahan dan sayur-sayuran 

Meskipun beberapa makanan dibatasi selama dua fase pertama, kita dapat mengonsumsi sebagian besar buah-buahan, sayuran tidak bertepung, serta sayuran bertepung pada fase ketiga dan keempat. 

Baca Juga: Untung Rugi Belanja Pakai Dompet Digital (E-Wallet)

• Daging dan unggas 

Kita dapat menambahkan makanan seperti daging sapi dan ayam tanpa lemak setelah fase satu selesai dijalani. 

• Produk susu 

Yogurt termasuk dalam daftar 20 makanan bertenaga. Kita boleh memasukkan keju, susu, dan produk susu lainnya secukupnya selama fase tiga dan empat. 

• Ikan dan makanan laut 

Ikan kod adalah salah satu dari 20 makanan bertenaga yang diperbolehkan selama fase satu. Setelah ini, kita dapat menambahkan ikan dan makanan laut lainnya karena nilai gizinya yang tinggi. 

• Lemak sehat 

Alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak diizinkan selama sebagian besar fase diet. 

• Gula dan karbohidrat olahan 

Makanan yang mengandung gula dan karbohidrat olahan masih bisa ditambahkan, tetapi harus dijaga seminimal mungkin. 

• Makanan yang diproses 

Baca Juga: Sudah Vaksinasi Penuh Masih Positif Covid-19, Ini Penjelasan Kemenkes

Makanan yang sudah diproses dalam kemasan harus dibatasi, termasuk keripik, kerupuk, dan kue kering. 

• Makanan cepat saji 

Diet ini menyarankan kita untuk tidak melakukan kebiasaan apa pun yang sebelumnya menyebabkan penambahan berat badan. Disarankan untuk membatasi makanan cepat saji. 

• Minuman 

Minumlah delapan sampai 10 gelas air putih setiap harinya dan kita masih bisa menikmati minuman lain secukupnya. 

Pada akhirnya, tujuan dari diet 20/20 adalah tetap berpegang pada makanan yang mengenyangkan, rendah kalori, dan diproses secara minimal. 

Dapat menurunkan berat badan 

Meskipun kita mungkin menurunkan berat badan dengan diet ini, namun itu bukanlah alasan yang diklaim pada buku tersebut. Ide utama dari diet ini adalah mengonsumsi makanan dengan efek termis tinggi. 

Pada gilirannya, ini akan menyebabkan lebih sedikit kalori bersih yang dikonsumsi. Walaupun TEF berkontribusi sekitar 10 persen dari total kalori harian yang dibakar, tidak ada bukti bahwa 20 makanan bertenaga yang disarankan secara khusus mengarah pada pengeluaran kalori yang lebih besar. 

Faktanya, beberapa makanan yang dimasukkan dalam diet sebenarnya memiliki TEF yang lebih tinggi, termasuk makanan berprotein tinggi seperti ayam, daging sapi, sayuran berserat tinggi, dan biji-bijian. 

Makanan dengan TEF yang tinggi dapat membakar 50-100 kalori ekstra per hari, sehingga memainkan peran minimal dalam penurunan berat badan. 

Baca Juga: Untung Rugi Belanja Pakai Dompet Digital (E-Wallet)

Rekomendasi Diet 20/20 bukan untuk semua orang. Apabila kita mencari diet sederhana untuk diikuti yang masih memungkinkan beberapa fleksibilitas, kita dapat melakukannya. Namun, mungkin yang terbaik adalah melewati fase satu dan dua, jadi langsung ke fase tiga. 

Meskipun demikian, jika kita memiliki riwayat pola makan yang tidak teratur atau berjuang dengan diet ketat, lebih baik kita menghindarinya. Sebaliknya, diet terbaik adalah diet yang tidak menjelekkan makanan dan mencakup berbagai makanan utuh yang kaya serat, protein, lemak sehat, dan biji-bijian. 

Selain itu, pastikan untuk fokus pada aspek yang menunjang kesehatan lainnya seperti olahraga dan manajemen stres.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bagaimana Diet 20/20 Dapat Turunkan Berat Badan?"
Penulis : Ryan Sara Pratiwi
Editor : Glori K. Wadrianto

Selanjutnya: Tai Chi Bisa Memperkuat Imun Tubuh, Cukup 30 Menit Sehari!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Daftar Film Tentang Single Mom Penuh Perjuangan Ibu Tunggal Urus Anak

Jika ingin tahu, coba tonton beberapa rekomendasi film bertema ibu tunggal atau single mom berikut ini, yuk.​

Inilah Harga Komoditas Pangan Memasuki Akhir Pekan

Harga cabai semakin pedas memasuki akhir pekan ini yang sudah tembus Rp 100.000 per kg, simak harga pangan lainnya.

Sikat Habis! 12 Promo Payday September 2026, Starbucks hingga Pizza Hut Banjir Diskon

Manjakan diri saat gajian dengan promo Payday kuliner favorit edisi September 2026. Nikmati diskon spesial dari Starbucks hingga Pizza Hut.

Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 25 September 2026, Teliti Sebelum Melangkah

Simak ramalan 12 zodiak hari ini Jumat 25 September 2026, cek gambaran asmara, karier, keuangan, dan kesehatan setiap zodiak.

8 Rekomendasi Drakor Horor Tentang Arwah Penasaran di Dunia Manusia

Beberapa drakor berikut ini memiliki kisah tentang arwah atau hantu penasaran penuh misteri yang seru untuk ditonton.​

Harga Emas Antam Hari Ini (25/9) Turun Rp 15.000 Jadi Rp 2.590.000 per Gram

Harga emas Antambhari ini turun Rp15.000 menjadi Rp 2.590.000 per gram, sementara harga buyback menyusut Rp 20.000

Ramalan Shio Hari Ini Jumat 25 September 2026, Siapa yang Bakal Hoki?

Simak ramalan shio hari ini 25 September 2026, cek peruntungan karier, keuangan, cinta, dan kesehatan lengkap untuk 12 shio Anda.

Daerah di Provinsi Ini Sudah Tidak Hujan Hampir 5 Bulan, di Mana Saja?

BMKG mengungkapkan, ada tiga provinsi yang mengalami tidak turun hujan selama hampir lima bulan, lo.

MNC Sekuritas Bagikan 4 Ide Trading Hari Ini (25/9), Ada INCO, MDKA, SSIA, TAPG

IHSG masih rawan terkoreksi pada perdagangan Jumat (25/9/2026).​ Simak rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.

IHSG Rawan Terkoreksi Hari Ini (25/9), Cek Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas

IHSG diproyeksi melanjutkan koreksinya pada perdagangan Jumat (25/9/2026).​ Simak rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.